penyegelan tukang baju cipayung
DITUTUP : Satpol PP Kota Depok saat melakukan pemasangan stiker penutupan sementara salah satu toko di wilayah Kecamatan Cipayung. FOTO : SATPOL PP FOR RADAR DEPOK
penyegelan tukang baju cipayung
DITUTUP : Satpol PP Kota Depok saat melakukan pemasangan stiker penutupan sementara salah satu toko di wilayah Kecamatan Cipayung. FOTO : SATPOL PP FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Berdasarkan Peraturan Gubernur Jabar Nomor 20 Tahun 2020, jika ada toko-toko (pakaian, elektronik, sepatu, dan lainnya) atau tempat usaha yang tidak dikecualikan, ternyata buka (berjualan) akan disegel.

Hal itu diutarakan oleh Sekdis Satpol PP Kota Depok, Fery Birowo berkaitan dengan masih adanya sejumlah toko yang tetap buka atau berdagang di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) ketiga di Kota Depok.

“Dengan pembelakuan PSBB yang diperpanjang berdasarkan Peraturan Gubernur Jabar Nomor 20 Tahun 2020, jika ada toko-toko (pakaian, elektronik, sepatu, dan lainnya) atau tempat usaha yang tidak dikecualikan, ternyata buka (berjualan) akan disegel,” ujarnya.

Langkah tersebut harus dilakukan lantaran pemilik toko tidak mengindahkan teguran petugas sebelumnya.

“Jika ternyata selanjutnya tetap masih membandel juga, maka akan didenda uang maksimal sebesar Rp 10.000.000,” tegas Fery Birowo.

Bahkan, lebih jauh petugas tak segan-segan mencabut izin tempat usaha tersebut.

Menurut Fery, ke depannya tim gabungan petugas tersebut akan terus melakukan pengawasan selama penerapan PSBB tahap ketiga di Kota Depok yang sampai 26 Mei mendatang. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya