BKKBN gandeng DPR
KOMPAK : Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Uung Kusmana bersama anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi menyosialisasikan Bangga Kencana di Yayasan Al-Ikhlas Kampung Grogol, Kelurahan Rangkepanjaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (10/06). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK
yamaha-nmax
BKKBN gandeng DPR
KOMPAK : Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Barat, Uung Kusmana bersama anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi menyosialisasikan Bangga Kencana di Yayasan Al-Ikhlas Kampung Grogol, Kelurahan Rangkepanjaya, Kecamatan Pancoranmas, Rabu (10/06). FOTO : DICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) bersama DPR RI, sambangi Yayasan Al-Ikhlas Kampung Grogol, Kelurahan Rangkepanjaya, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok. Kedatangan keduanya tak lain untuk safari sosialisasi dan bakti sosial sebagai mitra kerja.

Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Barat, Uung Kusmana mengatakan, BKKBN Provinsi Jawa Barat terus berusaha, menjaga kesinambungan pelayanan Bangga Kencana selama masa pandemi Covid-19. Guna memastikan program tersebut, BKKBN menggandeng Komisi IX DPR RI guna bersama melihat langsung di tengah masyarakat.

“Tidak hanya pemantauan kami juga menyampaikan sosialisasi dan memberikan bantuan masyarakat terdampak Covid-19, khususnya kepada peserta KB dan pasangan usia subur (PUS) maupun masyarakat,” ujar Uung Kusmana kepada Radar Depok.

Uung Kusmana mengakui, pemilihan lokasi menyesuaikan dengan daerah pemilihan (Dapil) anggota Komisi IX DPR RI asal Jawa Barat. BKKBN Provinsi Jawa Barat menganggap anggota Dewan lebih memahami karakteristik dan kebutuhan dapil bersangkutan. Periode 2019-2024, delapan anggota Komisi IX DPR RI berasal dari lima dapil berbeda. Yakni, Adang Sudrajat dari Dapil Jabar II (Kabupaten Bandung dan Kabupaten Bandung Barat); Ribka Tjiptaning dan Dewi Asmara dari Dapil Jabar IV (Kabupaten Sukabumi dan Kota Sukabumi); Wenny Hartanto dan Intan Fitriana Fauzi dari Dapil Jabar VI (Kota Depok dan Kota Bekasi), Putih Sari dan Obon Tobroni dari Dapil Jabar VII (Kabupaten Bekasi, Kabupaten Karawang, dan Kabupaten Purwakarta); Netty Prasetyani dari Dapil Jabar VIII (Kabupaten Cirebon, Kota Cirebon, dan Kabupaten Indramayu).

Baca Juga  Sumpah Pemuda, Pradi Minta Teladani Semangat Pramuka

Uung Kusmana menjelaskan, kemitraan BKKBN-Komisi IX DPR RI merupakan sinergi eksekutif dan legislatif dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Pada fungsinya, BKKBN berperan sebagai lembaga pemerintah nonkementerian yang mendapat tugas dalam penyelenggaraa program Bangga Kencana, sedangkan DPR RI menjalankan pengawasan salah satu fungsinya sebagai lembaga legislatif. Kebersamaan BKKBN-Komisi IX dalam sosialisasi dan bakti sosial, merupakan salah satu wujud akuntabilitas pelayanan publik.

“Sebagai mitra, BKKBN-DPR RI selalu berjalan berdampingan. Saling bahu-membahu dan kami harus bersama memberikan pelayanan kepada masyarakat,” ucap Uung Kusmana.

Uung Kusmana menuturkan, kegiatan sosialisasi dan bakti sosial bersama mitra, sekaligus untuk monitoring dua kegiatan utama. Pertama, menyangkut program Bangga Kencana secara keseluruhan. Kedua, secara khusus terkait pembangunan keluarga sebagai salah satu matra pelayanan Bangga Kencana,khususnya pembinaan remaja melalui program Generasi Berencana.

Baca Juga  Polisi Ungkap Peran Sentral Dosen IPB

Ditempat yang sama, Anggota Komisi IX DPR RI, Intan Fauzi mengatakan, kualitas keluarga mencerminkan kualitas sebuah bangsa dan bangsa yang hebat lahir dari sebuah keluarga berkualitas. Perencanaan keluarga bagi remaja dinilai penting karena menjadi pintu utama menuju keluarga berkualitas.

“Remaja harus fokus mempersiapkan masa depan dengan cara belajar sunguh-sungguh dan menunda usia perkawinan,” ujar Intan Fauzi.

Intan Fauzi meminta remaja merencanakan waktu yang tepat untuk menikah, perencanaan jumlah anak, dan sejumlah perencanaan lainnya. Intan Fauzi mengingatkan remaja guna menikah pada usia ideal, sehingga sudah matang secara kesehatan maupun ekonomi. Intan Fauzi menambahkan, kehamilan pada usia muda sangat rentan terhadap kesehatan ibu. Terlebih, apabila hamil terjadi di tengah pandemi, daya tahan ibu sedang rendah pada saat hamil muda.

Baca Juga  Ini Kronologis Dua Warga Depok Positif Virus Korona

“Ini sangat rentan terpapar virus corona,” tutup Intan Fauzi. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya