Bahagiakan Anak Saat Belajar dari Rumah

In Ruang Publik

farida cantik sekali warna biru

 

Oleh: T. Farida Rachmayanti

Ketua Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPD PKS Depok

 

BUKAN hal yang mudah memang bagi setiap keluarga menghadapi kondisi pandemi covid19 saat ini. Mereka dipaksa menyesuaikan diri dan membangun daya tahannya untuk bisa tetap menjalankan berbagai fungsinya, tentu dengan segala keterbatasan yang ada. Termasuk diantaranya dalam hal pengasuhan anak.

Oleh karenanya dalam situasi ini, kesabaran dan optimisme menjadi kunci penting bagi suami istri supaya bisa menghadirkan suasana harmoni. Wajar ketika orang tua kaget dan stress saat terpaksa menjadi bapak atau ibu guru di rumah. Mendampingi putra putri mereka menjalani proses ‘Belajar Dari Rumah’. Termasuk tuntutan untuk menyediakan sarana penunjangnya, diantaranya kuota internet. Bagi keluarga tidak mampu, ini juga menjadi persoalan tersendiri. Tentunya mereka butuh dukungan secara khusus dari pemerintah.

Bagaimana menumbuhkan kesabaran dan optimisme? Berpikir positif serta mencari hikmahnya. Termasuk hikmah dari Belajar Dari Rumah yang harus dijalankan keluarga dan siswa. Jika kita renungkan, proses belajar dari rumah sejatinya membangun spirit home education. Semangat pendidikan di rumah.

Ada beberapa hal positif yang menjadi bisa kita ambil dari pengasuhan ayah bunda dengan pola belajar di rumah diantaranya. Pertama, anak-anak merasa lebih senang atau diperhatikan. Karena dalam kondisi normal kesibukan oraang tua terkadang mengurangi porsi perhatian bagu anak. Kedua, orangtua lebih punya kesempatan memotivasi anak-anak. Bagi anak ini sesuatu, karena mendapatkan energi positif dari orang yang terdekat dalam hidupnya. Ketiga, orangtua dapat kesempatan mengetahui perkembangan belajar anak. Dapat memahami lebih jauh karakter anak serta potensi mereka.

Dalam proses belajar dari rumah, orangtua berkesempatan membangun kedekatan emosi sesuai kebutuhan anak. Menguatkan rasa sayang antara anak dan keluarga. Seluruh anggota keluargapun belajar bersinergi sekaligus mengembalikan rumah sebagai “sekolah”, tempat mendidik dan proses belajar pertama. Suasana keceriaan bisa dibangun dalam kondisi ini. Dan yang terakhir menguatkan keterlibatan pasangan dalam pengasuhan anak-anak.

Selalu ada hikmah dibalik musibah. Selalu ada kebaikan dibalik ujian. Mari kita hadirkan hikmah itu dalam keluarga kita. Agar anak-anak tetap bahagia dan nyaman belajar di rumah bersama ayah bunda. Dengan bahagia anak tumbuh kembang anak semakin optimal. Potensinya pun berkembang. Anak menjadi percaya diri karena selalu dihargai. (*)

You may also read!

Islam itu Berdamai dengan Hukum

  Oleh: K.H. A. Mahfudz Anwar Ketua MUI Kota Depok   ISLAM itu merupakan aturan hidup yang paling lengkap dan sempurna. Secara nyata

Read More...
pejabat first media

Pertumbuhan Pelanggan Baru First Media Jabodetabek – Banten Meningkat 35 Persen 

Head of Division, Strategic Sales and Operation PT Link Net Tbk Iwan Heryanto.   RADARDEPOK.COM, DEPOK –

Read More...
senior partai golkar

Senior Golkar Sambut Gagasan Haji Sarmili

Senior dan mantan anggota Depok dari Golkar Kota Depok. FOTO : ISTIMEWA   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Senior

Read More...

Mobile Sliding Menu