Beranda Satelit Depok Jual Makanan Tradisional Untung Jutaan Rupiah : Ciptakan Varian Unik Pada Biji Ketapang

Jual Makanan Tradisional Untung Jutaan Rupiah : Ciptakan Varian Unik Pada Biji Ketapang

0
Jual Makanan Tradisional Untung Jutaan Rupiah : Ciptakan Varian Unik Pada Biji Ketapang
ISTIMEWA
bisnis biji ketapang
ISTIMEWA

 

Aslamiah modifikasi makanan tradisional dnegan berbagai varian rasa yang unik, dan membuat orang menyukainya. Selain rasanya yang unik, tetntu biji ketapang buatannya juga renyah serta gurih.

Laporan : Lutviatul Fauziah

RADARDEPOK.COM – Makanan tradisional memang saat ini sudah mulai dilupakan, khususnya pada kaum millenial, dengan banyaknya makanan kekinian yang sesuai dengan generasi muda, memuat makanan tradisional lambat laun mulai ditinggali oleh penggemarnya.

Salah satunya yaitu biji ketapang, makanan khas betawi ini, juga sudah mulai ditinggalkan terutama oleh generasi muda.

Namun, Warga Kelurahan Tapos, Aslamiah (37), dirinya  berupaya membuat biji ketapang kembali eksis ditengah makanan kekinian yang lainnya.

Awalnya ia tidak memiliki bakat dibidang bisnis, apalagi bisnis kuliner. Tetapi ia yakin, perlahan biji ketapang dengan cita rasa yang khas dapat gemari oleh orang banyak.

“Awalnya saya cari-cari resep di google dan melihat cara buatnya di youtube, namun rasanya terlalu biasa akhirnya saya coba kembangkan dengan berbagai varian rasa,” ucapnya kepada Radar Depok.

Beberapa varian rasa ketapang buatannya yaitu, pedas, gurih, coklat, vanilla, serta greentea.

Menjelang hari raya idul fitri seperti sekarang ini, membuat dirinya kebanjiran orderan. Dalam sehari dirinya bisa membuat hingga lebih dari 50 toples dengan berbagai varian rasa, dan hingga mendapat omset jutaan rupiah dalam setiap bulannya.

Selain menyajikan varian rasa yang unik, biji ketapang buatannya juga begitu renyah dan yang paling terpenting harganya cukup ramah dikantong. Bahan-bahan yang digunakan tidak main-main, dirinya memilih bahan dengan kualitas yang baik agar rasanya selalu terjaga. (*)

 

Editor : Pebri Mulya