Beranda Metropolis WFH ASN Depok Sampai 29 Mei

WFH ASN Depok Sampai 29 Mei

0
WFH ASN Depok Sampai 29 Mei
Walikota Depok, Mohammad Idris.
Walikota Depok, Mohammad Idris.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Aparatur Sipil Negara (ASN) dan pegawai non-ASN kembali harus berkerja di rumah. Rabu (13/05), Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menyesuaikan terhadap sistem kerja, terkait diperpanjangnya penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Perpanjangan masa bekerja di rumah atau Work From Home (WFH) hingga 29 Mei.

“Karena PSBB kembali diperpanjang, maka masa WFH bagi ASN dan pegawai non-ASN di Kota Depok juga turut menyesuaikan. Berdasarkan berbagai pertimbangan masa WFH hingga 29 Mei,” kata Walikota Depok, Mohammad Idris di Balaikota Depok, kepada Radar Depok, Rabu (13/05).

Perpanjangan masa WFH ini telah sesuai dengan kebijakan di pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat. Yaitu Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/248/2020 tentang Penetapan PSBB di wilayah Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi Dalam Rangka Percepatan Penanganan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19).

Selanjutnya, Peraturan Gubernur Jawa Barat Nomor 27 Tahun 2020 tentang Pedoman PSBB dalam penanganan Covid-19 Daerah diĀ  Kabupaten Bogor, Kota Bogor, Kota Depok, Kabupaten Bekasi, dan Kota Bekasi. Termasuk, imbuhnya, Peraturan Wali Kota Depok Nomor 22 Tahun 2020, tentang Pelaksanaan PSBB dalam penanganan Covid-19 di Kota Depok.

Walikota menekankan, ASN yang bekerja di rumah ini harus benar-benar berada di tempat kediamannya. Adapun terkait pekerjaannya bisa dilakukan dengan memanfaatkan media dalam jaringan (daring) atau online. Mereka diwajibkan melaporkan kinerjanya kepada atasan melalui online. Selain itu, ujarnya, selalu siap apabila sewaktu-waktu mendapat tugas dari atasan.

“Pemberlakuan sistem kerja yang dilakukan dengan menjalankan tugas kedinasan di rumah atau tempat tinggalnya ini, diharapkan berjalan baik. Serta tidak mengganggu keberlangsungan kelancaran penyelenggaraan pemerintah dan pelayanan publik,” pungkasnya. (rd/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar : (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya