PSBB di pasar musi
BERDESAKAN : Suasana aktivitas jual beli di Pasar Musi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (18/05). Seiring diperpanjangnya PSBB di Kota Depok, aktivitas pasar masih belum memperhatikan aspek kesehatan untuk berjaga jarak (Physical Distancing). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PSBB di pasar musi
BERDESAKAN : Suasana aktivitas jual beli di Pasar Musi, Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Senin (18/05). Seiring diperpanjangnya PSBB di Kota Depok, aktivitas pasar masih belum memperhatikan aspek kesehatan untuk berjaga jarak (Physical Distancing). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOk.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan segera menindaklanjuti hasil rapid test yang dilaksanakan di sejumlah pasar. Nantinya, pedagang pasar yang terdeteksi reaktif positif, akan diisolasi mandiri guna memutus penyebaran Covid-19 di Kota Depok dan sarana umum, Senin (18/05).

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo mengatakan, Tim Gugus Tugas Percepatan penanganan Covid-19 Kota Depok segera menindaklanjuti hasil rapid tes yang digelar di sejumlah pasar. Pedagang yang terindikasi reaktif akan mengikuti swab. Namun, pedagang yang negatif harus mengikuti protokoler Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan sosial distancing.

“Nanti pedagang yang sudah di swab diminta untuk isolasi mandiri,” ujar Sri Utomo kepada Radar Depok, Senin (18/05).

Utomo menjelaskan, selain melakukan isolasi mandiri, pedagang tersebut akan di isolasi sampai hasil tes selanjutnya menjadi negatif. Tidak hanya itu, akan dilakukan tracing kepada pedagang apabila menunjukan positif. Dia belum mengetahui pelaksanaan swab massal dan baru melaksanakan rapid test. Untuk swab massal, pihaknya masih mengutamakan PCR yang dinyatakan PDP, ODP, maupun OTG.

“Itu (dinyatakan) yang kami lakukan menggunakan swab PCR,” terang Sri Utomo.

Menurutnya, pasien yang dinyatakan rekatif telah selesai dilakukan dan memiliki PCR, Pemkot Depok akan menggelar swab massal. Swab massal akan disasar ke sarana umum selain di pasar. Contohnya, tempat penjualan takjil, terminal, rumah ibadah maupun tempat yang sifatnya massal.

Pemkot Depok, lanjut Utomo tidak akan melakukan penutupan pasar yang kedapatan pedagang terindikasi reaktif. Menurutnya, rapid test yang dilakukan belum tentu hasilnya positif, kemungkinan reaktif terjadi pada saat dilakukan rapid test.

“Kami menekankan untuk isolasi mandiri sampai hasilnya swabnya keluar,” tegas dia.

Diketahui sebelumnya, semakin hari Virus Korona di Kota Depok belum menunjukkan menjadi sahabat. Minggu (17/05), berdasarkan data Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok jumlah positif sebanyak 414 orang. Kabar baiknya warga Depok yang sembuh penyakit yang menyerang pernafasan ini sudah 95 orang.

Ketua Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, terjadi penambahan kasus konfirmasi positif sebanyak 19 kasus. Penambahan kasus berasal dari tindaklanjut program rapid tes Kota Depok, yang dilanjutkan dengan Swab di Labkesda dan PCR di laboratorium RSUI sebanyak 15 kasus dan empat kasus berasal dari Lab Eijkman.

“Namun kasus sembuh hari ini bertambah enam orang dari sebelumnya 89 orang menjadi 95 orang,” ujar Mohammad Idris kepada Harian Radar Depok, Minggu (17/05).

Idris menjelaskan, kasus konfirmasi positif yang dinyatakan sembuh telah menjalani swab follow up dengan hasil negatif sebanyak dua kali. Hingga saat ini, penyebaran kasus konfirmasi positif telah ditemukan di 62 kelurahan dari 63 kelurahan di Kota Depok.

Menurutnya, Pemerintah Kota Depok akan terus melakukan secara masif pemeriksaan rapid test ditempat umum, maupun ditempat yang diidentifikasi berpotensi menjadi lokasi penularan. Pemerintah Kota Depok telah melakukan rapid tes dan swab di sejumlah pasar di Kota Depok. Dari 585 sampel di pasar tradisional terdapat tiga orang reaktif. Untuk pasar swalayan dari 405 sampel terdapat 20 orang reaktif.

“Dari total sampel 990 ditempat umum sebanyak 23 orang reaktif atau sebesar 5,45 persen dan akan ditindaklanjuti dengan periksaan Swab PCR,” terang orang nomor satu di Kota Depok ini. (rd/dic) 

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto : (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya