novi siap advokasi
Novi Anggriani.
novi siap advokasi
Novi Anggriani Munadi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) periode kedua di Kota Depok, akan selesai pada Selasa, (26/05), atau sehari usai Hari Raya Idul Fitri 1441 H.

Hal ini tentu perlu mendapat perhatian khusus warga Depok yang menjadi korban atau terpapar virus Korona (Covid-19). Sebab, jumlahnya terus bertambah. Bahkan 63 kelurahan (seluruh kelurahan) di Kota Depok sudah masuk ke dalam zona merah penyebaran Covid-19 ini.

Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani Munadi yang akrab disapa Novi mengingatkan agar warga Depok tetap disiplin selama PSBB ini. Jangan sampai pada perayaan Hari Raya Idul Fitri 1441 H membuat warga Depok mengabaikan peraturan PSBB.

“Disiplin, disiplin dan disiplin PSBB untuk warga Depok. Tidak hanya pada menjelang hari lebaran tapi juga pada hari lebaran pertama dan kedua serta beberapa hari setelah lebaran, ini mengingat jumlah korban terpapar virus Corna di Depok masih tinggi di Provinsi Jawa Barat,” ujar Novi kepada Radar Depok, Senin (18/05).

Ketua Umum Komunitas NADI Center ini melancarkan kritik kepada Pemkot Depok. Menurut Novi, pengelolaan dan penyampaian data perkembangan kasus Covid-19 belum maksimal.

“Semestinya Pemkot Depok dapat menganalisis data dinamika kasus virus Korona yang dipegang. Misal, kebanyakan korban dari umuran berapa, penularan banyak terjadi dimana dan pencegahannya seperti apa serta penanganannya, bagaimana. Tidak hanya data jumlah korbannya saja yang diberitahu seperti sekarang,” kata Novi.

Dari data ini, menurut Novi dapat membantu Pemkot Depok, warga dan swasta untuk lebih peduli terhadap penyebaran Covid-19 dan lebih sigap dalam penanganan korbannya. Kalau sekarang, kata Novi, data kuantitas korban yang dimiliki Pemkot Depok tidak berbunyi, untuk menghadapi persiapan lebaran, hari lebaran dan paska lebaran.

“Kalau info yang saya dapat dari media, sejauh ini kan Walikota Depok hanya baru memberitahukan bahwa Shalat Ied di rumah saja dengan keluarga inti. Sedangkan silaturrahimnya belum ditekankan, hingga paska lebarannya atau saat masa PSBB habis, belum diberitahukan bagaimana kelanjutannya,” ketus Novi. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya