Survei Kemenhub : 57 Persen Orang Tidak Mau Mudik

In Utama
larangan mudik depok
MUDIK PANDEMIK : Suasana pemudik masih terlihat ramai di Terminal Jatijajar , Jalan Raya Bogor Kecamatan Tapos. Satu pekan terakhir pemudik masih meramaikan terminal meski larangan mudik tahun ini sudah dikeluarkan pemerintah pusat, Kamis (23/04). FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Badan Penelitian dan Pengembangan (Balitbang) Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan survei online (daring) tentang angkutan mudik di Lebaran 2020 dalam pengaruh pandemi virus Korona (Covid-19).

Ada 42.890 responden yang berpartisipasi. Rincian responden berasal dari Jabodetabek 32,7 persen, lalu 12,3 persen Jatim, 12 persen Jateng, 9,7 persen Jabar, sisanya 33,3 persen dari daerah lain seluruh Indonesia.

Hasilnya, 57 persen diantaranya memutuskan untuk tidak mudik, 37 persen belum mudik dan 7 persen sudah mudik.

Sejumlah 99 persen sudah memahami dan mengetahui terkait virus Korona. Namun, yang tidak paham nol persen, lalu yang sangat paham 55 persen, paham 44 persen, dan sangat tidak paham.

Selanjutnya, alasan sudah melakukan mudik (7 persen) adalah 28,9 persen telah menerapkan work from home (WHF), 28 persen untuk menghindari penularan di tempat kerja/belajar, 15,5 persen penerapan belajar/kerja di rumah (e-learning), 6,9 persen tempat bekerja ditutup sementara, dan 20,7 persen alasan lainnya.

Sementara untuk daerah tujuan mudik terbanyak ke Jawa Tengah sebesar 24,2 persen, Jawa Timur (23,8 persen), Jawa Barat (12,7 persen), Jabodetabek (6,3 persen) dan sisanya 33 persen ke daerah lain di Indonesia.

Lebih rinci lagi, moda yang digunakan terbanyak mobil pribadi 23,9 persen, sepeda motor 22,6 persen, pesawat udara 17,7 persen, kereta 14,6 persen, bus 10,1 persen dan kapal laut 1,1 persen.

Disamping itu, responden yang menyatakan belum mudik sebesar 37 persen. Namun, setelah mendapatkan informasi tentang bahaya virus Korona, sebanyak 66 persen tidak jadi mudik dan 34 persen tetap akan mudik.

Dari 34 persen yang tetap akan mudik, diperkirakan titik puncak arus mudik dan arus balik terjadi pada H-3 untuk arus mudik dan H+7 untuk arus balik.

Dari 13 persen yang tetap akan mudik, berencana mudik menggunakan moda pesawat udara (37,9 persen), mobil pribadi (29 persen), KA (14,6 persen), sepeda motor (6,6 persen), dan bus (6,5 persen).

Ada beberapa alasan dari 56 persen responden yang memilih untuk tidak mudik, seperti khawatir diri sendiri dan keluarga tertular Covid-19 sebanyak 43 persen, mengikuti himbauan Pemerintah untuk tidak mudik Lebaran 17 persen dan 40 persen memilih selain kedua alasan.

Hal yang dilakukan saat mereka memilih tidak mudik adalah 87 persen tetap tinggal di rumah sesuai anjuran pemerintah, dan melakukan silaturahmi melalui telepon, sms, dan media sosial.

Kemudian 0,3 persen akan bepergian di dalam kota, tanpa khawatir tertular Covid -19. Sisanya 13 persen punya alasan lain, tidak memilih keduanya.

Sebagai pengganti mudik secara langsung dengan memanfaatkan teknologi digital (mudik digital), sebanyak 43 persen responden memilih sangat setuju, yang setuju 44 persen, tidak setuju 8 persen dan sangat tidak setuju 4 persen. (rd/net)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

XL axiata pimpin industri

XL Axiata Pimpin Industri Transformasi Digital

PELOPOR : XL Axiata menjadi perusahaan telekomunikasi pertama di Asia Tenggara yang menggunakan SAP S/4

Read More...
webinar axis

Bikin Virtual Meet Up Jadi Makin Seru #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Selama masa pandemi dan dirumah aja, tentunya ada beberapa kebiasaan kita yang ikut berubah. Misalnya, dulu kalau

Read More...
SMK putra bangsa alfamidi

Guru SMK Putra Bangsa Ikut Alfamidi Class

PROGRAM : Lima guru SMK Putra Bangsa mengadakan Program Alfamidi Class dengan menjalani Trainning for

Read More...

Mobile Sliding Menu