Mengenal Usaha Kripik Nyonya Nugraha : Produksi Masih Tergantung Musim (2)

In Metropolis
usaha kripik nyonya 2
PRODUK RUMAHAN : Pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM) menunjukkan olahan keripik dari kulit pisan di kawasan Kelurahan Boponter, Kecamatan Cipayung. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Berawal dari keisengan sejak 2017 mengolah keripik kulit pisang. Kini keripik dengan brand Nyonya Nugraha yang ditekuni Vipo Andrijani, sudah tersebar ke berbagai belahan daerah di Indonesia.

Laporan : Rubiakto

RADARDEPOK.COM – Awalnya cuma coba-coba mengelola limbah kulit pisang, malah menjadi sumber penghasilan sendiri bagi keluarga Vipo Andrijani. Perkenalan keripik kulitnya, dilakukan dari mulut ke mulut.

Menurut Vipo, pengelolaan kerupuk kulit pisang memang agak sedikit ribet, dan lumayan lama proses pembuatanya. Bahkan, awal mencoba Vipo gagal memproduksi kerupuk yang terbuat dari limbah kulit pisang tersebut.

“Proses pembuatanya bikin sabar dan telaten. Ini berkat Tuhan, saya diberikan keahlian membuat kerupuk kulit pisang,” kata Vipo.

Ide awal pembuatan kerupuk kulit pisang dari suaminya, Vipo mulai serius memproduksi pada 2017 lalu. Dalam proses memprdokdusi itu, Vipo mengaku banyak cemooh dari para tetangga. Meski begitu ia bersama keluarganya, terus melakukan produksi kerupuk kulit pisang. Pemasarannyapun semakin dikembangkan, tidak hanya dipasarkan di Depok. Keripik Nyonya Nugraha juga sudah dipasarkan di berbagai daerah seperti Pekanbaru, Bandung, dan Batam.

Dia menjelaskan, mengelola keripik kulit pisang ini lebih bagus sewaktu musim kemarau. Sebab, proses pengeringan cepat kering. Selama musim kemarau, Vipo memproduksi kerupuk kulit pisang ini 15 kilogram perhari, dan bisa menghasilkan 40 hingga 45 bungkus.

“Kalau musim hujan saya gak berani buat banyak. Karena khawatir gagal, kalau jemur kan butuh cahaya matarhari,” ucapnya.

Dia bisa mengelola keripik tanpa dijemur, namun harus menggunakan oven untuk mengeringkan kulit keripik pisang.

“Pakai oven bisa, tapi harganya sekitar Rp10 juta, kami belum sanggup beli, tapi kedepan kami berharap akan punya oven agar produksi kami tidak tergantung musim,” jelas Vipo. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

anak seperti di sunat

Aneh, Bangun Tidur Anak di Cimpaeun ‘Anunya’ Seperti Disunat

KEJADIAN ANEH : Anak berusia empat tahun di RW 3 Kelurahan Cimapeun, Kecamatan Tapos saat

Read More...
ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...

Mobile Sliding Menu