Isi Rekomendasi Berubah, PKS : Bisa Saja

In Politika
rekomendasi PKS berubah
Ketua Bidang Humas DPW PKS Jawa Barat, Imam Budi Hartono (dua dari kiri).

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Setiap partai memiliki strategi pemenangan masing-masing. Termasuk PKS untuk memenangkan pertarungan Pemilihan Walikota dan Wakil Walikota Depok pada 9 Desember mendatang.

“Partai politik semua punya strategi pemenangan,” kata Ketua Bidang Humas DPW PKS Jawa Barat, Imam Budi Hartono saat menghadiri agenda ‘Wartawan DMC Bincang Siang Bersama Bakal Calon Walikota Depok’ Sesi 2, di Café Garden Hotel Bumi Wiyata, Jalan Raya Margonda, Kecamatan Beji, Rabu (1/7),.

Ia mencontohkan, seperti strategi memutuskan pasangan calon dan surat rekomendasi, di mana tiap partai, khususnya di tingkat DPC/DPD atau Kabupaten/Kota tidak mengetahui isi surat sakti tersebut sampai benar-benar dirilis ke publik.

“Bisa jadi keputusan saat ini sudah ada, belum dirilis,” paparnya.

Di partai berlambang bulan sabit kembar sendiri, pengumuman nama Paslon di surat sakti itu pun bisa dilakukan kapan pun. Tapi, pria yang akrab disapa IBH ini menegaskan, PKS tentu memiliki strategi pemenangan juga dalam konteks ini.

“PKS itu sampai satu jam sebelum pendaftaran (Deadline pendaftaran Paslon ke KPU.red) baru turun surat rekomendasi,” tuturnya.

Kemudian, surat rekomendasi itu, boleh diumumkan jauh hari sebelum pendaftaran, dan setelah diumumkan kemudian isinya diganti, seperti nama paslon yang ada.

“Boleh diumumkan kemudian diganti, boleh saja, itu strategi pemenangan. Yang tidak boleh itu, setelah ditetapkan sebagai Paslon oleh KPU. Memang semua partai seperti itu, bisa jadi apa yang disampaikan sekarang, tapi saat mau mendaftar berubah,” ucapnya.

IBH yang juga Bakal Calon Walikota dari DPD PKS Kota Depok ini mengungkapkan, sebagai calon, ia pun sudah siap maju. Bahkan, mengakui sosok Ketua DPD Partai Golkar Kota Depok, Farabi A. Rafiq masuk sebagai kriteria calon wakilnya.

“Saya memiliki lima gambaran bakal calon Wakil Walikota, di antaranya Acep Azhari, Farabi, Lucky Hakim, Pradi Supriatna, dan dua orang dari internal PKS yang mengikuti pemira. Dari 5 itu yang paling cocok memang Farabi, karena masuk dalam kriteria,” ucapnya.

Sebab, sambung IBH, lima balon wakil walikota yang mendampinginya yang dapat membantu kemenangan suara di Pilkada Depok.

“Saya sudah ada gambaran karena sudah ada lima orang. Salah satunya Pradi. Pradi juga melamar tapi kan gak mau jadi wakil,” kata IBH.

Artinya, calon wakil walikota untuk menambah suara untuk memenangkan Pilkada Depok 2020. “Lalu memiliki partai politik, sebab semua parpol sama sama membangun kota Depok” ucapnya.

Selain itu, IBH melanjutkan, tidak bisa hindari masalah pembiayaan. Jadi, menjadi wali dan wakil wali kota harus memiliki finansial yang cukup untuk Pilkada nantinya.

“Selebihnya wali harus punya wakil yang tidak harus mengandalkan Wali-nya,” tutup Imam. (rd/cky)

 

Jurnalis : Ricky Juliansyah

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

KPU rapid test

296 Punggawa KPU Depok Rapid Test

CEK : Ketua KPU Kota Depok, Nana Shobarna menjalani Rapid Test di Gedung Dibaleka II

Read More...
sebatangkara meninggal

Sebatangkara, Ditemukan Meninggal

EVAKUASI : Kapolsek Sawangan, Kompol Sutrisno meninjau lokasi penemuan jenazah. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK   RADARDEPOK.COM,

Read More...
3 mahasiswa berprestasi

Tiga Mahasiswa FMIPA UI Berprestasidi Kompetisi Debat Nasional

BERPRESTASI : Tiga mahasiswa FMIPA Universitas Indonesia meraih Juara Kedua dalam Kompetisi Debat Nasional yang

Read More...

Mobile Sliding Menu