Keturunan Hamengkubuwono II Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi 

In Utama
Humas dalam pengusulan Gelar Pahlawan HB II, R Abdul Harris. FOTO : ISTIMEWA
Humas dalam pengusulan Gelar Pahlawan HB II, R Abdul Harris. FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Trah keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II (HB II) hingga saat ini terus memperjuangkan agar Raja Kedua di Kesultanan Yogyakarta mendapat gelar Pahlawan Nasional dari Pemerintah.

“Sudah menjadi keharusan pemerintah untuk memberikan gelar pahlawan nasional bagi Hamengkubuwono II. Karena peran HB II sudah jelas dalam pembentukan Nagari Ngayogyakarta Hadiningrat (Negeri Yogyakarta). Beliau juga berperan dalam perang melawan penjajah Inggris dalam Perang Sepehi atau dikenal dengan Geger Sepehi,” jelas Humas dalam pengusulan Gelar Pahlawan HB II, R Abdul Harris di Depok.

Sekadar informasi, Geger Sepehi itu peristiwa yang sangat penting di Yogyakarta. Tapi kisah perjuangan HB II bersama rakyatnya tidak banyak diekspos  tambah Harri.

Geger Sepehi merupakan peristiwa penyerbuan Keraton Yogyakarta yang dilakukan oleh pasukan Inggris pada tanggal 19-20 Juni 1812 atas perintah Gubernur Jendral Raffles. Nama sepehi berasal dari pasukan Sepoy, orang India yang dipekerjakan oleh Inggris untuk menyerang istana.

“Dalam peristiwa itu HB II dan rakyat berjuang mempertahankan Kraton walaupun akhirnya pihak penjajah berhasil merampas seluruh kekayaan istana, seperti emas, termasuk yang ikut dirampas ratusan manuskrip kisah budaya dan kehidupan masyarakat milik Keraton Yogyakarta. Manuskrip itu kemudian dibawa ke negara Inggrir,” kata Harris.

Dalam Geger Sepehi itu HB II memang berhasil ditangkap oleh pihak Inggris dan bukan berarti kalah. Rakyat justru menganggap sang Raja telah berjuang secara gigih untuk melindungi rakyatnya dan keberadaan Kraton Yogyakarta.

Jenderal Raffles menyerbu Kraton Yogyakarta, karena sejatinya dia takut dengan Sri Sultan HB II. Sang Raja tidak mau menyerahkan tahta kerajaannya dan tidak mau Yogyakarta jatuh ke tangan bangsa asing.

Mengutip Wikipedia, Hamengkubuwono II sendiri sejak awal bersikap anti terhadap Belanda.

Ia bahkan mengetahui kalau VOC sedang dalam keadaan bangkrut dan bobrok. Organisasi ini akhirnya dibubarkan oleh pemerintah negeri Belanda akhir tahun 1799.

Sri Sultan Hamengkubuwono II lahir 7 Maret 1750 adalah raja Kesultanan Yogyakarta yang memerintah selama tiga periode, yaitu 1792 – 1810, 1811 – 1812, dan 1826 – 1828.

Pada pemerintahan yang kedua dan ketiga ia dikenal dengan julukan Sultan Sepuh. Sri Sultan Hamengkubuwono II wafat pada tanggal  3 Januari 1828 dalam usia 77 tahun

Masa jabatannya yang kedua adalah yang paling singkat dalam sejarah Kesultanan Yogyakarta.

Sejak tahun 1808 yang menjadi gubernur jenderal Hindia Belanda (pengganti gubernur jenderal VOC) adalah Herman Daendels yang anti feodalisme.

Ia menerapkan aturan baru tentang sikap yang seharusnya dilakukan raja-raja Jawa terhadap minister (istilah baru untuk residen ciptaan Daendels).

Sultan menolak mentah-mentah peraturan ini karena dianggap merendahkan derajatnya. .

“Jadi, kami para keturunan yang masih ada hingga saat ini tidak ada salahnya mengajukan ke pemerintah agar Hamengkubuwono II diangkat sebagai Pahlawan Nasional,” katanya.

“Kami telah mengajukan permohonan mendapat gelar Pahlawan Nasional sudah sejak tahun 2006. Tapi hingga saat ini belum ada kabar dari proses itu oleh pemerintah. Pihak kementerian juga tidak memberikan kabar,”katanya.

Selain meminta pengakuan pahlawan nasional, Harri juga meminta agar pihak Negara Inggris mau mengembalikan harta rampasan yang dimiliki Kraton Yogyakarta.

“Yang dirampas itu harta benda Kraton, pusaka Kraton, emas milik Kerajaan, manuskrip dan benda budaya lainnya. Kami meminta Pemerintah Indonesia untuk membantu mengembalikan barang- barang berharga kraton yang ada di negara Inggris. Tapi apa yang dilakukan sepertinya tidak terjadi,” tegas Juru bicara panitia pengusulan gelar  pahlawan nasional HB II.

Memang ada beberapa milik kraton yang dikembalikan tapi bukan dalam bentuk aslinya, sambung Harris.

“Yang dikembalikan itu hanya berupa hasil digital untuk benda dan manuskripnya. Pengembalian aset-aset manuskrip pernah dilakukan pada masa Pemerintahan Prrsiden Megawati Sukarno Putri dengan 70 manuskrip dan diserahkan ke Kraron Yogya dalam bentuk digital,  ujar Harris

Menurut Harris benda-benda itu sangat berharga bagi perjalanan sejarah khususnya kraton Yogyakarta dan Indonesia pada umumnya.

“Kami meminta Presiden Jokowi juga berperan melakukan diplomasi untuk pengembalian. Kami juga berharap Menteri Pendidikan  dan Kebudayaan Indonesia melalui direktorat kebudayaan saat ini bisa membantu untuk mengurusi khasanah kekayaan budaya kita. “katanya.

Dihubungi secara terpisah, Prof. Djoko Suryo atau KRT Suryohadibroto, Guru Besar Sejarah, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta membenarkan adanya sejarah Geger Sepehi atau Perang Sepehi.

Dimana pada tahun 1812, ribuan tentara Inggris dibantu Sepoy menyerbu istana kraton. Tapi Prof Joko tidak menjelaskan secara rinci soal perang atau geger itu.

Saat diminta pendapat mengenai keinginan para keturunan Sri Sultan Hamengkubuwono II pada pihak negara Inggris untuk mengembalikan rampasan perang saat itu. Prof Djoko mempersilakan. Namun menurutnya tidak akan mudah.

“Untuk meminta kembali milik kraton seperti emas, manuskrip kepada negara Inggris bukan langkah mudah. Untuk manuskrip misalnya, sudah menjadi koleksi dari perpustakaan di sana. Jadi agak sulit. Bisa saja pihak perpustakaan memiliki itu bukan melalui cara gratis. Bisa saja mereka membeli koleksi itu. Usaha pemerintahan sebwlumnya juga sudah melakukan itu tapi tidak berhasil,”  kata Prof Djoko yang juga merupakan keturunan Kraton Yogyakarta.

Untuk persoalan keinginan agar Sri Sultan Hamengkubuwono II diangkat menjadi pahlawan nasional, dia menyatakan boleh saja dilakukan.

“Silakan saja dilakukan dan ajukan permintaan untuk mendapat gelar pahlawan nasional. Tapi lakukan sesuai dengan prosedur yang ada. Sebab untuk mendapatkan gelar pahlawan nasional ada tim khusus yang menilainya. Ada syarat-syarat yang diberlakukan oleh pemerintah, siapa tokoh yang berhak mendapat gelar pahlawan nasional,” pungkasnya. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

hamzah gerindra pakai masker

Rekom Partai Gerindra Atasnama Pradi

Sekjen DPC Partai Gerindra Kota Depok, H. Hamzah.   RADARDEPOK.COM, DEPOK -  Akhir Juni ini, tabir pasangan

Read More...
bike friday

5 Sepeda Lipat Mahal dan Keren di Indonesia

RADARDEPOK.COM - Sepeda lipat sedang tren saat ini di Indonesia. Pesepeda masih kerap mendengar Brompton adalah sepeda lipat yang

Read More...
ade firmansyah di paripurna

Depok Bakal Punya Perda Kepemudaan

PEMBAHASAN : Anggota DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Ade Firmansyah (kiri-berdiri) di rapat Paripurna

Read More...

Mobile Sliding Menu