159 Santri Rapid Tes di Depok

In Satelit Depok
santri rapid test
GIAT : Walikota Depok datangi kegiatan rapid tes di Graha Asar Community Jalan Raya Tapos no. 17 A, Tapos, Selasa (28/07). FOTO : ISTIMEWA

 

RADARDEPOK.COM, TAPOS – Dinas Kesehatan Kota Depok, fasilitasi 159 santri yang akan kembali ke Pesantren Husnul Khotimah Kuningan Jawa Barat, dengan melakukan Rapid Tes di Graha Asar Community, Jalan Raya Tapos no.17 A, Selasa (28/07).

Walikota Depok, Mohammad Idris menuturkan, agenda ini salah satu ketentuan protokol kesehatan bagi santri yang datang atau kembali ke pondok pesantrennya harus melakukan pemeriksaan kesehatan.

“Kita melakukan ini karena memamg Depok masih dalam kondisi kewaspadaan, karena masih zona kuning. Zona kuning itu berarti masih ada pasien atau warga yang terpapar Covid-19 di setiap Kecamatan di Kota depok, walaupun jumlahnya bervariatif,” ucap Idris saat diwawancara Radar Depok.

Sebab, menurut Idris, Depok tak bisa dipisahkan dari Jakarta, Bekasi, Bogor serta Tangerang Selatan. Sehingga, Pemkot Depok terus melakukan koordinasi dan memberikan berbagai informasi dengan Jakarta dan sekitarnya.

“Dengan usaha-usaha dari tenaga kesehatan, semoga bisa hadapi dan selelsaikan dalam waktu yang relatif singkat,” tuturnya.

Idris menjelaskan, Rapid Test ini memberikan sebuah simbol bahwa kesehatan itu penting, bisa menjadi tolak ukur untuk kesehatan.ia pun berharap agar semua hasilnya non reaktif, sehingga bisa kembali ke pesantren 1Agustus mendatang.

“Saya berpesan agar adik-adik tetap menerapak pola hidup sehat dan pola makan yang bagus. Disana pun harus dijaga ketahanan tubuh, fisik walaupun di pesantren banyak hal-hal yang mengundang masalah untuk kesehatan tubuh,” Jelas Idris.

Sementara, Kepala Puskesmas UPTD Tapos, Trisna Setiawan menuturkan, dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19 di pesantren maka Dinkes mengadakan Rapid Test massal untuk siswa yang akan kembali ke pesantren Husnul Khotimah di Kuningan Jawa Barat.

“Intinya semua kami upayakan untuk melakukan screaning pemeriksaan, semoga ini dapat dilakukan secara berkala dan berkelanjutan,” ujarnya.

Nantinya, jika ditemukan hasil yang reaktif maka akan segera dilakukan pemeriksaan swab dan dianjurkan untuk menjalani isolasi mandiri.

Di tempat yang sama, Plt. Camat Tapos Anwar Nasihin menjelaskan, bahwa Tapos hanya ketempatan saja. Dan untuk membatasi jumlah peserta agar tidak terjadi konsentrasi massa yang banyak, akhirnya dibagi dalam tiga gelombang.

“Untuk jumlahnya ada 159 santri se Kota Depok, untuk mengurangi kerumunan maka dibagi tiga gelombang. Tentu kami berharap, seluruh hasilnya non-reaktif agar mereka dapat kembali ke pondok pesantren untuk melaksanakan kewajibannya dalam menuntut ilmu,” pungkasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

pengguna narkoba jangan di bully

Pengguna Narkoba Jangan Dibully

BIMBINGAN : Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Depok memberikan Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada Penggiat Anti

Read More...
ikan cupang 2

Mengenal Bambang Warsito Pembudidaya Cupang Hias : Raih Prestasi hingga Berhasil Kawinkan Cupang Hias (2)

BANJIR PRESTASI : Bamang Warsito, pemilik budidaya cupang hias Strain Betta Splanden Indonesia, menunjukan koleksi

Read More...
pengamat ubedilah

Pilkada Depok : Aparatur Susah Netral (ASN) Depok

Analis Sosial Politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedilah Badrun.   RADARDEPOK.COM, DEPOK - Sudah saatnya Badan Pengawas

Read More...

Mobile Sliding Menu