Samsat Depok Beri Sembako Buat Korban Korona        

In Metropolis
samsat depok bagikan sembako
PEDULI : Pamin STNK Samsat Depok, Iptu Martha Catur Wurihandini bersama Kepala Pusat Pengelolaan Pendapatan Daerah (P3D) Wilayah Depok 1 Sukmajaya, N Ida Hamidah, menyalurkan bantuan sembako kepada masyarakat, di halaman Samsat Depok, Kamis (30/04). FOTO : JUNIOR/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, SUKMAJAYA – Prihatin dengan kondisi masyarakat yang kian kekurangan, imbas dari pandemi Virus Korona. Samsat Depok menyalurkan puluhan paket sembako kepada masyarakat membutuhkan, Kamis (30/4). Penyerahan bantuan dihelat di halaman Samsat Depok.

Pamin STNK Samsat Depok, Iptu Martha Catur Wurihandini mengatakan, bantuan ada sebayak 30 paket. Dikhususkan untuk masyarakat kurang mampu, yang bermukim tak jauh dari Samsat Depok.

“Untuk pendataan warga penerima sembako, kami bekerjasama dengan Kecamatan Sukmajaya. Mereka yang mendata,” ungkapnya kepada Radar Depok.

Ia betrharap agar bantuan ini bisa berguna. Nantinya jika memang memungkinan, akan dihelat lagi penyaluran sembako dengan sekup lebih besar lagi. Sementara ini, sembako diperuntukan bagi masyarakat yang benar-benar belum tersentuh bantuan.

“Tentunya kami prihatin dengan kondisi saat ini. Ekonomi juga sangat terdampak. Apalagi, di Sukmajaya sudah masuk zona merah,” tegas istri Wakil Walikota Depok, Pradi Supriatna ini.

Disinggung soal pelayanan samsat, dirinya tak menampik, bila selama pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Depok, jumlah  kunjungan masyarakat menurun drastis. Dari biasanya bisa mencapai 150 orang/hari, kini Cuma berkisar 15 orang saja.

“Jangan ditanya kalau jumlah pelayanan. Menurun sekali jumlahnya. Kami juga hanya menerima pelayanan sampai pukul 13:00 WIB saja,” bebernya.

Meski begitu, masyarakat tak perlu khawatir. Artinya bila memang tak bisa melakukan pelayanan tatap wajah, kata dia, bisa menggunakan aplikasi daring. Melalui aplikasi E-Samsat atau Sambara.

Lebih jauh, ia menjelaska, jumlah penerbitan STNK baru juga menurun. Salah satu penyebabnya, lantaran banyal dealer yang tutup akibat PSBB.

“Memang ada dealer yang masih diperbolehkan buka, namun harus mengantongi surat izin dari Kementerian Perindustrian,” tandasnya. (rd/jun)

 

Jurnalis : Junior Williandro

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

logo UI dari jauh

Peneliti dan Akademisi UI Soroti Kebijakan Prioritas untuk Covid-19

SUASANA ASRI : Sejumlah kendaraan melintas di kawasan Universitas Indonesia (UI). FOTO : AHMAD FACHRY

Read More...
santunan yatim di jatimulya

423 Warga Jatimulya Terima Santunan

BERBAGI : Camat Cilodong Supomo didampingi Ketua Panitia Santunan Yatim dan Dhuafa Jatimulya, H Adi

Read More...
sosialisasi empat pilar milenial

Hasbullah Sosialisasi Empat Pilar ke Milenial Cilodong

SOSIALISASI : Anggota DPRD Jawa Barat, HM. Hasbullah Rahmad (Kedua dari kanan) di damping istri

Read More...

Mobile Sliding Menu