Korona Renggut 45 Nyawa Warga Depok

In Utama
sri utomo rapat
Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo.

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Virus Korona atau Covid-19 di Kota Depok masih tinggi. Berdasar pusat data milik Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok di https://ccc-19.depok.go.id/, terjadi penambahan terkonfirmasi positif, sembuh dan meninggal. Rabu (29/7), terkonfirmasi positif ada 25 jiwa, sembuh 23 jiwa dan tiga meninggal dunia.

Sebelumnya Selasa (28/07), kasus yang terkonfirmasi 1.147 jiwa, sembuh 921 jiwa dan meninggal 42 jiwa.

Ketua Harian Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Depok, Sri Utomo menyebut, memang ada penambahan terkonfirmasi positif. Tapi disisi lain peningkatan sembuh juga sangat siknifikan. Terbukti saat ini kesembuhan sudah diangka diatas 80 persen. Angka reproduksi efektif (Rt) Covid-19 Depok juga sudah 0,8 di bawah satu.

“Korona di Depok sudah terkendali. Tinggal warganya yang mesti disiplin. Kami tidak tidur memerangi korona. Saat ini Depok masih di zona kuning menuju hijau,” bebernya kepada Radar Depok, Rabu (29/07).

Tak hanya Depok di virus korona atau Covid-19 di Indonesia masih mengalami kenaikan. Berdasarkan data Kementerian Kesehatan sejak 28 Juli 2020 hingga 29 Juli 2020 pukul 12:00 WIB terjadi penambahan sebanyak 2.381 kasus.

Kini total kasus terkonfirmasi positif Covid-19 mencapai 104.432 kasus. Sementara itu, jumlah pasien yang telah dinyatakan sembuh Covid-19 juga mengalami penambahan sebanyak 1.599 kasus. Total kasus sembuh mencapai 62.138 orang.

Namun, pasien terinfeksi Covid-19 juga masih mengalami peningkatan sebanyak 74 jiwa. Total pasien meninggal akibat Covid-19 mencapai 4.975 jiwa.

Berdasarkan data covid.go.id, DKI Jakarta menjadi penyumbang terbanyak pasien Covid-19 sebanyak 577 kasus. Kemudian Jawa Timur 396 kasus, Jawa Tengah 313 kasus, Jawa Barat 96 kasus, Kalimantan Timur 57 kasus, Aceh 45 kasus, Bali 41 kasus, Banten 15 kasus, Bangka Belitung dua kasus dan Jogjakarta dua kasus.

Juru Bicara Pemerintah Untuk Covid-19 Prof Wiku Adisasmito menjelaskan, pemerintah berusaha mendorong angka kesembuhan setinghi-tingginya. Pemerintah berusaha menekan angka kematian. Sebanyak 8 wilayah dianggap sebagai penyumbang penularan paling tinggi di masa Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB), salah satunya adalah perkantoran dan pasar. (dic/net)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

opini heri solehudin

New Normal Pandemi Covid-19 dan Dampaknya Bagi Ekonomi Politik Kita

  Oleh: Dr. Heri Solehudin Atmawidjaja Direktur Heri Solehudin Center, Anggota Forum Doktor Universitas Indonesia,  Dosen Pascasarjana UHAMKA Jakarta, dan Wakil Ketua

Read More...
polsek sawangan tanam pohon

Polsek Sawangan Lakukan Reboisasi

REBOISASI : Wakapolsek Sawangan, AKP Ahmadi (kanan) sedang menanam pohon, di Situ Tujuh Muara. FOTO

Read More...
sekolah merger bojongsari sawangan

SDN Merger di Bojongsari-Sawangan Dikumpulkan

PERTEMUAN : Ketua Kelompok Kerja Kepala Sekolah (K3S) SD Kecamatan Bojongsari, Rohmat (kanan) sedang memberikan

Read More...

Mobile Sliding Menu