Pasien Sembuh di Kota Depok Bertambah 10 Orang

In Utama
mohammad idris baju ungu
Ketua Tim Gugus Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris.

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan data yang dikeluarkan Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Selasa (26/05), pasien positif virus Korona (Covid-19) di Kota Depok terus bertambah. Hal ini, dibuktikan dengan bertambahnya 21 pasien positif virus Korona, sehingga totalnya menjadi 535 pasien.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengungkapkan, tidak hanya yang positif saja bertambah, tetapi pasien virus Korona yang sembuh juga bertambah setelah menjalani Swab Follow Up dengan hasil negatif sebanyak dua kali secara beruntun.

“Untuk pasien yang sembuh yaitu 10 orang, totalnya menjadi 128 orang,” ucap Idris.

Penambahan pasien positif virus Korona, berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok yang ditindaklanjuti dengan Swab di Labkesda dan PCR di Laboratorium RSUI sebanyak 12 orang dan 9 orang lagi infomasi kasus yang berasal dari Dinas Kesehatan Provinsi DKI Jakarta.

Idris pun menuturkan, meskipun akan berdampak pada penambahan kasus dalam setiap harinya, strategi detect melalui rapid test dan swab PCR akan terus dilakukan, agar kasus dapat dijaring, dipetakan dan diintervensi.

“Mohon warga dan seluruh elemen untuk dapat memahami hal ini, dengan tidak membuat interpretasi sendiri demi kebaikan dan keselamatan semua,” tuturnya.

Untuk PDP yang meninggal saat ini berjumlah 71 orang, terdapat penambahan dibandingkan hari sebelumnya yaitu sebanyak 3 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif, karena harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI.

Ia pun menjelaskan, berkenaan dengan masa PSBB III yang akan berakhir tanggal 26 Mei 2020, sesuai dengan Keputusan Gubernur Jawa Barat Nomor 443/Kep.274-Hukham/2020 tentang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Daerah Provinsi Jawa Barat dalam rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19 dan diputuskan PSBB Daerah Jawa Barat dilanjutkan sampai dengan tanggal 29 Mei 2020, termasuk didalamnya PSBB Bodebek. Untuk Kota Depok dimuat dalam Peraturan Walikota Depok Nomor 43/217/Kpts/Dinkes/Huk/2020 tentang Perpanjangan PSBB dalam rangka Percepatan Penanggulangan Covid-19, yang diputuskan perpanjangan hingga tanggal 29 Mei 2020.

Berkenaan dengan banyaknya pertanyaan tentang kebijakan penanggulangan virus Korona setelah masa perpanjangan PSBB berakhir, saat ini pihaknya masih mengkaji secara mendalam dari beragam dimensi, baik dari sisi kesehatan dengan menganalisis data statistik kasus, maupun dari sisi lainnya terutama ekonomi, sosial budaya, tingkat kedisiplinan warga dan sinergi kebijakan antar daerah di Jabodetabek.

“Sebelum tanggal 29 Mei 2020 kami Forkopimda akan melaksanakan rapat untuk membahas kebijakan ini, dan pada kesempatan pertama akan segera disampaikan kebijakan yang akan diambil oleh Kota Depok,” jelasnya.

Dalam rangka pencegahan penularan virus Korona, untuk pembatasan pergerakan orang dari luar wilayah Jabodetabek yang masuk ke wilayah Kota Depok, sudah diformulasikan dalam Peraturan Walikota Depok Nomor 36 Tahun 2020 tentang pengaturan arus balik pergerakan orang dalam upaya pencegahan penyebaran virus Korona. (rd/tul)

 

Isi Peraturan Walikota Depok Nomor 36 Tahun 2020 :

a. Setiap orang dilarang melakukan kegiatan arus balik masuk Kota Depok tanpa dilengkapi dengan persyaratan yang ditentukan.

b. Bagi yang melanggar ketentuan akan diarahkan untuk kembali ke tempat asal perjalanan.

c. Setiap warga Kota Depok yang melakukan kegiatan arus balik masuk Kota Depok dari Luar Jabodetabek wajib melengkapi persyaratan : memliki ktp-el Kota Depok atau Kartu Keluarga Kota Depok, surat pernyataan sehat bermaterai, surat keterangan hasil rapid test non reaktif dari Puskesmas atau Rumah Sakit tempat asal perjalanan.

d. Bagi yang tidak memiliki KTP-EL Kota Depok atau Kartu Keluarga Kota Depok, wajib melengkapi persyaratan :
– Memiliki surat keterangan dari kelurahan/desa diketahui Camat tempat asal perjalanan yang menerangkan maksud dan tujuan kedatangan ke Kota Depok.
– Surat Pernyataan Sehat Bermaterai.
– Surat Keterangan Hasil Rapid Test Non Reaktif dari Puskesmas atau Rumah Sakit tempat asal perjalanan.
– Memliki surat jaminan bermaterai dari keluarga yang ada di Kota Depok diketahui RT Setempat atau surat jaminan bermaterai dari tempat kerja yang ada di Kota Depok.
– Bagi yang melakukan perjalanan dinas melampirkan Surat Keterangan dari tempat kerja yang berada di Kota Depok.
– Bagi yang karena alasan darurat melakukan kegiatan masuk ke Kota Depok melampirkan Surat Keterangan Domisili Tempat Tinggal dari Kelurahan di Kota Depok.

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

vaksin korona baru

Tahap Pertama Ada 40,2 Juta Orang Penerima Vaksin Covid-19 Gratis

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Bulan Januari 2021 diagendakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjalankan program vaksinasi. Ini

Read More...
waspada virus korona

Kecamatan Cimanggis jadi Wilayah Terbanyak Covid-19 di Kota Depok

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Sampai Sabtu (2/1), jumlah pasien/kasus virus Korona (Covid-19) di Kota Depok mencapai 3.521 orang Dengan catatan tersebut,

Read More...
Disinfektan PPM Cipayung

Rayakan Ulang Tahun ke-40, PPM Cipayung Semprot Disinfektan

PERINGATI : Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Cipayung semprot disinfektan di tiga titik dalam rangka

Read More...

Mobile Sliding Menu