PKS Jadi Kunci

In Utama
Pengamat Politik, Aditya Perdana.
Pengamat Politik, Aditya Perdana.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Dinamika politik menjelang Pilkada Kota Depok yang akan digelar pada 9 Desember 2020 semakin memanas. Sejumlah partai makin mengencangkan arah politiknya masing-masing.

Di antaranya koalisi DPC Partai Gerindra dan DPC PDI Perjuangan telah mengusung Pradi Supriatna dan Afifah Alia sebagai bakal calon walikota dan wakil walikota Depok di Pilkada mendatang. Sementara DPD PKS masih fokus pada tiga nama hasil Pemilu Raya PKS, yakni Moh Hafid Nasir, Imam Budi Hartono, dan T Farida Rachmayanti. Meskipun semuanya belum ada rekomendasi resmi dari tingkat DPP.

Terbaru, DPC Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan DPC Demokrat menyatakan mengusung petahana Mohammad Idris di Pilkada 2020. Diketahui, PPP dan Demokrat merupakan partai yang tergabung ke dalam Koalisi Depok Tertata bersama Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Namun, PKB sendiri hingga saat ini belum menentukan sikap arah dukungannya di Pilkada.

Kemudian bagaimana nasib Koalisi Depok Tertata? Pengamat Politik dari Direktur Pusat Kajian Politik Universitas Indonesia (Puskapol UI), Aditya Perdana menilai, merapatnya PPP ke Cawalkot petahana Mohammad Idris tidak menutup kemungkinan akan diikuti koalisinya.

Alasannya elektabilitas dan popularitas petahana lebih menjanjikan. Sebab, hingga saat ini PAN maupun PKB tidak memiliki sosok yang lebih menjanjikan.

“Kemungkinan itu bisa saja terjadi. Tapi tentu dengan penawaran pendampingnya dari Koalisi Tertata,” ungkap Aditya kepada Radar Depok, Rabu (24/06).

Aditya mengatakan, Pilkada Depok menjadi hal menarik, karena petahana yang tadinya dapat dukungan penuh dari PKS kini ditinggalkan. Sehingga partai lain akan melihat peluang untuk kembali mengusung Idris sebagai Cawalkot. “Bisa saja Tertata berkoalisi memang bertujuan untuk mengambil Idris, yang kali ini tidak didukung PKS,” tuturnya.

Sekarang yang harus dilihat lanjut Aditya, apakah sebelumnya PPP, PAN, dan PKB pada Pilkada sebelumnya berkoalisi dengan PKS dalam mengusung Idris atau tidak.

“Justru yang memegang kunci ada di PKS, akan mengusung calonnya sendiri atau tidak. Sebab masih ada sejumlah parpol, bahkan Golkar yang belum melabuhkan dukungannya kepada siapa pun,” tegasnya.

Hal tersebut, dinilai dari kecenderungan DPP PKS yang selalu bersolo karir dalam perhelatan dunia perpolitikan. Karena mereka sudah lebih dulu mengeluarkan beberapa nama bakal Calon Walikota, ada Hafid Nasir dan Imam Budi Hartono.

“Kemungkinan akan ada tiga pasangan calon. Satu dari petahana, lalu gerbong PKS, dan PDIP-Gerindra. Bisa jadi Golkar juga ikut merapat, karena kita lihat dari koalisi di elite atau pusatnya,” beber Aditya.

Sementara itu, Pengamat Politik lainnya, yaitu Direktur Democracy and Electoral Empowerment Partnership (DEEP) Kota Depok, Yusfitriadi menilai, saat ini yang harus dilihat adalah Koalisi Depok Tertata. Setelah PPP mengusung petahana, apa basis massa PKS Depok itu berbasis pada struktur, atau pada partai Gelora besutan Anis Matta dan Fachri Hamzah yang kemungkinan besar basisnya ada di Kota Depok.

“Jika basis massa di Depok condong pada struktur, tentu dukungan untuk Idris akan menurun. Namun, bila lebih condong pada Gelora tentu dukungan pada petahana terbuka lebar,” terang Yusfitriadi kepada Radar Depok.

Hal ini dijelaskannya sehingga tidak ada kekeliruan dalam mengusung Idris karena di akar rumputnya sudah dipastikan.

“Kenapa bisa PKS tidak kembali memajukan Idris, tapi malah sebaliknya memajukan kader murni PKS. Itu harus dipertimbangkan bagi yang menyatakan dukungan pada Idris,” tegas Yusfitriadi.

Menurutnya, elektabilitas dan popularitas terdapat pada dua nama, yaitu Mohammad Idris dan Pradi Supriatna. Namun, untuk gerbong PDI Perjuangan-Gerindra serta Golkar berpeluang besar memajukan Pradi-Afifah. Hal itu karena, sosok di Golkar dan PDI Perjuangan tidak sekuat sosok yang dimiliki Gerindra.

“Saat-saat akhir yang akan menentukan karena masih terus berjalan sampai Desember nanti,” ucap Yusfitriadi.

Ia memprediksi, pada Pilkada Depok ini akan ada tiga paslon yang maju. Namun, sudah bisa dipastikan jika PPP mengusung petahana tentunya Idris akan disandingkan dengan Qonita. Kemudian Gerindra-PDI Perjuangan memajukan Pradi Afifah, dan terakhir masih samar.

“PKS bisa tetap teguh memajukan kadernya, karena masih ada Nasdem, Hanura, PSI, dan Golkar,” pungkasnya. (rd/arn)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

walikota depok bermasker putih

Mohammad Idris Ajukan Cuti Mulai 26 September

Mohammad Idris   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Mohammad Idris yang kini menjadi Walikota Depok, akan bertarung pada Pemilihan

Read More...
PN pedagang pasar kemirimuka

Banyak Bansos di Depok, Bikin Harga Sembako di Pasar Turun

MELAYANI PEMBELI : Pedagang ikan melayani pembeli saat berada di Pasar Kemirimuka, Kecamatan Beji. FOTO

Read More...
XL untuk pembelajaran

Belajar Online Tambah Seru? #KenapaNggak

  RADARDEPOK.COM - Masa pandemi membuat kita beradaptasi dengan banyak hal baru. Selain kita harus selalu menggunakan masker, mencuci tangan

Read More...

Mobile Sliding Menu