Beranda Satelit Depok Istri Mau Melahirkan, Kontrakan Nunggak, Imam Turidi Beri Bingkisan

Istri Mau Melahirkan, Kontrakan Nunggak, Imam Turidi Beri Bingkisan

0
Istri Mau Melahirkan, Kontrakan Nunggak, Imam Turidi Beri Bingkisan
PEDULI : Anggota DPRD Kota Depok,  Imam Turidi memberikan bingkisan kepada korban PHK, akibat pandemi Covid-19, Kamis (14/05). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK
imam turidi bantu warga
PEDULI : Anggota DPRD Kota Depok,  Imam Turidi memberikan bingkisan kepada korban PHK, akibat pandemi Covid-19, Kamis (14/05). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, PONDOK CINA – Anggota DPRD Kota Depok, Imam Turidi melanjutkan aksi blusukannya, untuk membagikan bingkisan kepada warga di daerah pemilihannya, Beji-Limo-Cinere. Dirinya prihatin atas nasib warga yang ekonominya terguncang akibat pandemi Covid-19 (Virus Korona).

Ia kemudian menyambangi kediaman Haris, di Jalan Jambu, Kelurahan Pondok Cina, Beji. Dia merupakan korban PHK. Dulunya ia bekerja di restoran bakmi.

“Saya datang membawa bingkisan sedikit. Sekalian memberi motivasi. Saya paham betul, pasti dia sedang pusing sekali,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Lebih lanjut, ia menjelaskan, kondisi Haris memang cukup memprihatinkan. Dengan kondisi tak memiliki pekerjaan, istrinya kini sedang mempersiapkan kelahiran anak pertama mereka.

“Ditambah sewa kontrakan sudah jatuh tempo. Tidak pernah membayangkan menanti kelahiran buah hati pertamanya, dengan kondisi sangat terbatas,” beber Politisi PDI Perjuangan ini.

IT, biasa ia disapa, menerangkan bila ia pernah berada di dalam posisi seperti Haris. Meski dengan kondisi yang berbeda.

“Walaupun ngontrak, tapi masih memiliki penghasilan,” tegasnya.

Apa yang dirasakan Haris, terang IT, hampir seluruhnya dirasakan warga yang ia sambangi. Makanya, ia menegaskan kepada Pemkot Depok untuk segera menyalurukan bantuan. Segera data adanya penambahan warga miskin baru. Biasanya yang habis kena PHK.

“Saya selalu menyampaikan verifikasi dan validasi data. 30 ribu KK itu sedikit kalau di ambil presentasi dari tiap kelurahan. Paling hanya 500 KK/kelurahan seluruh Depok. 500 KK dibagi seluruh RT dalam satu kelurahan misalkan ada 60 RT. Tiap RT itu hanya 8 atau KK. Sangat mudah mendata jika kemampuan manajerialnya mumpuni,” tandasnya. (rd/jun)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya