Jual dan Potong Hewan Kurban harus Berizin

In Satelit Depok
DKP3 sosialisasi hewan kurban
GIAT : Kepala DKP3 Kota Depok, Diah Sadiah tengah memberikan materi terkait penangan hewan kurban, di ruang Camat Kecamatan Cimanggis, Rabu (1/7). FOTO : LULU/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, CIMANGGIS – Jelang Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriah, Kecamatan Cimanggis tengah mendata dan meminta pedagang hewan kurban mengurus izin, demikian juga tempat pemotongan hewan. Hal tersebut terungkap saat Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Depok mengadakan sosialisasi membahas penyenggaraan hewan kurban di masa pandemi Covid-19.

Kepala DKP3, Diah Sadiah menuturkan, kaitan dengan penyelenggaraan hewan kurban di Kota Depok, saat ini sudah ada edaran dari Dirjen Peternakan yang ditindaklanjuti menjadi surat edaran Walikota.

Di kota Depok ini, melalui tim gugus pencegahan melakukan sosialisasi kepada Camat dan Lurah se-Kota Depok, melalui vidcon waktu itu. Sekarang banyak permintaan dari Camat-camat se-Kota Depok.

“Kalau untuk Cimanggis sendiri, hari ini bersama seluruh Lurah. Diharapkan para Lurah paham dan materi ini bisa di sosialisasikan kepada masing-masing RW,” ucapnya kepada Radar Depok, Rabu (2/7).

Pada intinya, Surat Edaran ini mengatur tentang tempat penjualan hewan kurban, tempat pemotongan hewan qurban, dan yang ketiga masalah perizinan baik ditempat penjualan maupun di tempat pemotongan di masa pandemi ini.

“Kalau pemotongan hewan itu berkaitan dengan kesehatan hewan, itu tetap mengikuti seluruh aturan yang ada. Tetapi dalam masa pandemi ini, tempat penjualan ataupun tempat pemotongan hewan kurban menjadi cluster penularan Covid-19. Jadi, dibutuhkan berbagai protokol kesehatan penyelenggaraan kurban,” tuturnya.

Dirinya juga menjelaskan, jika membahas pemotongan hewan kurban di masa pandemi Covid-19, tentunya juga harus bekerjasama dengan tim gugus tugas yang ada.

“Kalau di Depok sekarang alhamdulillah tim gugus tugas tingkat Kota sangat perhatian sekali. Jadi kami diberi dukungan penuh oleh Pak Walikota dan tim gugus tugas dalam penyelenggaraan Kurban,” jelasnya.

Ia pun berharap, dengan adanya keterlibatan tim gugus tugas nanti di tempat penjualan dan pemotongan hewan tidak menjadi cluster penularan Covid-19.

“Hewan yang didatangkan dari luar Kota juga wajib memiliki surat keterangan kesehatan hewan dari dinas asal wilayahnya,” ujarnya.

Di tempat yang sama, Camat Cimanggis Abdul Rahman menjelaskan, dalam pelaksanaan kurban di tengah pandemi ini, bahwa setelah mendapatkan surat edaran pihaknya terus melakukan pendataan sebagaimana aturan yang ada.

“Para Lurah juga sedang melakukan pendataan tempat penjualan hewan kurban yang ada di wilayahnya masing-masing,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya menuturkan dalam surat edaran tersebut ada yang dinilai menarik, yaitu ada dua izin yang di keluarkan lurah, yang pertama izin tempat pemotongan hewan dan yang kedua izin tempat penjualan hewan kurban.

“Untuk itu kami menilai sangat perlu diadakan nya sosialisasi berjenjang agar semua pihak dapat memahaminya. Setelah ada kegiatan ini, diharapkan Lurah secara berjenjang dapat menyosialisasikannya ke tiap RW yang ada di lingkungannya,” pungkasnya. (rd/tul)

 

Jurnalis : Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu