Buang Sampah ke Nambo Tunggu Provinsi

In Metropolis
buang sampah ke nambo
SUDAH OVERLOAD : Pekerja beraktifitas di kawasan TPA Cipayung, Kecamatan Cipayung. Tempat tersebut dinilai sudah overload sehingga harus ada upaya untuk membuang sebagian sampah ke TPA Nambo, Kabupaten Bogor agar segera terealisasikan. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Rencana Kota Depok menggunakan Tempat Pemprosesan dan Pengolahan Akhir Sampah (TPPAS) Nambo, nampaknya bakal menunggu lama. Pasalnya, hingga kini belum ada kabar dari provinsi terkait izin membuka TPPAS Nambo.

Kabid Kebersihan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK), Iyay Gumilar mengatakan, masih menunggu provinsi Jawa Barat terkait keberlangsungan pengelolaan sampah di TPPAS Nambo. “Kami masih menunggu intruksi dari Provinsi Jawa Barat,” kata Iyay kepada Radar Depok, Jumat (26/06).

Dia mengatakan, pada prinsipnya Kota Depok sudah siap membuang sampah ke TPPAS Nambo. Pihaknya juga mengaku, telah mempersiapkan anggaran jika memang dibutuhkan untuk pengelolaan sampah di TPPAS Nambo.

Dikonfirmasi terpisah, Anggota Komisi C DPRD Kota Depok, Babai Suhaemi menjelaskan, TPPAS Lulut Nambo sangat dibutuhkan Kota Depok. Meskipun TPPAS ini tak dapat menampung seluruh sampah yang ada, namun rampungnya tempat pembuangan sampah itu menjadi sangat dibutuhkan. Dia menyebutkan, dalam satu hari saja sampah yang dihasilkan masyarakat Kota Depok mencapai, 1.350 ton.

“Kota Depok nantinya, hanya mendapat jatah 500 ton per hari di Nambo. Sangat diperlukan, karena TPA Cipayung sudah tidak layak lagi menampung sampah,” paparnya.

Babai menilai, tentu proses penyelesaian TPPAS Lulut Nambo ini menjadi tanggung jawab Pemprov Jabar. Karena telah disepakati pada Januari 2020 TPPAS Lulut Nambo dapat beroperasi. “Jadi sudah tidak boleh ditunda lagi,” tegas Babai.

Babai menilai, jika pembangunan tersebut ditunda maka akan sangat membahayakan keberadaan TPAS Cipayung. Yang menurut Babai, hingga tidak dapat menampung.“Di sisi lain lokasi TPAS Cipayung sangat tidak ideal, dan juga melanggar Undang-Undang Persampahan, karena berada di tengah tengah permukiman warga,” pungkas Babai. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

BNN ajak pemkot depok

BNN Ajak Pemkot Depok Perangi Narkotika

SINERGITAS : Forkopimda Kota Depok usai melakukan rapat virtual peringatan HANI di ruangan DeCOR Balaikota

Read More...
berkas slamet masuk ke PN

Jadwal Sidang Selamet Ditangan PN

KOMPAK : Kuasa Hukum Babai saat mendatangi Kejaksaan Negeri Kota Depok, kemarin. FOTO : RUBIAKTO/RADAR

Read More...
pelayanan depok jaya

Depok Jaya Hanya Kerahkan 50 Persen Pegawai

TUNGGU PELAYANAN : Warga sedang menunggu pelayanan di kantor kelurahan Depok Jaya. FOTO : INDRA

Read More...

Mobile Sliding Menu