Tanggap Darurat Depok Diperpanjang

In Utama
walikota depok pakai masker CFD
Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Saban harinya kasus positif terjangkit Virus Korona (Covid-19) tak pernah nol kasus. Akhirnya per 1 Juli 2020, Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, memperpanjang tanggap darurat bencana Covid-19. Perpanjangan status tersebut belum ditentukan sampai kapan diakhiri.

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, Pemerintah Kota Depok telah mengeluarkan Keputusan Wali Kota Depok Nomor 443/267/Kpts/DPKP/Huk/2020, tentang Perpanjangan Kedua Status Tanggap Darurat Bencana Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) di Kota Depok. Masa tanggap darurat bencana diperpanjang kembali mulai 1 Juli 2020. Terkait Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proposional, apkah diperpanjang atau dihentikan. Nantikan keputusannya sampai 2 Juli 2020.

“Batas waktunya sampai dengan dicabutnya status Bencana Non Alam Penyebaran Covid-19 sebagai Bencana Nasional,” ujar Mohammad Idris kepada Radar Depok, Selasa (30/06).

Idris menjelaskan, kasus konfirmasi positif mengalami penambahan sebanyak tujuh kasus. Penambahan tersebut berasal dari tindaklanjut program rapid test Kota Depok. Kemudian dengan Swab dan PCR di Laboratorium Kesehatan Daerah Kota Depok, sebanyak satu kasus dan Laboratorium RS UI sebanyak enam kasus. Kasus konfirmasi yang sembuh bertambah 11 orang menjadi 522 orang atau 67,88 persen, dari seluruh kasus konfirmasi positif di Kota Depok.

Kasus konfirmasi Orang Tanpa Gejala (OTG) selesai pemantauan, lanjut Idris, bertambah 16 orang dan Orang Dalam Pemantauan (ODP) delapan orang. Untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang selesai diawasi bertambah tiga orang. PDP yang meninggal berjumlah 115 orang, tidak terdapat penambahan dibanding hari sebelumnya.

“Status PDP tersebut merupakan pasien yang dapat dinyatakan positif maupun negatif karena harus menunggu hasil PCR,” tutup Mohammad Idris.

Sementara, kasus kematian akibat virus Korona pada hari ini (30/06), tercatat yang tertinggi sejak awal Maret lalu. Jumlah kasus meninggal dunia pada hari ini sebanyak 71 orang.

Virus korona terdeteksi di Indonesia pada 2 Maret 2020. Sejak itu pemerintah rutin menyampaikan informasi harian perkembangan wabah Covid-19 di Indonesia. Informasi yang disampaikan berupa data penularan, kematian, hingga angka kesembuhan. Kemudian disusul data soal jumlah PDP dan orang dalam pemantauan ODP.

Sejak pertama kali diumumkan, baru pada hari ini angka kematian menembus lebih dari 70 kasus. Sebelumnya, jumlah kematian tertinggi hanya di kisaran 60-an. Berdasarkan data pada laman covid19.go.id penambahan kasus kematian sempat tinggi pada 14 April sebanyak 60 kasus, kemudian 17 Mei sebanyak 59 kasus, 15 Juni 64 kasus dan 63 kasus pada 18 Juni dan 26 Juni.

Sedangkan selama sepekan terakhir, penambahan kasus harian terlihat fluktuatif. Pada 23 Juni, jumlah meninggal dunia sebanyak 35 kasus, kemudian bertambah 38 kasus meninggal dunia keesokan harinya. Lalu, 25 Juni ada 47 kasus meninggal dunia.

Kasus meninggal sempat turun pada 27 Juni sebanyak 37 kasus, kemudian pada 28 Juni 34 kasus. Pada 29 Juni tercatat penambahan sebanyak 51 kasus meninggal dunia.

Sementara provinsi dengan kasus kematian tertinggi secara kumulatif adalah Jawa Timur sebanyak 893, DKI Jakarta 632, Kalimantan Selatan 189, Jawa Barat 176 dan Sulawesi Selatan 168. Kasus corona terus meningkat meski pemerintah telah mewacanakan era adaptasi kebiasaan baru alias new normal. Dalam era new normal ini pemerintah kembali mengizinkan aktivitas sosial dan ekonomi masyarakat yang sempat dilarang.

Berdasarkan update per hari ini, jumlah kumulatif positif Covid-19 sebanyak 56.385 kasus, kasus sembuh sebanyak 24.806 dan meninggal 2.876 kasus. Penambahan kasus positif hari ini sebanyak 1.293 kasus baru.

Menanggapi penularan yang masih terjadi, juru bicara pemerintah untuk penanganan Covid-19, Achmad Yurianto mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan dan menjaga jarak. “Tentunya butuh komitmen dan disiplin kuat untuk mematuhi protokol kesehatan, ini juga harus kita maknai melindungi diri dan sesama,” ujar Yuri di BNPB, Selasa (30/06). (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto (IG : @iky_slank)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

lahir 1 juli buat SIM

Lahir 1 Juli dapat Keringanan Buat SIM

Kasat Lantas Polrestro Depok, Kompol Erwin Aras Genda   RADARDEPOK.COM, PANCORANMAS – Bagi masyarakat Depok, khususnya yang

Read More...
wisuda virtual SMPN 19

368 Siswa SMPN 19 Depok Dilepas dengan Wisuda Virtual

WISUDA VIRTUAL : Kepala SMPN 19 Depok, Budiyanto secara simbolis melepaskan atribut sekolah salah satu

Read More...
Humas dalam pengusulan Gelar Pahlawan HB II, R Abdul Harris. FOTO : ISTIMEWA

Keturunan Hamengkubuwono II Minta Inggris Kembalikan Harta Rampasan Geger Sepehi 

Humas dalam pengusulan Gelar Pahlawan HB II, R Abdul Harris. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK -

Read More...

Mobile Sliding Menu