Taman Lembah Leli Perlu Diperhatikan

In Metropolis
mata air lembah leli
BUTUH PERHATIAN : Warga berada di dekat sumur mata air yang kondisinya tidak terawat di Taman Lembah Leli, Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, Minggu (28/6). Pemerintah Kota Depok diharapkan bisa lebih memperhatikan taman konservasi tersebut. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Taman Lembah Leli yang terletak di Kelurahan Depok Jaya, Kecamatan Pancoranmas, kondisinya sekarang sangat memprihatinkan.

Taman konservasi yang keberadaannya untuk menunjang ekosistem di Kota Depok seperti tidak terawat. Banyak sampah dan ranting kering berserakan.

Penjaga Taman Lembah Leli, Pesing (50) mengaku, mengelola taman tersebut sendirian. Menurutnya, ia hanya ingin melindungi dan melestarikan Entuk Dangdang atau sumur mata air yang saat ini keberadaannya sudah tertutup sampah.

“Di dalam Taman Lembah Leli, terdapat situs peninggalan bersejarah berupa tujuh buah sumur mata air. Jika masuk musim kemarau airnya tidak akan kering, bahkan banyak warga sekitar mandi di sumur ini,” ungkap Pesing kepada Radar Depok.

Sumur-sumur tersebut ditata kembali oleh Pemerintah Kota Depok dengan dibentuk batu-batu kolam. Ada pula yang diberi penghalang berupa bambu mengelilingi sumur, seperti sumur yang ada di belakang kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Depok.

“Sayangnya, keberadaan mata air kurang dipedulikan oleh masyarakat sekitar. Kolam asli ini juga kotor karena warga sering buang sampah ke daerah sini. Warganya tidak ada kesadaran,” kata Pesing.

Selain itu lanjutnya, sebelum dibangun oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok, taman tersebut merupakan Tempat Pembuangan Sampah (TPS) bagi warga sekitar.

“Masih banyak bekas-bekas sampah di sini karena dulunya memang TPS. Susahnya itu sampah endapan plastik,” kata Pesing.

Dia berharap agar pemerintah bisa lebih memperhatikan kelestarian Taman Lembah Leli. Untuk para pengunjung dan warga di sekitar diminta tidak membuang sampah sembarangan di selokan area Taman Lembah Leli.

Lantara disana terdapat situs sejarah yang mestinya bisa dilestarikan. Ia juga meminta kepada pemkot agar dibuatkan musala permanen, serta Mandi Cuci Kakus (MCK) di dalam Taman Lembah Leli. Jika ada pengunjung yang datang keliatan asri, tidak kumuh seperti sekarang.

Saat ini Taman Lembah Leli belum bisa digunakan karena ditutup saat masa pandemi. Salah satu warga sekitar, Yusuf mengatakan, biasanya ketika sore Taman Lembah Leli digunakan ibu-ibu bercengkrama, atau kumpul warga.

“Biasanya kalau sore ramai, ibu-ibu nyuapin anaknya, tapi sekarang ditutup karena ada Korona,” kata Yusuf. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto (IG : @rubiakto)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

Qonita Luthfiyah

PPP Dukung Raperda Pesantren dan PKR

Qonita Luthfiyah.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – DPC PPP Kota Depok mendukung Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Penyelenggaraan

Read More...
pradi ketemu petinggi PKB

Galang Koalisi, Gerindra Geber Komunikasi Politik 

AKRAB : Ketua DPC Partai Gerindra Kota Depok, Pradi Supriatna (kiri) bersama KH Mahfud Anwar,

Read More...
korban penculikan sukmajaya

Dua Anak Sukmajaya Diculik

Keisya PT Sempat Diculik.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Bagi orang tua harus hati-hati lagi menjaga anaknya. Sabtu

Read More...

Mobile Sliding Menu