Pembunuh Pedagang Ayam Divonis 20 Tahun

In Metropolis
sidang pembunuh pedagang ayam
BUNUH : Setelah membunuh temannya, Boncu di vonis 20 tahun hukuman penjara. Penegasan tersebut dilakukan saat sidang online di PN Depok, Kamis (30/04). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Andi Mardiyansyah alias Boncu tak berkata-kata dalam video teleconference di Pengadilan Negeri (PN) Depok, Kamis (30/4). Terdakwa pembunuh sadis terhadap temannya Asbulloh, di Kelurahan Grogol, Kecamatan Limo Kota Depok, divonis hukuman 20 tahun kurungan penjara.  Pembacaan tersebut dilakukan majelis hakim yang dipimpin Hakim Ketua Andi Imran dan Hakim Anggota Rizky Nazario dan Ervianti dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Depok.

Vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim Andi Imran dalam sidang melalui teleconference di PN Depok, sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) AB Ramadhan. Seminggu lalu terhadap terdakwa Andi Mardiyansyah alias Boncu, yang dinyatakan terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana pembunuhan berencana sesuai Pasal 340 KUHP Pidana.

Selain itu, Majelis Hakim Andi Imran menambahkan, seluruh barang bukti berupa satu unit sepeda motor Suzuki Smash warna merah hitam nopol B 6596 EFJ, 1 potong sweater warna hitam, 1 potong kaos warna hitam bertuliskan Monday Sucks, 1 celana jeans panjang warna hitam, 1 buah celana dalam warna cokelat, 1 pasang kaos kaki berwarna hitam, 1 buah kalung besi putih, 1 buah cincin batu akik, 1 buah cincin, uang tunai sebesar Rp4.500.000, dan 1 unit handphone merek Samsung tipe Galaxy J4 Plus warna hitam berikut casing belakang terdapat tulisan GEA dikembalikan kepada pihak keluarga melalui saksi Siti Rosyidah.

Sementara itu, Kuasa Hukum Boncu, Andi Tatang Supriadi mengaku akan pikir-pikir dalam putusan tersebut.

“Kita sebagai kuasa hukum akan pikir-pikir atas putusan tersebut,” kata Andi Tatang.

Pihaknya mengatakan majelis hakim tidak mempertimbangkan hal yang telah diajukan dalam persidangan, baik saksi-saksi dan alat bukti yang dihadirkan di persidangan, sehingga pihaknya memikir apakah akan melakukan banding atau menerima putusan tersebut.

“Namun kita juga mewakili terdakwa menyampaikan permohonan maaf kepada keluarga korban atas terjadinya kasus ini sehingga korban meninggal dunia,” tandas Andi Tatang. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ilustrasi PNS ASN indonesia

Ada Lima ASN Positif Covid-19, Berikut Rinciannya

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Mulai menyebarnya Covid-19 di tubuh Apartur Sipil Negara (ASN), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok melakukan langkah cepat

Read More...
pembuatan akta kelahiran di depok

Pemohon Akte Kelahiran Fluktuatif di Depok

MENGURUS BERKAS : Sejumlah warga berada di Ruang Pelayanan Disdukcapil, Balaikota Depok untuk mengurus berkas

Read More...
edi sitorus wawancara

Demokrat Depok Siapkan Simbolisasi Penyerahan SK

BERI KETERANGAN : Ketua DPC Partai Demokrat Kota Depok, Edi Sitorus saat dikonfirmasi awak media

Read More...

Mobile Sliding Menu