Rencana Kemendikbud Sekolah Dibuka Juli, Dianggap Beresiko

In Pendidikan
Belajar di sekolah abis korona
ILUSTRASI

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Rencana Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) untuk membuka kegiatan belajar mengajar di sekolah pada pertengan Juli 2020, dianggap Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kementerian Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), Agus Sartono terlalu berisiko.

“Masih berisiko jika pertengahan Juli sekolah dimulai. Menurut saya memang harus dipastikan benar bahwa sekolah aman,” ujar Agus, Senin (11/05).

Agus menyebut yang perlu diutamakan adalah memastikan keamanan lingkungan siswa dan pendidik dari virus Korona (Covid-19) saat memutuskan membuka kembali sekolah. Protokol kesehatan juga perlu dipastikan berjalan dengan baik untuk mencegah virus Korona.

Menurutnya, salah satu hal yang perlu dipikirkan adalah keharusan menjaga jarak selama kegiatan sekolah berjalan. Jika sekolah menerapkan mekanisme siswa secara bergiliran belajar di sekolahnya, tentunya guru jadi harus mengajar dua kali.

“Kalau virus Korona sudah bisa dikendalikan hingga Juli, mungkin yang paling realistis mundur sedikit awal sekolah (dibuka) di bulan Agustus,” ujarnya.

Pada rapat Koordinasi Skenario Pembukaan Pembelajaran Pasca-Bencana Non-Alam Covid-19 yang digelar Kemenko PMK pada 1 Mei 2020, menghasilkan dua skenario pembukaan sekolah.

Skenario pertama, jika pandemi selesai akhir Juni 2020, pembelajaran tahun ajaran 2019/2020 bisa dilakukan di sekolah bulan Juli 2020.

Pada bulan tersebut sekolah bakal mengejar capaian kurikulum yang tertinggal selama pembelajaran jarak jauh (PJJ) diterapkan. Bahkan, proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) bisa dilakukan di sekolah sesuai protokol kesehatan yang ditentukan pemerintah.

Kemudian tahun ajaran 2020/2021 bakal mulai awal Agustus 2020. Ini artinya tidak ada libur kenaikan kelas untuk siswa. Libur akan digeser akhir tahun.

Skenario kedua, jika pandemi baru berakhir Desember 2020, akan dilakukan pengunduran jadwal kalender pendidikan nasional.

Pembelajaran tahun ajaran 2019/2020 bakal terus berlanjut dan mulai dilakukan di sekolah pada Desember 2020. Kemudian tahun ajaran 2020/2021 baru dimulai Januari 2021.

Skenario ini punya sejumlah konsekuensi. Misalnya terkait solusi pembelajaran di SMK yang memerlukan pengadaan alat praktek siswa di rumah dan akses magang.

Tentunya Kemendilbud dan Kementerian Agama harus mencarikan solusi biaya akibat perpanjangan semester bagi sekolah swasta. Bappenas dan Kementerian Keuangan juga harus memfasilitasi insentif untuk sektor pendidikan.

Dalam hal ini Kemendikbud dan Kementerian Dalam Negeri harus memonitor dampak akibat perpanjangan dan penggantian tahun ajaran secara berkala. Revisi sejumlah peraturan mulai dari soal PPDB dan kalender pendidikan harus disusun untuk memfasilitasi skenario ini

Namun melihat kondisi saat ini, Agus menyebut satu skenario yang paling memungkinkan, yakni sekolah mulai dibuka pada pertengahan semester tahun ajaran 2020/2021 pada Agustus atau September 2020.

“Artinya tatap muka langsung. Tetapi kalau proses belajar mengajar dapat saja melanjutkan sistem daring,” ujarnya.

Sebelumnya Kemendikbud mengungkap kemungkinan pembukaan kembali sekolah pada pertengahan Juli 2020. Namun, pembukaan sekolah itu berlaku untuk daerah yang sudah dinyatakan aman dari penyebaran virus Korona.

Pelaksana Tugas Deputi IV Kantor Staf Presiden Bidang Komunikasi Politik Juri Ardiantoro mengatakan keputusan pembukaan sekolah di tengah pandemi Korona ada di tangan Presiden Joko Widodo setelah mendapat masukan dari pihak terkait. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pintu dua RSUD depok

Pintu Dua RSUD Kota Depok Dibuka

SOSIALISASI : Suasana sosialisisasi pembukaan pintu dua RSUD Kota Depok, di Aula Kantor Kecamatan Sawangan.

Read More...
imam budi bermasker hitam

IBH : Jangan Lengah, Covid-19 Masih Ada

Imam Budi Hartono   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Anggota DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono meminta masyarakat, untuk

Read More...
KPU sosialisasi tahapan

KPU Depok Sosialisasi Tahapan Pencalonan

SAMBUTAN : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna saat memberikan sambutan dalam sosialisasi tahapan pencalonan

Read More...

Mobile Sliding Menu