PDAM tirta asasta depok

PDAM tirta asasta depok

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Selama dua hari Kamis (14/5) dan Jumat (15/5), sembilan peserta seleksi penerimaan calon pimpinan Direksi PDAM Tirta Asasta Kota Depok sedang mengikuti Ujian Kelayakan dan Kepatutan (UKK). Dua hari sembilan calon bos PDAM Tirta Asasta Kota Depok ini, memutar otak jalannya seleksi secara daring atau online.

Kepala Bagian (Kabag) Ekonomi Sekretariat Daerah (Setda) Pemkot Depok, Wahid mengatakan, dalam tahap seleksi administrasi, pansel memeriksa kesesuaian antara berkas lamaran dengan persyaratan.

“Jika terpenuhi syarat administrasi maka kesembilan peserta berhak mengikuti UKK,” kata Wahid kepada Radar Depok, Kamis (14/05).

Terkait ada nama calon Direksi yang merupakan direksi lama, Olik Abdul Holik. Pihaknya tidak banyak menanggapi, karena aturannya selama dia melamar, dan lolos tes administrasi pihaknya berhak untuk melanjutkan ke tahapan selanjutnya.

“Sembilan bakal calon anggota direksi yg dinyatakan lulus seleksi administrasi berhak mengikuti UKK (didalamnya termasuk psikotes),” tegas Wahid.

Perlu diketahui, masa jabatan direksi lama periode 2015-2020 telah berakhir per 20 Maret 2020. Sebagai informasi Pemerintah Kota Depok menggelontorkan dana penyertaan Modal kepada PDAM sebesar Rp499 miliar untuk mencapai target RPJMD. Yaitu, sambungan langganan (SL) target 30 persen penduduk Depok yakni 100.100 SL dan menanggulangi kehilangan air sebesar 25 persen.

Pada saat masa jabatan direksi yang lama dinyatakan berkahir target tersebut tidak tercapai. SL hanya bertambah 15.000 atau hanya 17 persen dari target 100.100 SL dan target program kegiatan kehilangan air tercapai 29 persen dari target 25 persen.

Padahal dana penyertaan modal Pemkot Depok sudah dicairkan sebesar Rp420 miliar atau 75 persen dari total Rp499 miliar, selama kurun waktu 5 tahun terakhir.(rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya