Sidang Sengketa Tanah Nyaris Adu Jotos

In Metropolis
sidang sengketa di lapangan
SIDANG LAPANGAN : Kuasa hukum saling adu argumen saat menjelaskan batas tanah kepada hakim Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kota Depok Nanang Herjunanto. FOTO : RUBIAKTO/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Bak drama sebuah, sidang lanjutan sengketa tanah antara penggugat Ahmad Muchlis dan tergugat Budi Hary Cahyono, yang beralamat di RT02/08 Jalan Al Hikmah Rawa Denok, Kelurahan Rangkapan Jaya Baru, Kecamatan Pancoranmas, nyaris adu jotos.

Persidangan lapangan di lokasi tersebut, dihadiri warga dan aparat setempat. Babinsa dan Babinkamtibmas juga hadir dalam persidangan lapangan yang dilakukan, Senin (29/06).

Pantauan Radar Depok saat sidang lapangan kubu tergugat nampak begitu emosi, bahkan kuasa hukum tergugat beberapa kali ingin memukul keluarga penggugat. Namun hal itu dilerai oleh para pihak yang sedang menyaksikan persidangan lapangan. Adu mulut pun kerap terjadi antara kuasa hukum.

Kuasa hukum tergugat Budi Hary Cahyono, Jose Carlos mengatakan bahwa sidang lapangan yang dilakukan tidak fair, pasalnya sebelum sidang sudah terjadi pengukuran ulang. Meski dirinya hadir dalam pengukuran yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota Depok, tetapi hasilnya belum diperlihatkan ke pihak tergugat.

“Ini tidak fair sampai sekarang penggugat belum memperlihatkan hasil pengukuran ulang,” kata Jose Carlo kepada Radar Depok.

Dia juga mengatakan, pemilik awal dan saksi yang dihadirkan oleh penggugat menurutnya tidak tahu masalah lapangan. Padahal saksi tergugat mengatakan belum ada perubahan masalah batas tembok. “Temboknya naik juga masih ada batasnya, kami sudah jelaskan kepada hakim,” kata Jose.

Beberapa kali kuasa hukum tergugat nampak emosi saat melaksanakan persidangan lapangan.

“Kami merasa terprovokasi oleh mereka, kami tidak menggangu mereka, tapi kenapa mereka mengganggu saat kami menjelaskan kepada hakim,” kata Jose.

Sementara itu penggugat, Ahmad Muchlis mengatakan, pihaknya memiliki luas tanah sebesar 1.076 meter persegi karena ingin mengurus sertifikat untuk dipecah dengan beberapa saudaranya melalui notaris diketahui luas lahannya berkurang.

“Kami sudah melakukan mediasi, sebelumnya ke RT, lihat gambar peta induk, namun tidak ada kesepakatan akhirnya kami lanjutkan ke persidangan,” kata Ahmad Muchlis.

Ia pun mengaku, telah melakukan perhitungan ulang, dan kantor Pertanahan Kota Depok, juga mengakui pagar milik tergugat masuk ke dalam lahan milik penggugat. Tanah milik tergugat berada di sebelah utara, dan bangunan saat ini sudah tidak sesuai dengan batas yang ada di sertifikat.

“Lembaga yang berkompeten menangani masalah tanah, dalam hal ini Kantor Pertanahan Kota Depok sudah mengakui bahwa tanah kami diserobot pihak tergugat, kalau BPN saja tidak bisa dipercaya, mau percaya siapa lagi,” kata Muchlis.

Sementara itu, kuasa hukum Penggugat Dody Zulfan menuturkan, banyak masalah yang terjadi di luar persidangan. Sebelum memasuki masa sidang lapangan, ia mengaku sempat cek cok dengan hakim anggota yang akan memimpin persidangan.

Terdapat insiden sebelum sidang, dia mengaku memang membawa mobil kantor yang terpampang lambang kantor hukumnya, kejadian tersebut terjadi di depan kantor DPRD Kota Depok. Menurutnya, berdasarkan penglihatan assistennya ketika mengendarai mobil hakim tersebut ingin jalan lurus, tetapi menurut hakim tersebut ia tidak menggunakan lampu sen.

“Tapi ketika disuruh turun dia malah tanya ‘mau sidang kamu kan?’ kok tau ya, itu jadi pertanyaan kami,” kata Dody.

Menurut pengakuan Dody, dalam peristiwa tersebut, pak Darmo mengaku lecet di lutut padahal motornya tidak jatuh justru body dan kaca spion mobilnya yang pecah. Hakim anggota yang bersangkutan ingin memanggil Laka lantas, namun menurutnya silakan aja.

“Saya lihat lagi keduanya sama-sama salah, sama-sama mau ke pengadilan lapangan tapi dari jalur yang salah, dan tidak pakai helm,” kata Dody. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

bersepeda

Geliat Sepeda di Kota Depok : Diminati Meski Harga Tinggi

SEHAT : Komunitas Gowes Gorun saat melakukan kegiatan bersepeda di Stadion Gelora Bung Karno. FOTO

Read More...
mega watch diskon jam

Semua Produk Diskon hingga 50 Persen di Mega Watch

DISKON : Mega Watch berikan promo diskon hingga 50 persen untuk semua produk. FOTO :

Read More...
Mohamad HB

Usulan Raperda PKR Belum Siap

Mohamad HB   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Rapat Paripurna Senin (29/06), berlangsung alot. Khususnya, saat membahas usulan Rancangan

Read More...

Mobile Sliding Menu