kuota bansos mekarjaya disoal
DIALOG : Seluruh Pengurus RT01 hingga RT09 bersama pengurus RW21 musyawarah terkait data penerima bansos pemerintah, di Aula Kantor Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Selasa (12/05). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
kuota bansos mekarjaya disoal
DIALOG : Seluruh Pengurus RT01 hingga RT09 bersama pengurus RW21 musyawarah terkait data penerima bansos pemerintah, di Aula Kantor Kelurahan Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya. Selasa (12/05). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Kepengurusan lingkungan RW21 Kelurahan  Mekarjaya, Kecamatan Sukmajaya, berbondong-bondong mendatangi Kantor Kelurahan Mekarjaya. Tujuannya, meminta klarifikasi terkait Bansos yang tidak menyeluruh terverifikasi. Selasa (12/05)

Ketua RW21, Sumali Sadam mengatakan, yang hadir ke kantor kelurahan semua Ketua RT beserta pengurus, baik dari RT 01 sampai 09. Tak ketinggalan pengurus RW21 juga turut serta dalam dialog bersama dengan aparatur Kelurahan.

“Kami datang semua, mau minta kejelasan soal bansos. Dari pengajuan 1.587 yang menerima sekitar 177 KK. Kok bisa seperti itu,” kata Sadam kepada Radar Depok.

Pasalnya, lanjut Saddam, pengurus lingkungan yang bersentuhan langsung dengan warga tiap harinya tak bisa menjelaskan soal angka yang menerima berbanding jauh dari pengajuan.

Ia pun menyarankan ketika melakukan dialog di aula kantor kelurahan bahwa lebih baik yang melakulan pembagian secara langsung ke warga dari staf dan jajaran di kelurahan sehingga para pengurus tidak menjadi sasaran warga yang kecewa karena bansos tersebut.

“Jadi kami sifatnya hanya mengajukan saja, tidak mau membagikan. Biar warga tidak salahin RT dan RW. soalnya kami yang jadi korban kemarahan warga,” terangnya.

Pengurus di lingkungan RW 21 tidak semata menyalahkan pihak kelurahan yang juga sebagai petugas dari panjangan tangan pemerintah, melainkan pihak yang paling bertanggung jawab adalah Dinas Sosial Kota Depok yang mempunyai kewenangan penuh.

“Kami harap pemerintah tidak gembar gembor soal bansos karena menimbulkan masalah, saat data sudah masuk tapi tidak menerima bansos, padahal semua yang diajukan adalah warga yang sangat membutuhkan,” lanjut Sadam.

Hasil dari pertemuan itu, Ditegaskan Sadam bahwa pengurus diminta untuk mendata ulang warga untuk penerimaan bansos, namun dirinya beserta pengurus seluruh RT akan berupaya semaksimal mungkin karena waktu satu hari yang dinilai mepet.

Sementara itu, Lurah Mekarjaya Zaenal Arifin saat dikonfirmasi Radar Depok menuturkan kedatangan RW 21 untuk melakukan silaturahmi untuk konfirmasi terkait data penerima bansos dari pemerintah.

“Saya juga sudah minta untuk di data ulang. Semua lancar. Intinya cum silaturahmi memperjelas soal data bansos,” tandas Zenal. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu  (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya