penyegelan tukang baju cipayung
DITUTUP : Satpol PP Kota Depok saat melakukan pemasangan stiker penutupan sementara salah satu toko di wilayah Kecamatan Cipayung. FOTO : SATPOL PP FOR RADAR DEPOK
penyegelan tukang baju cipayung
DITUTUP : Satpol PP Kota Depok saat melakukan pemasangan stiker penutupan sementara salah satu toko di wilayah Kecamatan Cipayung. FOTO : SATPOL PP FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bengal tak mengindahkan larangan saat penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Selasa (12/05), Korps Penegak Perda menutup sementara salah satu toko pakaian di wilayah Kacamatan Cipayung. Penutupan paksa dilakukan karena toko tersebut tetap buka selama PSBB, hingga menyebabkan kerumunan.

Kasatpol PP Kota Depok, Lienda Ratnanurdianny menjelaskan, penutupan sementara toko berawal dari warga sekitar yang melapor. Pasalnya, pada toko tersebut dipenuhi banyak orang hingga anak-anak yang tidak menggunakan masker.

“Setelah menerima pengaduan warga, tim kami segera datang dan menutup toko. Tujuannya agar tidak ada lagi pembeli yang berkumpul di toko tersebut,” tuturnya kepada Radar Depok, Selasa (12/05).

Lienda menuturkan, pihaknya telah mengingatkan kepada pemilik toko untuk tidak buka selama PSBB. Jika melanggar, akan diberikan teguran tertulis dan diberikan sanksi administrasi. Dia berpesan kepada masyarakat dan pemilik usaha di Kota Depok untuk mematuhi aturan yang berlaku selama PSBB. Karena, hal tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah saja. Sebab butuh dukungan dari masyarakat dan pemilik usaha di Kota Depok.

“Dimohon agar masyarakat dapat terus meningkatkan kesadarannya dan bbekerjasama dengan pemerintah untuk patuh dan disiplin pada ketentuan PSBB. Dengan begitu, dapat cepat menekan penyebaran Covid-19 di Kota Depok,” tandasnya. (rd/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya