Tak Lekang oleh Zaman Rumah Betawi Kalimulya : Berusia 150 Tahun, Pernah Dijadikan Lokasi Syuting

In Utama
rumah betawi kalimulya
TETAP DIPERTAHANKAN : Keluarga Naserih (56) berfoto bersama di depan rumah berarsitektur khas Betawi yang diperkirakan sudah berumur 150 tahun lebih di kawasan Jalan Cikambangan RT3/2, Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Kota Depok, Senin (1/6). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Peninggalan rumah asli betawi masih bertengger di sudut Kota Depok. Tepatnya di Kampung Duren RT2/3 Kelurahan Kalimulya, Kecamatan Cilodong Kota Depok. Kemurnian bangunan rumah tersebut masih dijaga dengan baik, pernak pernik dari perlengkapan zaman dulu masih tersimpan rapih.

Laporan : Arnet Kelmanutu, Kota Depok

RADARDEPOK.COM – Menapaki jalan lingkungan yang penuh dengan pepohonan, membuat suasana hati dan pikiran menjadi “adem ayem”. Hembusan angin dibawah teduhnya pohon siapapun pasti betah singgah di rumah asli khas Betawi.

Di atas tanah seluas 1.000 meter, berdiri rumah berkelir hijau dengan pernak pernik khas DKI Jakarta. Jejeran toples ala Betawi, dodol, sampai sajian kopi Liong sudah disediakan siapa saja yang datang. Pohon bambu yang bertumpuk jadi saksi bagaimana Naserih Nasin merawat rumah peninggalan Haji Nasin.

“Saya tidak pernah mengubah kealamian dari bangunan ini. Hanya ada perbaikan sedikit karena memang sudah tua dan keropos di makan usia,” terangnya Naserih yang mengenakan celana batik berwarna cokelat itu.

Bilik rumah yang masih teranyam rapih dari kulit bambu menjadi pemandangan unik. Apalagi, rata-rata bahan bangunan terbuat dari galing pohon nangka yang tak usang di makan rayap. Jendela yang berlapis, lampu gantung khas Betawi menambah pemandangan saat duduk di teras.

“Kalau pakai galing pohon nangka tidak di makan rayap. Makanya ini pintu masih padet dan kuat sampai sekarang,” katanya sambil mengetok-ngetok pintu mengetes kualitasnya.

Tak lama kemudian, Naserih mengajak masuk ke dalam dengan alas lantai dari semen yang masih terbilang kokoh, meski sudah ada yang tak rata. Jejeran foto keluarga dipajangnya, namun pemilik keturanan pertama atas nama Nengsan dengan sang istri Mak Rijah tidak terpampang. Naserih merupakan keturunan ketiga yang mendiami rumah tersebut, usia rumah diperkirakan lebih dari 150 tahun.

“Iya saya nggak punya foto kakek, jaman dulu tidak ada foto-fotoan. Saya cuma majang foto bapak saya yang jadi keturunan kedua pemilik rumah ini,” kata Naserih sambil menunjuk foto sang ayah bersama sang ibu.

Sambil terus menyusuri kediamannya, ayah empat anak ini membuka pintu kamar yang masih terdapat kasur dengan kelambu asli kemurnian zaman dulu. Kamar tersebut kini digunakan anak laki-lakinya

Berlanjut ke ruang dapur. Istri Naserih sibuk mengoprek-oprek barang yang ternyata alu dan lumpang dikeluarkan. Alat tersebut digunakan dari terdahulu untuk menumbuk padi saat panen di sawah miliknya.

“Sawah saya dulu ada di Pondok Terong. Jadi kalau panen langsung di bawa kesini di tumbuk pakai alu dan lumpang,” sahut pria kelahiran tahun 1964 itu.

Di dapur, masih terdapat bale yang terbuat dari jejeran bambu dengan alas tikar anyaman warna cokelat khas Betawi. Disana masih terdapat kotak bekas tungku yang kini sudah dibongkar, menggantikan kompor untuk keluarga Naserih masak.

Sambil kembali jalan ke depan melalui pintu belakang, pria itu bercerita rumahnya menjadi tempat buat syuting berbagai film kebudayaan Betawi. Seperti Si Jampang, Si Pitung Kedua dan berbagai sinetron lainnya. Production House (PH) Lunar, Multivison, hingga Lunar sudah bekerjasama dengan Naserih.

“Tapi sekitar 6 tahun belakangan ini saya sudah stop dipakai buat bikin film. Cape soalnya,” lanjut Naserih.

Tak lama lanjut duduk di teras. Radar Depok meminta keluarga lengkap Naserih untuk foto bersama di selasar kediaman rumah budaya Betawi. Berganti pakaian dengan kaos oblong warna putih dan peci hitam, Naserih bersiap di depan kamera milik pewarta foto Radar Depok.

“Jangan lupa keambil bendera merah putihnya bang. Saya dari dulu naikin bendera merah putih kalau peringatan Hari Pancasila,” tandasnya usai melakukan sesi pemotretan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

vaksin korona baru

Tahap Pertama Ada 40,2 Juta Orang Penerima Vaksin Covid-19 Gratis

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Bulan Januari 2021 diagendakan Pemerintah melalui Kementerian Kesehatan menargetkan untuk menjalankan program vaksinasi. Ini

Read More...
waspada virus korona

Kecamatan Cimanggis jadi Wilayah Terbanyak Covid-19 di Kota Depok

  RADARDEPOK.COM, DEPOK - Sampai Sabtu (2/1), jumlah pasien/kasus virus Korona (Covid-19) di Kota Depok mencapai 3.521 orang Dengan catatan tersebut,

Read More...
Disinfektan PPM Cipayung

Rayakan Ulang Tahun ke-40, PPM Cipayung Semprot Disinfektan

PERINGATI : Pemuda Panca Marga (PPM) Ranting Cipayung semprot disinfektan di tiga titik dalam rangka

Read More...

Mobile Sliding Menu