SSB sukmajaya 1
JUARA: Supartono bersama SSB Sukmajaya binaannya saat meraih piala di salah satu kejuaraan, beberapa waktu lalu. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK
SSB sukmajaya 1
JUARA : Supartono bersama SSB Sukmajaya binaannya saat meraih piala di salah satu kejuaraan, beberapa waktu lalu. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Sekolah Sepak Bola (SSB) yang satu ini memang sudah tak asing terdengar di kuping masyarakat Kota Depok, bahkan hingga di tingkat Nasional. Berdiri sejak 1998, SSB Sukmajaya sudah banyak menorehkan prestasi dan melahirkan pesepak bola professional. Kini berusia 21 tahun, mereka merayakannya di tengah wabah Covid-19.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Hamparan rumput hijau i dalam Asrama Kostrad Cilodong menjadi markas kebanggaan sekolah sepak bola ini. Pria tegap terlihat menggunakan topi khas pelatih sepak bola. Dialah Supartono. Pendiri SSB Sukmajaya.

Supartono yang saat itu menggunakan celana training hitam dengan sepatu running menyapa dari kejauhan dengan lambaian tangan. Tak lama sampai langsung diajak ke ruang ganti tim yang menyimpan banyak cerita selama 21 tahun membangun SSB tersebut.

“Di lapangan ini, di ruangan ini, kita langkahkan kaki sejak tahun ’98. Kalau tembok ini bisa cerita banyak perjuangan yang dicurahkan,” tutur pria itu kepada Radar Depok.

Beberapa bulan sebelumnya, pendiri yang juga aktif sebagai penulis di Kompasiana ini mengaku, ada perbedaan saat merayakan hari jadi SSB Sukmajaya di tengah wabah covid-19. Semua dilakukan di kediaman masing-masing. Mulai dari official, pelatih, orang tua, dan para pemain, semuanya from home.

“Hari ini kami ulang tahun (16/05), ada sentuhan beda memang, kita rayakan di rumah masing-masing. Hanya doa dan semangat kita menyatu dan bertemu untuk sekolah bola ini,” ungkap si pendiri sekaligus penulis.

Semua pahit getir sudah dirasakan dalam mengarungi pembinaan dan pelatihan, yang pasti tidak dapat memuaskan semua orang tua dan siswa karena kesadaran bahwa jiwa yang selalu berusaha sukses ini menampung seluruh siswa dengan kemampuan berbagai-bagai siswa dari segi teknik, intelegensi, personaliti, dan speed (TIPS), sebab TIPS adalah Kurikulum SSB Sukmajaya.

“TIPS itu dasar kami sehingga itu yang membuat SSB Sukmajaya bisa berjuang dengan semangat sampai hari ini,” tegas Supartono. (*)

 

Editor : Pebri Mulya