Kreasi Warga RT1/3 Bedahan Sambut HUT Ke-75 RI : Ciptakan Bendera Panjang Berbahan Tas Banpres

In Utama
bendera dari bansos presiden
KREATIF : Pengendara melintas di bawah bendera merah putih yang dibuat dengan menggunakan tas bansos Presiden RI di kawasan RT3/1, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan, Senin (27/07). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

Siapa sangka. Tas yang digunakan untuk membagikan sembako bantuan Presiden (Banpres) bisa disulap menjadi bendera unik penghias kampung, dalm merayakan hari ulang tahun (HUT) ke 75 Republik Indonesia (RI).

Laporan : Indra Abertnego Siregar, Depok

RADARDEPOK.COM – Pemandangan unik tersaji di Jalan Caringin RT3/1, Kelurahan Bedahan, Kecamatan Sawangan Kota Depok. Sepanjang jalan lingkungan tersebut terbentang bendera merah putih ratusan meter. Uniknya lagi, bendera tersebut dibuat tidak menggunakan bahan bendera seperti biasanya, tetapi menggunakan tas pembungkus sembako Banpres.

Ditemui di sebuah Pos Ronda RT3/1, Kelurahan Bedahan, inisiator pembuatan bendera berbahan tas Banpres, Sukariyanto mengatakan, ide membuat bendera unik tersebut berawal dari keinginannya memiliki bendera panjang. Sebagai hiasan lingkungan dalam rangka menyambut HUT RI setiap tahunnya.

“Keinginan buat punya bendera panjang sudah ada sejak lama. Cuma belum kesampaian karena terkendala anggaran,” katanya ditemani warganya Asep, yang juga sedang berselonjor santai di Pos ronda yang berada dibawah rumpun bambu nan rindang, disertai semilir angin sepoi–sepoi.

Lalu, suatu ketika dia memiliki ide membuat bendera dari bahan tas Banpres, mengingat warna dari tas tersebut merah dan putih seperti Bendera Pusaka.

“Saya diskusikan sama istri saya untuk membuat bendera dari tas ini, dia langsung setuju. Tanpa fikir panjang dia langsung mengambil mesin jahit untuk menyambung potongan tas Banpres yang sudah dilepas dari jahitan awalnya,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, idenya tersebut juga disambut baik seluruh warganya. Mendengar rencananya ingin membuat bendera, warganya dengan kompak mengumpulkan tas Banpres milik mereka untuk dirajut menjadi bendera oleh tangan dingin istri Sukariyanto.

“Warga kompak ngumpulin tas mereka, total tas yang terkumpul waktu itu 96 buah, sesuai dengan jumlah penerima Banpres di lingkungan kami,” tutur pria yang juga menjabat sebagai Ketua RT3/1 tersebut.

Animo masyarakat terus merebak, total yang terkumpul sekarang sudah 120 buah tas. Dari tas yang terkumpul itu, mereka bisa membuat bendera sepanjang 245 meter yang saat ini sudah terpasang di atas Jalan Caringin.

“Pembuatannya memakan waktu hampir dua minggu,” tuturnya.

Dalam membuat bendera, dia dan istrinya dibantu empat orang warga yang salah satunya bernama Asep. Asep dan dia bertugas untuk membongkar jahitan awal tas agar bisa dijahit ulang istrinya, dan beberapa warga lainnya menjadi bendera.

“Saya dan pak Asep bantu bukain jaitan, istri saya dibantu dua orang ibu–ibu warga kami menjahit dan membersihkan bekas jahitan. Kebetulan di rumah kami memang sudah tersedia mesin jahit, jadi gak lama lah ngerjainnya,” beber dia.

 

bendera dari bansos presiden 2
KOMPAK : Tim pembuat bendera berbahan dasar tas Banpres berfoto bersama di bawah bentangan bendera buatan mereka, di Jalan Caringin, RT3/1, Kelurahan Bedahan. FOTO : INDRA SIREGAR / RADAR DEPOK

 

Dia mengakui, sempat memiliki kekhawatiran dalam membuat bendera berbahan dasar tas Banpres tersebut. Pasalnya, di permukaan tas tersebut banyak ditemui tulisan–tulisan, sedangkan berdasarkan Undang–Undang yang mengatur mengenai bendera negara, tidak memperbolehkan adanya tulisan di tubuh bendera negara. Namun, berkat saran dari beberapa tokoh masyarakat yang mendukungnya dalam membuat bendera tersebut, dia akhirnya memberanikan diri untuk merealisasikan gagasannya tersebut.

“Tujuan kami kan baik, kami memiliki kebanggaan kalau melihat bendera merah putih, apalagi kalau bisa membuat yang panjang, seperti ada rasa patriotismenya,” jelasnya.

Dia menargetkan, sepanjang Jalan Caringin ini bisa dihiasi bendera buatannya. Maka dari itu, dia masih mengumpulkan beberapa tas Banpres dari warganya untuk memenuhi kebutuhannya dalam membuat bendera terpanjang di Kelurahan Bedahan dengan bahan tas Banpres.

“Target saya bendera ini bisa mencapai panjang 320 meter, yang baru terbuat sudah 240 meter. Berarti masih kurga sekitar 80 meter lagi. Mudah–mudahan sebelum 17 Agustus sudah tercapai,” pungkasnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu