Beranda Utama Pemkot Depok Anggap Adanya Multitafsir Kebijakan Menhub Transportasi Boleh Beroperasi Lagi

Pemkot Depok Anggap Adanya Multitafsir Kebijakan Menhub Transportasi Boleh Beroperasi Lagi

0
Pemkot Depok Anggap Adanya Multitafsir Kebijakan Menhub Transportasi Boleh Beroperasi Lagi
PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta – Depok, Senin (20/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK
PSBB di depok ramai lancar
PEMERIKSAAN IDENTITAS : Petugas gabungan melakukan pemeriksaan identitas pengendara yang berpenumpang dan tidak memakai masker saat penerapan PSBB di Perbatasan Jakarta – Depok, Senin (20/04). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemerintah Kota (Pemkot) Depok beranggapan adanya aturan baru dari Kementerian Perhubungan (Kemenhub) tentang diperbolehkannya transportasi umum mengangkut penumpang dianggap multitafsir.

Karena, dengan adanya hal tersebut, warga bisa beranggapan mudik diperbolehkan.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Depok, Dadang Wihana saat menyampaikan pandangannya dalam diskusi daring bersama Kepala Badan Pengelola Transportasi Jabodetabek pada Rabu 6 Mei 2020 telah menyampaikan pendapatnya tersebut.

“Karena ada misalkan, ada pegawai di luar pemerintah jika tak ada surat tugas dapat pake surat tugas yang dari lurah/kades,” tuturnya.

Menurutnya ketentuan tentang pengecualian penggunaan transportasi rawan disalah gunakan.

Disebutkannya dengan adanya kebijakan dari Kemenhub tersebut, menjadikan adanya celah untuk warga tetap bisa melakukan mudik ke kampung halaman di saat sedang adanya Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

“Khawatir, dengan kebijakan yang sekarang dikeluarkan walaupun saya baru terima pengecualian-pengecualian yang bisa menggunakan moda transportasi, khawatir interpretasi di lapangan itu sulit,” kata dia. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya