THR PNS Rp29,382 Triliun

In Metropolis
Menteri keuangan sri mulyani
Menteri Keuangan, Sri Mulyani.

 

RADARDEPOK.COM, JAKARTA – Pemerintah memastikan Tunjangan Hari Raya (THR) untuk pegawai negeri sipil (PNS) serta anggota TNI dan Polri akan diberikan sesuai jadwal pada tahun ini.

Pencairan THR untuk para abdi negara ini tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 24 Tahun 2020 yang sudah ditandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi), Selasa (12/5).

Dalam PP tersebut, pemerintah menyebut THR PNS serta TNI/Polri akan diberikan THR dengan komponen gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum. Berbeda dengan tahun lalu, tunjangan kinerja tak diberikan dalam THR di tahun ini.

“Penghasilan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 6 ayat 1 diberikan bagi PNS, Prajurit TNI, Anggota Polri, dan hakim dalam jabatan hakim madya muda ke bawah atau hakim dengan pangkat kolonel ke bawah di lingkungan Mahkamah Agung dan badan peradilan yang berada di bawahnya, paling banyak meliputi gaji pokok, tunjangan keluarga, dan tunjangan jabatan atau tunjangan umum,” tulis Pasal 7 di PP Nomor 24 Tahun 2020.

Dalam regulasi yang ditandatangani Jokowi, ada 13 golongan jabatan PNS dan TNI/Polri yang bakal mendapat THR, termasuk di dalamnya pegawain non- ASN, pegawai BLU, dan CPNS di Lebaran 2020.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati memastikan, meski keuangan negara tengah dalam pengetatan di tengah pandemi virus korona (Covid-19), Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk anggota TNI/Polri akan tetap mendapatkan hak THR pada Lebaran tahun ini.

Menurut Sri Mulyani, untuk THR tahun ini pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp29,382 triliun. Jumlah tersebut lebih rendah jika dibandingkan dengan anggaran THR tahun lalu yang sebesar Rp40 triliun.

“Jadi total THR dicairkan pada Jumat (15/5) Rp29,382 triliun,” ujar dia.

Keputusan pencairan THR ASN tertuang dalam Surat Menteri Keuangan Nomor S-343/MK/.02/2020 yang ditujukan kepada Menteri PAN-RB tersebut. Dalam surat tersebut, Sri Mulyani melakukan beberapa perubahan mengenai pemberian THR kepada PNS, prajurit TNI, anggota Polri, pejabat negara, hingga para penerima pensiun. Hal ini karena saat ini fokus pemerintah untuk menangani pandemi virus corona atau Covid-19.

Sri Mulyani mengatakan, yang mendapatkan THR hanyalah PNS level eselon III ke bawah, itu pun besarannya tak penuh sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. Sedangkan eselon I, II, serta pejabat lainnya tidak mendapatkan THR. Menurut dia, besaran THR bagi ASN meliputi gaji pokok dan tunjangan melekat.

Sementara untuk tunjangan kinerja (tukin) tidak dimasukkan dalam komponen THR PNS tahun ini. Untuk menghitung besaran THR bagi PNS, maka nilainya dihitung dari jumlah gaji pokok yang diterima PNS beserta tunjangan-tunjangannya yang melekat di dalamnya.

Secara lebih rinci, sambung dia, anggaran PNS ini terdiri dari untuk PNS pusat, TNI, dan Polri sebesar Rp6,775 triliun, pensiunan Rp8,708 triliun, serta PNS daerah Rp13,898 triliun.

Terpisah, Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah mengingatkan kepada para pengusaha untuk membayarkan Tunjangan Hari Raya (THR) Keagamaan ke pekerjanya secara tepat waktu.

“THR Keagamaan merupakan pendapatan non-upah yang wajib dibayarkan oleh pengusaha kepada pekerja/ buruh, paling lambat 7 hari sebelum hari raya keagamaan,” kata Ida, beberapa waktu lalu.

Ida menjelaskan, THR Keagamaan diatur dalam Peraturan Menteri Ketenagakerjaan RI Nomor 6 Tahun 2016 tentang Tunjangan Hari Raya Keagamaan Bagi Pekerja/ Buruh Di Perusahaan. Permenaker ini merupakan aturan turunan dari Peraturan Pemerintah RI Nomor 78 Tahun 2015 tentang Pengupahan.

“Pengusaha yang terlambat membayar THR Keagamaan kepada pekerja/ buruh dikenai denda, sedangkan pengusaha yang tidak membayar THR dapat dikenai sanksi administratif hingga penghentian sebagian usaha,” pungkasnya. (rd/net)

 

Tentang Tunjangan Hari Raya PNS

 

Aturan:

PP Nomor 24 Tahun 2020

 

Komponen THR:

– Gaji pokok

– Tunjangan keluarga

– Tunjangan jabatan/tunjangan umum

 

Yang Mendapat THR:

PNS Level Eselon III ke Bawah

 

Yang Tidak Mendapat THR:

Eselon I, II, serta pejabat lainnya

 

Rincian Anggaran THR PNS:

– PNS pusat, TNI, dan Polri Rp6,775 triliun

– Pensiunan Rp8,708 triliun

– PNS daerah Rp13,898 triliun

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ilustrasi PSBB kota depok

Depok Perpanjang PSBB

  RADARDEPOK.COM, DEPOK – Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, berencana melakukan perpanjangan penerapan Pembatasan Sosial Bersakala Besar

Read More...
PSBB di pasar musi

Abaikan PSBB di  Pasar Musi

JUAL BELI : Suasana Jalan Pasar Musi yang masih ramai menggelar dagangan untuk buka puasa.

Read More...
kuota bansos mekarjaya disoal

Kuota Bansos RW21 Mekarjaya Disoal

DIALOG : Seluruh Pengurus RT01 hingga RT09 bersama pengurus RW21 musyawarah terkait data penerima bansos

Read More...

Mobile Sliding Menu