antrian bayar PBB
ANTRE : Suasana Kantor PBB Balaikota Depok usai membuka kembali pelayanan PBB secara normal, Senin (8/6). FOTO : ISTIMEWA
antrian bayar PBB
ANTRE : Suasana Kantor PBB Balaikota Depok usai membuka kembali pelayanan PBB secara normal, Senin (8/6). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Warga Depok yang ingin membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sudah bisa langsung datang ke Balaikota. Buktinya kemarin, Badan Keuangan Daerah (BKD) Kota Depok telah membuka pelayanan  secara normal. Hanya saja, pelayanan tetap memperhatikan standar protokol kesehatan sesuai dengan yang ditetapkan pemerintah.

“Kami sudah buka layanan secara normal di Kantor PBB Kota Depok mulai Jumat (5/6). Protokol kesehatan tetap menjadi perhatian kami,” ujar Kepala Bidang Pajak Daerah II BKD Kota Depok, Muhammad Reza, kepada Radar Depok di Balaikota, Senin (8/6).

Mengantisipasi membludaknya pengunjung, kata Reza, pihaknya juga mendirikan tenda di halaman Kantor PBB. Fungsinya, sebagai ruang tunggu agar tidak berdesakan di dalam kantor.

Baca Juga  PSBB Diperpanjang, Lima Daerah Ini Kembali Ajukan Pemberhentian KRL

“Kita juga dirikan tenda sebagai ruang tunggu. Nanti diatur dengan jarak 1 meter setiap pengunjung. Ini dilakukan juga karena di kecamatan belum membuka layanan PBB,” jelasnya.

Selam pelayanan, lanjut dia, membuka sebanyak lima loket pelayanan PBB dan tiga loket pelayanan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB). Adapun pelayanan meliputi  Validasi BPHTB, Penggurangan PBB, Mutasi atau Balik Nama PBB, Pemecahan PBB, Restitusi PBB BPHTB, Konsultasi PBB dan lain-lain.

“Mudah-mudahan dengan kembali dibuka layanan PBB secara normal, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat di tengah pandemi ini. Tentunya dengan penerapan social distancing dan protokol kesehatan lainnya” terangnya.

Salah satu warga, Mahyudin mengaku, dengan dibukanya pelayanan ini. Tentunya dia dan warga yang ingin bayar sangat terbantu. Apalagi, pihak dinas menerapkan protokol dengan tepat. “Saya tak mau ketingglan membayar PBB,” singkat warga Pancoranmas ini.(rd/hmi)

Baca Juga  Dari 1886 Belum Pernah Direnovasi, Juli 2018 Sekolah Dimerger

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71)

Editor : Pebri Mulya