Di Depok Boleh Resepsi Tapi…

In Metropolis
menikah di depok
ILUSTRASI : Salah satu pasangan mengikuti isbat nikah di Aula Teratai, Balaikota Depok. FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pascapelarangan resepsi pernikahan karena pandemi Covid-19, kini calon pengantin di Kota Depok bisa bernapas lega. Pemkot Depok telah mengizinkan warga yang ingin menggelar resepsi pernikahan.

Tetapi ada sejumlah syarat yang harus dilakukan, agar penularan virus Covid-19 tidak lagi mewabah. Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Kota Depok, H Asnawi mengaku, pihaknya juga telah membuka kembali Kantor Urusan Agama (KUA), dan beroperasi seperti sediakala.

Kebijakan tersebut mengacu kepada Peraturan Walikota Depok terbaru Nomor 49 Tahun 2020.

“Di Perwal tersebut kegiatan perayaan khitanan dan perayaan pernikahan sudah mulai dibolehkan,” ungkap Asnawi kepada Radar Depok.

Selain itu, untuk mengikuti aturan tersebut Kemenag telah menyiapkan KUA yang ada di setiap kecamatan sesuai standar Covid-19 di Kota Depok.

“Selama ini kantor kami memang sudah melengkapi diri sesuai standar Covid-19. Jika bolehkan, ya kami sudah siap,” tukas Asnawi.

Namun demikian pada saat resepsi pernikahan, menurutnya masih mengacu pada sistem masih covid-19. “Karena aturan belum dicabut, resepsi dibolehkan tapi rambu-rambu protokol tetap ditaati,” tegasnya.

Asnawi juga berharap, masyarakat tetap menjaga diri dari Covid-19, tetap mengikuti aturan serta instruksi pemerintah. “Diperbolehkan bukan berarti bebas tanpa aturan, ada batasan yang tetap harus dijaga,” kata Asnawi.

Terpisah, Walikota Depok, Muhammad Idris mengatakan, meski resepsi pernikahan sudah diperbolehkan aturan ketat protokol kesehatan tetap berlaku dalam pelaksanaannya.

Syarat dalam resepsi pernikahan dan khitanan di Depok, tidak boleh ada kontak fisik secara langsung seperti bersalaman dan berpelukan, baik antara penyelenggara, tamu maupun antar tamu yang hadir.

Undangan dibatasi paling banyak 50 orang dalam setiap 1 jam atau jika menggunakan tenda terbuka luar ruangan diatur 50 persen dari kapasitas. Jika menggunakan gedung dan ruang tertutup diatur 30 persen dari kapasitas.

“Tidak diperkenankan jamuan makan secara prasmanan, makanan disiapkan dalam boks atau take away,” kata Idris. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

tanah baru gelar donor darah

Katar Tanah Baru Sumbangkan Darah

BERPARTISIPASI : Lurah Tanah Baru, Zakkyah Fauzan, mengikuti kegiatan donor darah, yang diadakan pengurus Katar

Read More...
Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Diyah Pitaloka.

Tak Buang Limbah Hewan Kurban ke Ciliwung

Manajer Pemasaran PDAM Tirta Asasta Kota Depok, Imas Diyah Pitaloka.   RADARDEPOK.COM, DEPOK – Menjelang Hari Raya

Read More...
dosen vokasi UI

Dosen Vokasi UI Majukan Profesi Fisioterapis

SIMULASI : Faizah saat mengarahkan mahasiswa dalam simulasi observasi pasien di Laboratorium Fisioterapi Vokasi Universitas

Read More...

Mobile Sliding Menu