Anggota DPRD Kota Depok Periode 2004-2009, Murthada Sinuraya
Anggota DPRD Kota Depok Periode 2004-2009, Murthada Sinuraya.
Anggota DPRD Kota Depok Periode 2004-2009, Murthada Sinuraya
Anggota DPRD Kota Depok Periode 2004-2009, Murthada Sinuraya.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Panitia seleksi jabatan Direksi PDAM Tirta Asasta Kota Depok telah mengantongi sembilan nama yang lolos tahap seleksi administrasi dari total 24 orang peserta.

Sembilan nama peserta seleksi Direksi PDAM Tirta Asasta Kota Depok periode 2020-2025 yang lolos seleksi administrasi yaitu Ade Dikdik Isnandar, Aep Saepuloh, Asep Wardana Wahyu, Mochamad Syaiful Bahri, Muhammad Olik Abdul Holik, Osman Ritanto, R Joko Sarjanoko, dan Sudirman.

Proses seleksi direksi tersebut disoroti sejumlah pihak, salah satunya oleh Mantan Anggota DPRD Kota Depok periode 2004-2009, Murthada Sinuraya. Ia mengaku, berdasarkan data yang ia miliki bahwa sesuai Perda Nomor 14/2012 tentang penyertaan modal uang Pemkot Depok di PDAM Kota Depok Tahun 2012 sampai dengan 2015 Rp51,55 miliar.

“Kemudian Perda Nomor 3/2016 Tahun 2016 investasi bertambah secara bertahap, sampai tahun 2020 total Rp499 miliar,” ungkap Murthada kepada Radar Depok, Minggu (17/05).

Selain itu lanjut Murthada, selama Tahun 2013-2015 PDAM rugi, dan setelah investasi Tahun 2016 PDAM Tirta Asasta Kota Depok mengalami kenaikan laba bersih sangat signifikan. Yaitu tahun 2016 sebanyak Rp6,395 miliar, tahun 2017 ada Rp14,406 miliar, dan tahun 2018 sebanyak Rp24,374 miliar.

“Selama periode tersebut PDAM Depok kinerjanya sangat memuaskan, dan dari aspek komplain masyarakat konsumen terhadap pelayanan yang saya ketahui praktis tidak ada sama sekali. Itu sejak peralihan manajemen dari Kabupaten Bogor ke Kota Depok,” tutur Murthada yang juga sebagai Dosen Peneliti FEB Universitas Pancasila.

Murthada menilai, direksi PDAM Tirta Asasta masa jabatan 2015-2020 telah menjalankan amanah yang dipercayakan kepada mereka dengan sebaik-baiknya selama kurun waktu lima tahun ini.

“Direksi yang lama berkinerja sangat memuaskan, dan beberapa kegiatan dapat penghargaan dari Kementerian PUPR.

Dan mengacu peraturan Permendagri Nomor 37/2018 Pasal 50 tentang pengangkatan dan pemberhentian Direksi BUMD bahwa wajar jabatan dirut dilanjutkan oleh dirut yang lama M. Olik,” pungkasnya. (rd/gun)

 

Jurnalis : M. Agung HR (IG : @agungimpresi)

Editor : Pebri Mulya