Calon Wakil Walikota Punya Peran Besar di Pilkada Depok

In Politika
Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.
Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) kota Depok 2020 kemungkinan hanya akan diikuti oleh dua pasang calon walikota dan wakil walikota. Mereka berasal dari petahana yang pecah kongsi, yaitu Idris Abdul Somad dan Pradi Supriatna.

Pradi yang merupakan Wakil Wali Kota sekaligus Ketua DPC Gerindra Depok telah mendeklarasikan diri didampingi oleh kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Afifah Alia. Sementara Wali Kota, Idris yang didukung koalisi Tertata termasuk PKS belum memutuskan siapa calon wakil wali kota yang akan mendampinginya.

Tokoh Perempuan dan Anak di kota Depok, Novi Anggriani Munadi menilai kondisi pencalonan dua petahana antara Idris dengan Pradi sacara tak langsung akan membawa Depok pada kondisi melanjutkan pembangunan yang sudah ada. Meski begitu, diperlukan terobosan-terobosan baru untuk meneruskan, mempercepat dan memaksimalkan pembangunan ini.

“Jadi menurut Saya, peran calon wakil wali kota dari pak Idris dan bang Pradi, cukup besar. Terobosan gagasan untuk pembangunan Depok nantinya dari calon wakil wali kota ini akan mempengaruhi perolehan suara yang didapat,” ujar Novi, kepada Radar Depok, Sabtu (25/07).

Ketua NADI Center ini juga menambahkan bahwa dalam kondisi pertarungan antara dua petahana di Pilkada Depok yang diperlukan adalah calon wakil walikota yang berpengalaman dan sudah terbukti berkontribusi untuk warga Depok jauh dari sebelum Pilkada. Bisa saja berasal dari birokrat atau anggota legislatif.

“Tentu harapannya calon wakil walikota ini dapat meningkatkan kinerja pemerintahan Depok sebelumnya melalui pengalamannya, dengan catatan kebijakannya berpihak kepada banyak warga Depok,” imbuh Novi.

Selain ditentukan dari calon wakil walikota yang berpengalaman dan terbukti berkontribusi dari sebelum Pilkada, menurut Novi, suara pemilih untuk Idris dan Pradi nantinya tidak hanya dapat dilihat dari partai politik yang mendukung, tetapi juga kekuatan ketokohan dari masing-masing petahana tersebut.

“Kalau untuk kekuatan ketokohan dari masing-masing petahana yakni pak Idris dan bang Pradi, mungkin masing-masing dari kita punya penilaian tersendiri. Dan itu juga dapat diukur melalui beragam penelitian di lapangan,” kata Novi. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tes swap untuk OPD

Pemkot Depok Berlakukan Tes Swab Pada ODP

TES : pelaksanaan Swab Test kepada pedagang di Pasar Cisalak, Kecamatan Cimanggis, beberapa waktu lalu.

Read More...
kelurahan abadijaya lawan narkoba

Di Abadijaya Ada 50 Relawan Anti Narkoba

PENYERAHAN : Kepala Seksi Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (Kasie P2M) BNND Kota Depok, Rina Astuti

Read More...
lahan makam belum digarap

78.362 Meter Persegi Lahan Makam Depok Belum Digarap

BERZIARAH : Warga mengunjungi makam sanak keluarga untuk berziarah di TPU Tanah Baru, Kelurahan Tanah

Read More...

Mobile Sliding Menu