Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono
Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono
Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono
Kepala Diskominfo Kota Depok, Sidik Mulyono

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Nasib jabatan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Kadiskominfo) Kota Depok, Sidik Mulyono ditangan Walikota Depok Mohammad Idris. Surat Keputusan (SK) pemberhentian yang seharusnya dikeluarkan per 22 Mei 2020, ditunda. Saat ini,  kadiskominfo diminta membuat surat permohonan pindah bekerja.

Kepala Badan Kepegawaian dan Peningkatan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Depok, Supian Suri mengatakan, Walikota Depok Mohammad Idris menunda pemberhentian Kadiskominfo, Sidik Mulyono.

Hingga saat ini, kata Supian, belum mengeluarkan SK pemberhentian dan masih memberikan kesempatan kepada Sidik Mulyono. “Pertimbangannya, karena kita sedang fokus penanganan Covid-19 serta masih suasana lebaran,” ujar Supian Suri kepada Radar Depok.

Menurutnya, penundaan tersebut berlaku sampai batas waktu sesuai Permenpan RB No35 Tahun 2018 atau ada keputusan lain. “Artinya, bilamana batas waktu sesuai dengan Permenpan, ya selama dua tahun setelah Permenpan itu dikeluarkan yaitu 7 September 2020,” beber Supian.

Dia menambahkan, kalau sebelum tanggal itu walikota mengeluarkan SK pemberhentian, maka bisa lebih cepat. “Begitu juga sebaliknya, bila Pak Sidik mengajukan permohonan pindah menjadi Pegawai Pemkot Depok maka keputusan kembali pada walikota,” tegas dia.

Supian mengungkapkan, jika walikota menerima permohonan Sidik, maka dia bisa terus jadi Kadiskominfo melewati batas ketentuan Permenpan. “Bila Walikota Depok tidak mengabulkannya berarti Pak Sidik harus kembali ke BPPT sesuai ketentuan Permenpan RB no 35 tahun 2018,” katanya.

Menimpali hal ini, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), Sidik Mulyono mengaku,  akan mengikuti opsi yang ditawarkan sesuai aturan. “Saya ikuti saja opsi yang ditawarkan sesuai aturan. Pada akhirnya, akan saya putuskan,” singkatnya.

Perlu diketahui, masa jabatan Kadiskominfo Sidik Mulyono sesuai kontrak sebenarnya telah berakhir pada 22 Mei 2020. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya