Aktualisasi Pancasila di Masa Pandemik Covid-19

In Ruang Publik

erik SMPN 17 Depok

 

Oleh : Erik Kurniawan, S.Sos., M.Pd

Guru di UPTD SMPN 17 Depok

 

BELUM sepekan kita memperingati hari lahir Pancasila. Membahas Pancasila merupakan hal memarik bagi orang yang memahami dan menghayati. Namun bisa jadi merupakan hal biasa bagi mereka yang menjadikan Pancasila sekedar hafalan. Menghafal Pancasila tanpa memahami secara mendalam dan tanpa dibarengi dengan penghayatan sungguh-sungguh akan menjadikan Pancasila sebagai paham filosofi yang gersang.

Gersang dalam arti Pancasila tidak memiliki makna hidup bagi warga masyarakat. Kegersangan makna Pancasila akan menjadikan orang mencari dasar hidup bernegara yang lainnya. Agar Pancasila penuh makna dan menjadi pedoman hidup bermasyarakat dan berbangsa maka peran serta pemerintah perlu lebih ditingkatkan lagi dan masyarakat harus bersungguh-sungguh dalam menjalankannya.

Pancasila sebagai paham filosofis memiliki 2 (dua) makna yaitu Pancasila sebagai dasar negara.dan Pancasila sebagai pandangan hidup.

Pertama, Pancasila sebagai dasar negara adalah Pancasila menjadi sumber hukum dalam menjalankan sistem pemerintahan dan menjadi dasar penyelenggaraan negara. Sebagai dasar negara, pancasila telah menjadi kesepakatan bersama (resultante) bangsa Indonesia. Kesepakatan para pendiri bangsa ini terlihat dari arti, proses penggalian dan perumusan Pancasila.

Kedua, Pancasila sebagai padangan hidup memiliki makna bahwa Pancasila merupakan suatu prinsip atau asas yang digunakan seseorang sebagai pedoman hidup, pegangan hidup dan petunjuk dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Di dalamnya terkandung nilai-nilai luhur dan cita-cita bangsa Indonesia. Pancasila merupakan pengejawantahan dari nilai-nilai, adat istiadat, kebudayaan dan moralitas yang ada di dalam masyarakat Indonesia.

Setiap bangsa di dunia pastinya menginginkan rayaknya sejahtera. Sejahtera dalam arti sejahtera lahir dan batin. Terjamin rasa keadilan, keamanan, kehatan, jaminan pendidikan dan perekonomian sehari-hari. Untuk mencapai hal tersebut diperlukan undang-undang yang mengatur semua sendi kehidupan masyarakat. Tanpa dasar negara, suatu bangsa akan terombang-ambing dalam menghadapi permasalahan yang disebabkan oleh masyarakat maupun permasalahan dunia.

Seperti halnya pada permasalah pandemik covid-19, negara (pemerintah) pastinya melakukan segala upaya percepatan penangan covid-19 berdasarkan undang-undang dan peraturan yang berlaku. Pemerintah baik pusat maupun daerah (tingkat provinsi maupun pemerintah Kota/Kabupaten) telah melakukan berbagaimacam cara untuk mengantisipasi menyebarnya covid-19. Kebijakan seperti pengetatan pada pintu kedatangan ke suatau wilayah di Indonesia seperti Bandara dan pelabuhan. Selain pengetatan di bandara dan pelabuhan, beberapa daerah dengan seijin pemerintah di atasnya memberlakukan penerapan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar).

PSBB yang diterapkan selama beberapa pekan kemarin memberikan dampak yang luar biasa bagi masyarakat, khususnya dalam bidang perekonomian. Maka dari itu pemerintah mengeluarkan kebijakan untuk masyarakat yang terdampak covid-19 dengan berbagai macam bentuk bantuan. Kepedulian negara terhadap rakyatnya merupakan bentuk negara hadir dalam situasi apapun yang dihadapi rakyat. Walaupun tidak dapat dipungkiri dalam bantuan kepada masyarakat ada yang tidak tepat sasaran bahkan ada yang “diduga” bantuan tersebut dipotong oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Selain bantuan dari pemerintah, banyak organisasi kemasyarakatan, perusahaan dan perorangan memberikan bantuan yang disalurkan kepada pemerintah (gugus tugas pedrcepatan penanganan covid-19), kepada rumah sakit, kepada tenaga medis dan juga kepada masyarakat secara langsung. Pandemik covid-19 mengajarkan untuk berbagi kepada sesama. Mengajarkan untuk lebih peduli kepada siapapun (kepada tenaga medis dan juga masyarakat terdampak covid-19)

Aktualisasi Pancasila oleh masyarakat adalah bagaimana masyarakat merealisasikan nilai dan norma yang terkandung didalam Pancasila dengan tindakan dan perbuatan yang dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Pelaksanaan dan pengamalan pancasila perlu dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Salah satu contoh yaitu masyarakat mematuhi protokol PSBB. Pada tahap selanjutnya, setelah PSBB selesai yaitu pemerintah penerapan PSKS (Pembatasan Sosial Kampung Siaga). Penerapan PSKS diikuti dengan peraturan-peraturan, khususnya protokol pada sarana-sarana yang diijinkan untuk dibuka seperti tempat ibadah. Protokol tersebut harus diikuti dan dijalankan oleh masyarakat secara disiplin.

Dalam perjalanan sejarah bangsa Indonesia, tantangan yang dihadapi Pancasila sesungguhnya adalah pelaksanaan Pancasila itu sendiri tidak dengan sungguh-sungguh. Nilai-nilai yang terkandung didalam pancasila tidak lemah, namun dalam pratek penerapannya tidak dijalankan dengan benar.

Kekompakan Pemerintah dan masyarakat dalam rangka menjaga marwah Pancasila menjadi modal utama menghadapi berbagaimacam permasalahan yang dihadapi bangsa. Sejarah telah memberikan pelajaran yang penting bagi seluruh anak bangsa. Sejak sebelum kemerdekaan, masa kemerdekaan, Masa Orde lama, orde Baru dan masa Reformasi sekarang ini Pancasila masih menjadi perekat persatuan dan kesatuan rakyat Indonesia serta menjadi cita-cita luhur untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Pancasila merupakan hasil produk istimewa yang diwariskan para pendiri bangsa ini kepada para penerus dan pengurus Negara Kesatuan Republik Indonesia. Jadi Pancasila masih wajib dijadikan dasar negara dan pandangan hidup bagi seluruh masyarakat dan komponen bangsa. (*)

You may also read!

Pimpinan Dewan Sorot Lelang Direksi PDAM

Wakil Ketua DPRD Kota Depok, Yeti Wulandari   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Molornya penetapan posisi Direksi Perusahaan Daerah

Read More...
empat kelurahan bojongsari bebas korona

Empat Kelurahan di Bojongsari Bebas Korona

RAPAT : Camat Bojongsari, Dede Hidayat saat mengadakan rapat sekaligus sosialisasi new normal bersama tokoh-tokoh

Read More...
ilustrasi PNS ASN indonesia

Gaji PNS Bakal Dipotong 2,5 Persen Mulai Januari 2021

  RADARDEPOK.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meneken Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 25 Tahun 2020 tentang Tapera resmi pada 20

Read More...

Mobile Sliding Menu