atlet badminton depok 3
KEBANGGAAN: Maria Devanya (tengah) bersama kedua orang tuanya saat meraih juara, di turnamen Yonex Sunrise Championships 2018 tingkat Nasional. FOTO : ISTIMEWA
atlet badminton depok 3
KEBANGGAAN : Maria Devanya (tengah) bersama kedua orang tuanya saat meraih juara, di turnamen Yonex Sunrise Championships 2018 tingkat Nasional. FOTO : ISTIMEWA

 

Kecerdasannya bukan hanya memainkan raket dan kok. Dalam pendidikan di sekolah, Maria Devanya di Asrama Pusdiklat Jaya Raya juga menorehkan nilai terbaik dan masuk tiga besar nilai tertinggi di kelasnya, meski di situasi pandemi Covid-19.

Laporan : Arnet Kelmanutu

RADARDEPOK.COM – Remaja 18 tahun ini ternyata tak hanya mahir di lapangan bulu tangkis. Kecerdasannya juga ia tunjukkan di sekolah. Alhasil, ia pun masuk peringkat tiga teratas di posisi Ke-2 dengan nilai terbaik.

Angkatannya memang lulus dan ujian spesial karena di era pandemi covid 19, hal itu tidak membuatnya kendur dalam meraih yang terbaik demi memberikan senyum manis bagi kedua orang tuanya.

“Tidak alasan buat saya untuk bermalas-malasan, saya harus terus berlatih, dan rajin belajar di sekolah. Puji Tuhan saya bisa mencapai yang terbaik berkat Tuhan,” kata Maria saat berbincang dengan Radar Depok di kediamannya.

Dijabarkan Maria dalam perbincangan, ia berhasil meraih nilai Matematika 90, Bahasa Indonesia 95, Bahasa Inggris 90, serta satu mata pelajaran jurusan IPS, mata pelajaran Sejarah mendapat nilai 95.

“Kan satu yang diambil mata pelajaran jurusan, aku IPS, akhirnya aku ambil Sejarah, yang menurut kemampuan aku kuasain,” lanjutnya setelah menjelaskan nilai yang di dapatnya saat Ujian Nasional (UN).

Di asrama Pusdiklat Jaya Raya, Maria sekolah seperti anak sekolah lainnnya. Senin sampai jumat, namun lama waktunya berbeda. Sekolah di asrama mulai pukul 09.00 wib – 12.00 wib. Jika hari Rabu sampai pukul 14.00 wib.

Setiap hari, saat bangun pagi jam 05.00 wib, Maria bersiap latihan fisik setelah sarapan dan minum susu yang sudah disediakan asrama, hingga pukul 08.00 WIB ia menyiapkan diri pergi ke sekolah yang masih dalam satu lingkungan asrama Jaya Raya.

“Iya setiap hari terus begitu. Kalau malam mau istirahat saya memang meluangkan waktu untuk belajar dari aplikasi ruang guru di gadget saya,” lanjut Maria.

Ketekunannya membawa ia dapat membanggakan kedua orang tuanya lewat prestasi olahraga dan prestasi pendidikan sekolah. Ia bisa mengimbangi kedua dengan baik disertai Tuhan Maha Penguasa. (*)

 

Editor : Pebri Mulya