Satu Perampok di Angkot DPO, Dua Tersangka Ditangkap di Pulo Gadung

In Utama
penculik di angkot tertangkap
TERTANGKAP : Dua pelaku 365 KUHP saat mempraktekan cara merampok di depan Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah, di Mapolrestro Depok, Senin (29/06). FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pelarian WM dan AS akhirnya berakhir. Senin (29/6), keduanya hanya terdiam seribu bahasa saat dipamerkan di Mapolrestro Depok. Dua pelaku penyekapan dan perampokan terhadap bidan serta perawat Rumah Sakit Tumbuh Kembang ini, ditangkap polisi di Pulo Gadung Jakarta Timur.

Kapolrestro Depok, Kombes Azis Andriansyah mengatakan, pihaknya berhasil mengamankan pelaku perampokan di dalam mobil angkot jurusan Cibinong-Kp Rambutan. Pelaku aksi perampokan dan penyekapan sempat ramai di media dan viral di media sosial (Medsos).

Dia menjelaskan, kronologi kejadian berawal saat bidan dan perawat ingin pulang selepas dinas dari salah satu RS di Kota Depok Minggu (21/06) lalu. Kejadiannya sekira pukul 21:30 WIB.

“Saat itu korban sedang menunggu angkot jurusan Cibinong, karena sudah malam mereka langsung naik,” katanya kepada Radar Depok, Senin (29/06).

Ternyata di dalam angkot sudah terdapat dua orng penumpang, dan seorang supir yang mengendarai angkot. Setelah masuk angkot, keduanya langsung mendapat aksi kekerasan, bahkan sampai diinjak hingga korban berada dalam posisi tertidur.

Hingga akhirnya, korban diturunkan di daerah Cibinong, dan korban menceritakan kejadiannya dan melaporkan kejadian tersebut ke polisi.

“Setelah itu barang berharga korban diambil pelaku, bahkan pelaku sempat mampir ke ATM untuk mengambil uang korban sebesar Rp2,5 juta,” beber Kapolrestro.

Atas laporan tersebut, sambungnya, polisi langsung bergegas mencari pelaku. Dengan mengantongi ciri-ciri pelaku, akhirnya Satuan Reskrim Polrestro Depok berhasil membekuk kedua orang tersangka. Sayangnya saat ditangkap, tersangka Arnold mencoba melawan akhirnya dilumpuhkan.

“Pelaku atas nama WM dan AS, berhasil kami amankan. Namun sopir angkot CS masih menjadi Daftar Pencarian Orang (DPO). Kami berharap sang sopir mau menyerahkan diri,” tegas Azis.

Dia mengatakan, atas perbuatannya dua pelaku diancam dengan pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan.

“Korban terancam 12 tahun penjara,” jelas Kombes Azis.

Sebelumnya Senin (22/06), bidan dan perawat Rumah Sakit Tumbuh Kembang dirampok di dalam angkot. Keduanya disekap dalam angkot selama empat jam, dan barang-barang berharga dirampas.

Bidang RS Tumbuh Kembang, SR membeberkan, pada saat pulang kerja habis dinas sore. Dia bersama temannya yakni RP menunggu angkot 41 jurusan Kampung Rambutan menuju arah Citeureup, Kabupaten Bogor. Pada saat itu, terdapat angkot lampu bagian depan tidak menyala atau mati. Tapi, lampu bagian dalam menyala.

“Pada saat naik dan terdapat dua orang penumpang bapak-bapak,” ujar SR kepada Radar Depok, Senin (22/06).

Susilawati menjelaskan, saat naik angkot tidak merasa curiga karena dua orang tersebut duduk di dekat dan sebrang pintu. Pada saat temannya hendak turun, karena jarak kosan dekat dengan tempatnya bekerja. Sopir angkot tidak menghentikan laju kendaraan. Pada saat itu, korban bersama temannya, di dorong dan disuruh tengkurap di bawah alas angkot dengan ancaman senjata tajam berupa pisau dan gunting.

Selama dalam penyekapan, anggota tubuhnya di tutupi dengan kain. Pada saat itu dia bersama temannya tidak mengetahui arah kendaraan yang membawanya bersama pelaku. Namun, pada saat SR berusaha bergerak, dia dipukul pada bagian kepala dan kaki. Sesekali dia melihat kebagian jendela yang terbuka, dan melihat tulisan Rumah Sakit Annisa.

“Kaki pelaku ada di badan kami, apabila kami bergerak pelaku tidak segan untuk mendang kebagian tubuh yang bergerak,” terang SR.

SR menuturkan, kejadian penyekapan selama empat jam. Dia mengingat, pada saat naik angkot sekitar pukul 21:30 WIB dan diturunkan di Jalan Mayor Oking, Kabupaten Bogor sekitar pukul 02:00 WIB. SR bersama temannya yang seorang perawat, diturunkan di kebun dalam kondisi gelap.

SR mengaku, masih trauma terhadap kejadian tersebut. Kedua pelaku memiliki ciri-ciri, pertama bertubuh tinggi berisi,  pelaku kedua sudah berumur. Atas kejadian tersebut, pelaku mengambil handphone, uang sebesar Rp100 ribu, dan perhiasan. Temannya kehilangan handphone, uang sebesar Rp500 ribu dan ATM dengan uang sebesar Rp2,4 juta.

Pada saat dikonfirmasi terkait pelecehan, SR mengakui sempat terjadi. Namun SR selalu berteriak sehingga bagian punggungnya ditodong menggunakan gunting. Pada saat kejadian supir angkot hanya diam mengikuti instruksi pelaku, dan membawa kendaraan memutar.

“Atas kejadian yang dialami saya membuat laporan ke Polsek Cimanggis,” tutup SR. (rd/dic/rub)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank), Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu