Rahmat yang Gagal Pulang Kampung ke Jogjakarta : Tiga Hari Tinggal di Halaman Rumah Warga

In Metropolis
gagal mudik ke jogja
NELANGSA : Lokasi rumah sementara Rahmat yang dilakukan warga RW8 di Jalan Irigasi Kampung Sasak, Kelurahan/Kecamatan Limo, Senin (4/5). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

Rahmat harus menerima pil pahit. Tat kala ingin menyusul anak istrinya yang lebih dulu pulang kampung ke Jogjakarta, Jawa Tengah malah tercecer merana. Kini pedagang lontong sayur ini, harus tinggal di sebelah rumah Dikin di RW8 Kelurahan Limo, Kecamatan Limo Kota Depok dengan ukuran 2×7 meter.

Laporan : Dicky Agung Prihanto

RADARDEPOK.COM – Siang kemarin (4/5), langit Kota Depok redup redam. Sinaran matahari tak begitu sengat. Rahmat masih merenung di ruangan 2×7 meter. Di ruangan seadanya itu, masuk dalam lahan milik Ikin. Bapak empat anak ini harus rela tidur berselimut dingin, akibat tidak lagi memiliki uang untuk kembali mengontrak rumah. Sudah tiga hari, Rahmat tinggal digubuk hasil buah karya warga setempat.

Sebelum tinggal di halman rumah Dikin. Jumat 1 Mei, Rahmat niat ingin pulang kampung ke Jogjakarta menggunakan bus. Sampai di Jakarta dia tidak kena penghentian Pembatasan Sosial Bersekala Besar (PSBB). Nah, masuk di wilayah Karawang Jawa Barat semua rombongannya dihentikan dan harus putar balik. Rahmat sangat kesal, impiannya ingin bertemu anak istri yang lebih dulu pulang kampung kandas. Akhirnya dia kembali ke Kota Depok. Sesampainya di Kelurahan Limo dia bingung harus tinggal dimana.

Rahmat mengatakan, akibat dampak ekonomi yang disebabkan Covid-19, membuat usahanya berjualan lontong sayur mengalami kegagalan. Demi mengurangi beban ekonomi, istri dan ke empat anaknya memutuskan untuk pulang kampung terlebih dahulu ke Jogjakarta.

“Saya disini mengontrak dikarenakan sudah tidak ada penghasilan, akhirnya saya memutuskan untuk pulang kampung,” ujar Rahmat mengingat.

Rahmat mengungkapkan, saat melakukan perjalan mudik dan melintas di wilayah Karawang, dia terkena operasi penyekatan yang dilakukan pihak kepolisian. Akibatnya, Rahmat gagal melanjutkan perjalanan mudik ke Jogjakarta. Dikarenakan tidak memiliki uang, dia terpaksa tinggal sementara dan menumpang di halaman rumah belakang milik Dikin. Beruntung, masyarakat sekitar menolong Rahmat dan memberikan tempat tinggal sementara dan makanan untuk bertahan hidup.

“Alhamdulillah saya mendapatkan bantuan warga sekitar sini untuk bertahan tidur. Sudah tiga hari saya tidur disini,” terang Rahmat.

Ditemui dekat lokasi Rahmat tinggal, Mantan RW4 Kelurahan Limo, Nasir menuturkan, melihat kondisi Rahmat yang gagal mudik, dan tidak memiliki uang. Dia bersama warga sekitar berinisiatif memberikan tempat tinggal sementara. Tempat tinggal Rahmat menggunakan halaman belakang rumah Dikin, berukuran dua kali tujuh meter.

Guna memberikan perlindungan Rahmat dari udara dinginnya malam dan terik matahari, tempat tinggal Rahmat diberikan penutup berupa ambal-ambalan. Namun, tempat tinggal sementara Rahmat tidak memiliki kamar mandi.

“Untuk sementara Rahmat menumpang kamar mandi di rumah warga sekitar,” ucap Nasir.

Nasir mengungkapkan, untuk konsumsi makan, Rahmat kerap diajak masyarakat sekitar untuk makan bersama warga. Bahkan, warga berinisasi memberikan kompor untuk Rahmat apabila membutuhkan keperluan untuk sekedar masak atau membuat minum.

Sudah tiga hari Rahmat tinggal di rumah sementara sebagai tempat perlindungan. Selain itu, belum ada bantuan dari Pemerintah Kota Depok untuk Rahmat yang gagal mudik akibat dampak Covid-19.

“Belum ada bantuan sementara masih warga sekitar yang membantu kehidupan Rahmat,” terang pria yang tergabung dengan Akar Rumput ini.

Melihat keadaan tersebut, Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Kelurahan Limo, Abdul Hamid mengaku, salut dengan warga sekitar yang mau berbagi bersama. Dia akan berkoordinasi dengan Satgas Covid-19 Kelurahan Limo terkait bantuan yang dibutuhkan.

“Kami tidak akan tinggal diam, nanti akan dikomuniaksi dahulu dengan satgas. Kami juga akan mendatangi lokasi tersebut,” terangnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.

Novi : Jika IBH Pro Perempuan dan Anak, Kenapa Tidak

Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Nama kader PKS

Read More...

Sadis, AO Ditemukan Meninggal dalam Kondisi Terikat di Apartemen Depok

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, DEPOK – AO ditemukan meninggal dunia di dalam apartemen Margonda Residence 5, Kecamatan Beji, Kota

Read More...
pintu dua RSUD depok

Pintu Dua RSUD Kota Depok Dibuka

SOSIALISASI : Suasana sosialisisasi pembukaan pintu dua RSUD Kota Depok, di Aula Kantor Kecamatan Sawangan.

Read More...

Mobile Sliding Menu