Pilkada Depok : Idris Cari Pasangan, Pradi Kebut Koalisi, Farabi Wajib Nyalon

In Utama
idris main ke golkar depok
SILATURAHMI : Pengurus DPD Partai Golkar Kota Depok saat menerima silaturahmi politik Mohammad Idris di Kediaman Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A. Rafiq di Perumahan Pesona Khayangan, Juanda, Kota Depok, Senin (29/06). FOTO : RICKY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Petahana Mohammad Idris terus melakukan safari politiknya.  Setelah ke PPP dan Partai Demokrat. Kemarin (29/06), pria kelahiran 25 Juli 1961 ini menyambangi kediaman Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A Rafiq. Menariknya, suami Elly Farida ini siap dipasangkan dengan siapapun, demikian juga dengan Farabi.

“Pertemuan ini, silaturahim dan komunikasi politik, yang intinya saya mengajak Partai Golkar bergabung dalam koalisi besar. Kalau kemarin ada istilah Tertata, yang memang rata-rata belum mendapatkan restu dari DPP. Sama posisinya dengan yang lain. Demikian juga dengan PKS,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Senin (29/06).

Dengan PKS sendiri, dia mengaku sudah berkomunikasi meski masih secara informal. Dan, dalam waktu dekat, pihaknya akan melakukan komunikasi formal dengan partai berlambang bulan sabit kembar tersebut.

“Yang namanya silaturahmi itu dengan siapapun, termasuk dengan Gerindra-PDIP yang sudah mengumumkan calonnya, saya juga akan berkomunikasi. Karena, yang saya dengar ini juga belum final,” tutur Idris.

Ditanya peluang berpasangan dengan Farabi, dia menerangkan, hal tersebut bukan menjadi hambatan. Sebab,  Golkar sendiri memiliki lima kursi di DPRD Kota Depok. Namun, agar aman harus mencari tambahan lima kursi lagi dari partai yang mengeluarkan surat keputusan (SK) Calon Walikota, dalam hal ini atas nama dirinya.

“Setelah itu, partai yang bergabung itu baru membicarakan siapa nama Calon Wakil Walikotanya,” terang Idris.

Idris pun menyebutkan beberapa kriteria untuk calon pendampingnya, seperti chemistry, istilah tersebut yang dia pahami di dunia akademisi dalam komunikasi, yang pertama adalah harus berdasarkan kesamaan pemahaman yang akan memunculkan persepsi.

“Persepsi nanti akan memunculkan kapasitas, jika nanti ada persepsi politik, kerja-kerja pemerintahan, harus ada itu tadi, jangan sampai seperti ada bupati yang sempat viral, setelah dilantik menyesal menjadi Bupati. Karena ia tidak paham masalah birokrasi, pemerintahan hanya karena gaji, saya tidak mau itu terjadi,” sebutnya.

Sehingga, harus paham dan nantinya memunculkan integritas. Idris mengungkapkan, jika masalah isi tas bisa diatur. Tapi, hal tersebut bukan lah segala-galanya.

“Yang segala-galanya itu tadi, chemistry, pemahaman, integritas, kapasitas itu yang kita butuhkan,” ungkapnya.

Ditanya terkait sosok Farabi, Idris mengaku baru kenal Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok sebagai seorang dokter, profesional dan ayahnya merupakan seorang tokoh yang diperhitungkan di masyarakat.

“Baru sebatas itu, memang perlu pendalaman. Jika masalah diskusi, Farabi ke rumah saya, kita bertemu, kalau dari sisi pemahaman, ini menjadi sebuah dasar untuk dilanjutkan ke hubungan komunikasi. Tidak menutup kemungkinan untuk berpasangan dengan Farabi dan siapapun,” katanya.

Dia pun mengaku, siap berpasangan dengan siapapun. Sebab, berdasarkan pengalaman dan saat ini yang ketiga kalinya, pasti keputusan pasangan di last minute. “Selalu begitu. Bahkan, pernah satu jam sebelum penutupan pendaftaran,” ucap Idris.

Sementara, Farabi mengatakan, silaturahmi Idris secara gamblang mengajak Golkar untuk ikut koalisi. Pihaknya pun sudah menyampaikan bahwa sudah memiliki kandidat yang akan diusung sebagai Calon Walikota atau Wakil Walikota.

“Dalam hal ini, kami juga ikut mengukur diri dan juga perlu membuka diri serta mendalami koalisi yang dibentuk Pak Kyai (Idris), agar pasangan calon kita bisa sinergi,” kata Farabi.

Lawatan Idris tersebut, sambung Farabi, silaturahmi politik yang sudah mulai membahas spesifik tentang Pilkada Kota Depok. “Saya pun siap dengan siapapun, dengan Pak Idris pun siap,” sambungnya.

Dalam pertemuan itu, Farabi pun menyampaikan informasi jika DPP Partai Golkar sudah mengeluarkan surat keputusan yang menyebutkan dirinya untuk membangun suatu koalisi. “Saya tidak tahu di partai lain sudah seperti itu atau belum. Jadi nama saya sudah disebutkan dalam SK ini perlu saya sampaikan,” ucapnya.

Namun, Golkar sendiri hanya lima kursi, artinya perlu koalisi dengan yang lain. Sehingga, hal tersebut perlu didalami bersama, agar nanti semua berkomitmen menyebut satu pasangan. Ditanya ketika tidak diambil sebagai pasangan Mohammad Idris dan Golkar akan menarik diri, Farabi menegaskan hal tersebut bisa mungkin terjadi atau tidak terjadi sama sekali. Sebab, itu menjadi ranahnya DPP. “Karena kita juga ada PKS, Golkar sudah membuka komunikasi dengan PKS tapi belum ada jawaban,” katanya.

Ditanya jika Idris diusung PKS dan kandidat pendampingnya harus dari Golkar, Farabi mengaku hal itu sudah menjadi harga mati. “Ya harus kita lah yang mendampingi, harga mati,” ucapnya sambil tertawa.

Hal tersebut, kata Farabi, sudah menjadi keputusan DPP yang sejauh ini DPD Partai Golkar Kota Depok pegang untuk Pilkada Depok 2020.

“Keputusan  DPP lah yang menjadi dasar hukum saya menjawab pertanyaan teman-teman wartawan. Jika saya di luar DPP, saya menyalahi aturan jika memutuskan sendiri. Keputusan DPP itu saya calon Walikota atau Wakil Walikota. Saya lihat di Pak Idris yang masih belum memiliki pasangan, masih masuk formasinya, demikian juga dengan PKS. Jika dengan Gerindra-PDIP sudah memunculkan calon, artinya sudah tidak masuk,” tegasnya.

Dia pun menegaskan, saat ini Golkar sendiri sedang konsentrasi dengan partai yang belum memiliki pasangan calon. Jadi, jika dengan Gerindra-PDIP, partai berlambang pohon beringin tersebut sedang mengesampingkan dulu.

“Kita melihat Pak Idris yang sedang mencari pasangan calon, dan kita ada di situ, dan Pak Idris sudah bilang tadi, dasarnya sudah ada untuk ke arah sana, juga dengan PKS,” tegas Farabi.

Terpisah, Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna menyebut dengan singkat, saat ini masih kompromi dengan partai yang lain. Terpenting menyamakan visi dan misi, dengan partai lain. “Kami masih fokus dengan koalisi partai. Saat inikan semuanya juga belum dapat rekomendasi,” tandasnya.

Seperti diketahui saat ini, PDIP-Gerindra sudah menyatakan dukungannya kepada Pradi Supriatna-Afifah Alia. Sementara, PKS masih kekeh dengan tiga calon hasil pemira-nya : Hafid Nasir, Imam Budi Hartono dan T Farida Rachmayanti. Selama Mohammad Idris melakukan safari bermuculan nama-nama baru yang ingin disandingnya. Qonita Lutfiyah, Farabi A Rafiq dan Diana Dewi digadang-gadangkan bakal jadi pasanganya. Hardiono yang saat ini masih menjabat Sekretaris Daerah (Sekda) Depok juga bepeluang besar jadi pasangan Idris. (rd/cky/hmi)

 

Jurnalis : Fahmi Akbar (IG : @akbar.fahmi.71), Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu