Aksi Wawan Ubah Image Anak Punk Depok : Dari SD Sampai Kuliah dari Ngamen (1)

In Utama
anak punk mengaji
HIJRAH : Founder Laskar Berani Hijrah (Lebah) Wirawan Yosh melakukan kegiatan mengaji rutin bersama santrinya yang juga anak punk di Rumah Keluarga Lebah, Kampung Lio, Kecamatan Pancoranmas Kota Depok, Selasa (30/06). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Di Kota Depok ada sosok pria yang mampu mengubah pandangan buruk masyarakat terhadap kaum marjinal seperti pengamen jalanan, preman terminal dan anak Punk menjadi lebih positif. Dia adalah Wirawan Yogyasono, Ketua Yayasan Laskar Berani Hijrah (Lebah) Kota Depok.

Laporan: Indra Abertnego Siregar, Depok

RADARDEPOK.COM – Senyum ramah Wirawan Yogyasono merekah tatkala menyambut kedatangan Radar Depok di markas baru mereka, di wilayah padat penduduk Kampung Lio RT5/20, Kelurahan Depok, Kecamatan Pancoranmas, Kota Depok.

Tidak begitu sulit menemukan basecamp baru yayasan Lebah Kota Depok ini. Meski berada di dalam gang sempit nan sesak, namun keberadaan rumah kontrakan berukuran 3×5 meter persegi ini bisa dengan mudah ditemui.

Wawan, sapaan akrabnya langsung menyajikan air mineral kemasan dingin setibanya di sana. Sembari menyilakan kakinya di lantai kontrakan mungil itu, dia mengaku tempat tersebut belum begitu lama dijadikan markas baru. Saat itu, Wawan hanya berdua saja bersama anak lelakinya. Sebab anggota Lebah yang lain sedang sibuk mengamen di jalanan.

“Ini baru bulan ke lima kami menempati rumah kontrakan ini,” kata Wirawan.

Sebelumnya, anggota Lebah biasanya beraktivitas di kawasan Sekolah Masjid Terminal (Master) yang berada di samping terminal Depok. Dia menceritakan, Yayasan Lebah tersebut awalnya hanya sebuah komunitas biasa yang dibentuk 10 tahun yang lalu, saat dia masih berprofesi sebagai seniman jalanan.

“Awalnya kumpulan ini diberinama Seniman Terminal (Senter)  dibentuk tahun 2010 oleh para pengamen yang ada di Terminal Depok. Saya dulu salah satu anggotanya, karena saya juga pengamen awalnya,” kata pria berambut pendek itu.

Dalam debutnya, komunitas ini tidak memiliki kegiatan yang jelas, dan sifatnya hanya wadah berkumpulnya para pengamen terminal saja.

“Dulu itu anggotanya belum ada anak punk atau preman, murni hanya pengamen saja,” tuturnya.

Karena minimnya kegiatan, dan penggusuran terminal Depok pada tahun 2016. Komunitas tersebut sempat bubar dan tidak muncul sama sekali ke permukaan.

“Karena ada penggusuran, para pengamen pada bubar dan gak tau rimbanya pada ke mana, saya aja yang masih bertahan di sini,” katanya.

Meski hanya bekerja sebagai pengamen jalanan, dia mampu  menempuh pendidikan di perguruan tinggi. Hingga kelak dia bisa membagikan ilmunya kepada anak – anak jalanan di Kota Depok.

“Dari Sekolah Dasar hingga saya kuliah di perguruan tinggi, saya membiayai sekolah sendiri dari hasil mengamen,” bebernya.

Berkat kegigihanya dalam mengamen, mulai dari mengamen di bus hingga di kereta, dia mampu meraih predikat sarjana di bidang konseling.

“Saya lulus Pendidikan Profesi Konselor di Universitas Negeri Padang,” ucapnya.

Selama proses perkuliahan dia juga menyempatkan diri untuk mengajar sebagai guru pramuka di SDIT Al Qalam di Jalan Pemuda Raya, Kelurahan Depok, Pancoranmas. Dan juga tetap melakoni kegiatan mengamenya.

“Saya ngamen dari subuh sampai jam enam, jam tujuh pagi saya ngajar sampai jam tiga sore,” bebernya.

Sekian tahun berjalannya waktu, pada tahun 2018 silam Wawan terpilih menjadi Ketua Komunitas Senter. Dia akhirnya mempunyai gagasan, untuk menjadikan komunitas ini sebagai komunitas yang produktif. Dan mampu mengubah stigma masyrakat terharap kaum marjinal.

“Saya tidak mencalonkan diri menjadi ketua, tetapi teman–teman senter yang meminta saya untuk jadi ketua,” tuturnya.

Setelah beberapa bulan menjabat, muncul ide wawan untuk mengajak anggotanya yang rata–rata anak Punk dan preman terminal serta pengamen jalanan, lebih mendekatkan diri kepada Sang Pencipta.

“Saya dibantu pengurus Senter membuat kegiatan–kegiatan positf bagi anggota kami seperti pelatihan kerja, pelatihan keterampilan serta pendidikan non formal dan agama,” beber Wawan. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu