Pesantren Jangan Sampai Dianaktirikan

In Satelit Depok
pesantren jangan dianaktirikan
Humaidi Mufa.

 

RADARDEPOK.COM, BOJONGSARI – Perjalanan panjang melawan penyebaran Covid-19 (Virus Korona) terus dilakukan semua pihak. Berdasarkan instruksi Presiden  saat ini, Pemerintah baik pusat maupun daerah, sedang mempersiapkan diri dimulainya pemberlakuan New Normal atau tatanan normal baru.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Garda Santri Kota Depok, Humaidi Mufa mendesak agar  Pemerintah  terlebih dahulu memberikan perhatian terhadap pondok pesantren. Pasalnya, peran pesantren sebagai lembaga pendidikan, khususnya dalam pembentukan karakter serta keilmuan sangat signifikan.

“Jangan sampai lagi-lagi pondok pesantren dianaktirikan di negeri ini. Padahal secara histori juga turut andil dan berperan aktif dalam memerdekakan negera ini,” ujar Mufa, Jumat (29/)5).

Panglima Santri Kota Depok ini menilai, Pemerintah belum serius dalam menjelaskan mekanisme  pembelajaran di tengah wabah pandemi Covid-19. Pasalnya sampai saat ini, ia  baru mendengar Pemerintah membahas  pemberlakuan di ranah umum, seperti, kantor, lembaga Pemerintahan, pasar, mal, alat transportasi, dan sejenisnya.

Untuk itu, pihaknya meminta Pemerintah Pusat, provinsi maupun kabupaten/kota, agar turun untuk menyelesaikan masalah ini secara serius.  Harapannya, agar proses pembelajaran di pondok pesantren tetap berlangsung, dengan memperhatikan protokoler kesehatan.

“Ketika pemberlakuan New Normal ini menggunakan protokol kesehatan, maka setiap pesantren dituntut juga untuk dapat mempersiapkan sarana  pendukung. seperti harus menyiapkan pos kesehatan pesantren,  tenaga medis, fasilitas umum yang memadai dan lain sebagainya. Nah,  saat ini Pesantren -pesantren kita belum siap menghadapinya,” tegasnya.

Hal senada diutarakan Pengurus GP Ansor Kota Depok, Junaedi. Menurutnya di masa pandemi, Pesantren juga kena imbasnya. Pasalnya, para santri di pulangkan dan aktivitas pesantren juga terpengaruh. Ia menambahkan, secara nasional saat ini terdapat 28.000 pondok pesantren,  dengan 18 juta santri dan  sekitar 1,5 juta pengajar. Sementara itu,  Kemenag Kota Depok mencatat saat ini sedikitnya 150 pondok p0esantren tersebar di Kota Sejuta Maulid ini.

“Disinilah peran Pemerintah dituntut untuk juga hadir didalamnya. Tentunya, kita berharap semua bisa teratasi dan kembali beraktivitas seperti sediakala,” tandasnya. (rd/dra) 

 

Jurnalis : Indra Abertnego Siregar : (IG : @regarindra)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Omnibus Law Mengancam Mahasiswa dan Pendidikan

Oleh: Fatimah Azzahrah Hanifah Mahasiswi Universitas Indonesia   SEJAK dikeluarkannya wacana pembentukan omnibus law 2019 silam, gelombang protes terjadi di berbagai kalangan

Read More...
polwan tebar bibit ikan

Polwan Tebar 11.000 Bibit Ikan di Situ Jatijajar

TEBAR : Anggota Polisi Wanita (Polwan) tengah menebar 11.000 bibit ikan di Situ Jatijajar,  Kelurahan

Read More...
polwan depok tebar sembako

Polwan Tebar 1.500 Paket Sembako di Depok

KOMPAK : Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah (depan dua dari kiri), saat menerima kunjungan Polisi

Read More...

Mobile Sliding Menu