Listrik 8 Ribu Pelanggan Depok Diputus

In Utama
pemutusan listrik depok 1
SOSIALISASI : Petugas tengah memberikan pemahaman kepada pelanggan terkait pembayaran listrik yang dibatasi sampai tanggal 20. FOTO : PLN DEPOK FOR RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Gertakan Perusahan Listrik Negara (PLN) Kota Depok, bukan hisapan jempol belaka. Tenggat tanggal 20 belum bayar listrik dicabut fakta adanya. Tercatat hingga kemarin (1/7), sedikitnya ada 8.000 atau 2 persen pelanggan listriknya dibuat padam.

Manager Area PLN Depok, Putu Eka Astawa menjelaskan, jumlah pelanggan listrik secara keseluruhan yaitu 970 ribu. Rinciannya, untuk pelanggan pra bayar (token) yaitu hampir 470 ribu dan sisanya pengguna listrik pasca bayar (meteran).

“Untuk pembayaran bulan Juni, hingga 30 kemarin ada sekitar 8000 pelanggan. 8.000 dari 400.000 yang menggunakan pasca bayar jadi sekitar dua persen yang menunggak dan dicabut pemakaian listrik bulan Mei,” ucap Manager Area PLN Depok, Putu Eka Astawa kepada Radar Depok, Rabu (1/7).

Putu menjelaskan, jika di rupiahkan sekitar Rp300 miliar yang didapat setiap bulannya dibagi dua persen dari pelanggan yang menunggak.

“Biasanya tanggal 5 nanti juga semua tunggakan sudah terselesaikan yang dua persen tersebut,” jelasnya.

Dia juga menuturkan, untuk wilayah terbanyak yang menunggak tidak bisa dipastikan, karena penggunaan listrik pasca bayar tersebar di seluruh wilayah di Kota Depok.

“Jadi tidak ada yang mengelompok di satu wilayah, sehingga kami tidak bisa memastikan wilayah yang terbanyak menunggak,” tuturnya.

Dia pun menjelaskan, pada prinsipnya, waktu yang diberikan oleh PLN hingga tanggal 20 setiap bulan, sebenarnya sudah sangat baik. PLN tidak langsung memadamkan listrik. Tanggal 1 keluar rekening listrik, tanggal 5 petugas sudah datang untuk mengingatkan. Tanggal 10 kembali diingatkan.

“Kemudian tanggal 20 juga, dan jika melewati tanggal tersebut ya otomotis terputus,” ujarnya.

Dengan masih adanya pelanggan yang menunggak, dia pun berharap agar seluruh pelanggan, nantinya dapat tertib dalam melakukan pembayaran sesuai batas waktu yang telah ditetapkan.

 

pemutusan listrik depok 2
BAYAR : Bukti segel pemutusan sementara dari PLN di tagihan listrik milik Agus warga Kelurahan Jatijajar. FOTO : ARNET/RADAR DEPOK

 

Terpisah, warga yang terkena pemutusan sementara dari pihak PLN, Agus R mengaku, langsung diputus meski tagihannya sebesar Rp53 ribu.

“Bahasa alusnya mah dimatikan sementara, padahal pemutusan,” jelas warga Kelurahan Jatijajar, Tapos Kota Depok ini.

Setelah diputus, dia segera melakukan pembayaran tagihannya ke loket terdekat yang melayani pembayaran PLN. Dia mengaku, lupa sehingga belum terbayar tagihan listrik tersebut.

“Sekarang sudah diurus, bayar terus baru disambung kembali pemutusan sementaranya,” tandas Agus. (rd/arn/tul)

 

Jurnalis : Arnet Kelmanutu (IG : @kelmanutuarnet), Lutviatul Fauziah (IG : @lutviatulfauziah)

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu