Mengembangkan Pembelajaran Berorientasi Abad 21 

In Ruang Publik

rodiah 2 artikel

 

Rodiah Ambarsari, M.Pd

Guru SMP Negeri 1 Depok Jawa Barat

 

SEBAGAI seorang guru memasuki pembelajaran abad 21 meupakan tantangan tersendiri. Kenapa ? Karena anak-anak abad 21 ini diajarkan oleh guru-guru dari abad 20, dimana guru-guru harus mengajarkan anak-anak yang sudah sejak lahir mengenal digital. Jadi sudah ada gap satu abad, adanya ketidakpasan dengan anak-anak yang didik dengan segala aspirasi dan harapannya, kemudian guru dengan yang mungkin tidak update pengetahuannya serta menggunakan kurikulum yang kurang pas, di mana menggunakan kurikulum adab 19, jadinya terjadi kemunduran lagi. Inilah tantangan seorang guru, yang harus kita lakukan adalah kita harus menjadi pelaksana belajar sepanjang masa. Gimana mengajak anak didik kita buat belajar, mana kala  gurunya yang tidak mau mengupdate pengetahuan lagi.  Orang yang buta huruf itu bukan yang tidak bisa baca tulis saja, tetapi adalah orang yang tidak mau belajar, dengan segala macam apapun tidak mau belajar, artinya mereka tidak mau mengupdate pengetahuan dan mengupdate keterampilannya.

Mereka tidak mau belajar, intinya males, pokoknya tidak mau meningkatkan pengetahuannya dan keterampilannya, apalagi ada kalimat “ saya kan sebentar lagi pensiun ngapain susah-susah belajar”, “ saya mah apa adanya aja begini”, atau mentang-mentang sudah sekolah master (S2) jadi udah tidak mau belajar lagi. Nah yang ini di sebut dengan Buta Huruf.

Jadi sebagai seorang guru kita harus juga mempunyai kompetensi abad 21: dimana diantaranya adalah : Kemampuan untuk memecahkan masalah yang kompleks. Mampu melakukan koordinasi, negosiasi, persuasi, dalam memberikan bantuan hingga mampu untuk menerima, menilai mengelola serta mengontrol emosi dirinya dan orang lain di sekitarnya. Mampu menjadi pendengar yang baik di mana harus berkonsentrasi penuh, memahami, merespon dan kemudian mengingat apa yang akan di katakan anak didiknya dan berpikir logis. Kreatif, membuat keputusan, bisa beradaptasi dan sensitif terhadap masalah anak didik.

Melihat ini semua maka mengajar itu merupakan ikhtiar kita, kesepakatan  diri kita dengan siswa, disaksikan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, bahwa kita ingin memberikan pendidikan yang terbaik bagi anak- anak didik kita. Karena bagaimanapun juga Siswa lah yang menjadi layanan, artinya kita ini bersyukur sebagai ibu bapak guru, bersyukur masih ada siswa, kalau tidak ada siswa, apakah kita bisa mengajar tidak ? Boleh tidak kalau mengajar datang pagi-pagi kebetulan lagi santai mau mengajar tapi siswa belum ada, Apakah bapak ibu guru bisa mengajar ? Pasti tidak bisa karena siswanya tidak ada. Jadi kita harus bersyukur jangan salahkan siswa dan itu menjadi komitmen kita sebagai guru memberikan pelayanan yang terbaik buat siswa.

Bagaimana kita yang hidup di abad 21 ini yang menggunakan teknologi dengan kecangihan Internet untuk di kembangkan demi  kepentingan kemaslahatan peradaban manusia. Sebagai contoh di China ada robot guru , robot yang memang bukan untuk menggantikan peran secara umum peran guru, tetapi robot yang menjadi mitra guru, di mana ada peran-peran guru didelegasikan, sehingga konsekuensinya guru yang tidak mau mengupdate pengertahuan dan keterampilannya apa bedanya dengan robot, oleh sebab itu kita harus meningkatkan kemampuan. Teknologi bukan tujuan tapi sebagai alat untuk meningkatkan dan memfasilitasi siswa agar bisa belajar dengan optimal.

Seperti kita ketahui bahwa Ki Hajar Dewantoro sangat mengisnpirasi pendidikan kita secara nasional,  dengan kalimatnya :

“Pendidikan adalah daya upaya untuk memajukan budi pekerti (kekuatan batin, karakter), pikiran  (intellect) dan tubuh anak.”

Menurut saya apa yang disampaikan beliau, patut di kaji dan dilakasanakan serta di renungkan. Mengapa beliau sampai 3 hal ini sangat penting dan lengkap.

  1. Budi pekerti, ini tidak mungkin diabaikan di dalam pendidikan di manapin, termasuk di Indonesia, malah budi pekerti di dalamnya ada kekuatan bathin, ada mental, ada spiritual dan kompetensi, karena spiritual, kompetensi itulah kurikulum di kita mengajak anak ini sehat jasmani selamat dunia akherat. Mungkin bagi negara lain, tidak mengajarkan sampai dunia akherat, tapi kurikulum Indonesia mengajak generasi muda, apapun agamanya, yuk kita berharap mudah-mudahan kita selamat, bahagia di dunia dan bahagia di akherat, dan mendidik agar generasi muda bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa.
  2. Pikiran (Intellect), berkembang sekarang ini karena ada pemikiran bahwa knowledge lebih dominan ketiban aspek dominan lainya.
  3. Tubuh anak, artinya anak bisa belajar dengan baik apabila dia secara spikologis, secara mental, secara fisik, sehat lahit bathin. Sehat jasmani, sehat rohani, selamat dunia akhirat. Banyak contoh dari tubuh anak yang perlu kita perhatikan, misalnya anak itu kenapa tidak bisa belajar dengan baik di kelas ? lalu kita harus lihat tubuh atau keadaan abadan anak itu kurus dan lemes, kenapa bisa begitu ? ini merupakan tugas guru juga ingin tahu keadaan siswa tersebut, ternyata setelah kita tanya dengan baik dan kita melakukan pendekatan dengan hati, anak itu mau bercerita, ternyata anak itu tidak sarapan kalau ke sekolah, padahal sarapan sanagat penting buat anak-aanak sekolah, karena dengan sarapan anak-anak akan bisa sukses dan berprestasi di sekolahnya, dengan sarapan bisa menjadi sumber energi untuk melakukan aktivitas di sekolah, meningkatkan fokus dan konsentrasi, menjaga kesehatan anak, menambah kecerdasan, mengembalikan metabolisme tubuh.

Selain point-point di atas pembelajaran abad 21 merupakan pembelajaran yang mempersiapkan anak-anak di mana kemajuan Teknologi Informasi dan Komunikasi yang berkembang begitu cepat, dan memiliki pengaruh terhadap berbagai aspek kehidupan termasuk dalam proses belajar mengajar.

Maka pembelajaran abad 21 mempunyai  suatu pembelajaran yang bercirikan learning skill, skill dan literasi. Learning skill adalah kegiatan pembelajaran yang di dalamnya ditandai dengan adanya kerjasama, komunikasi serta berpikir kristis dan kreatif.

Pada pembelajaran abad 21 terjadi transformasi pembelajaran terjadi di mana :

Belajar lebih fleksible dengan memanfaatkan ragam sumber belajar.  Siswa lebih bisa berinteraksi dengan banyak nara sumber selain guru. Belajar lebih individual atau personal sesuai dengan bakat minat anak tersebut. Ruang kelas dapat terjadi di mana saja, tak hanya di sekolah. Belajar dapat dilakukan di mana saja.

Mari, kita melakukan beberapa perubahan pembelajaran abad 21 ini di mulai dari peran guru :

Guru meminimalkan peran sebagai penyedia bahan ajar. Guru berperan sebagai pendidik, fasilisator, tutor, pengisnspirasi dan pembelajar sejati yang  memotivasi peserta didik bebas belajar. Guru menjadikan penginspirasi bagi tumbuhnya kreatifitas peserta didik.

Peran siswapun ikut dalam beberapa perubahan pembelajaran abad 21, diantaranya Siswa, tidak cukup hanya menjadi pengingat fakta dan prinsip. Berperan sebagai periset, bisa memecahkan maslah, komunikator, negosiator dan pembuat strategi. Dan Siswa sebagai pembelajar sejati sepanjang hayat.

Menurut saya biarkan anak-anak bebas belajar menurut keinginannya mau di dalam kelas, di rumah di luar kelas, yang penting di dalam jiwa anak tersebut ada jiwa pembelajar, kalau anak sudah ada jiwa pembelajar pasti akan sukses, karena orang sukses tidak akan berhenti buat belajar. Ketika anak bermain games pada waktu liburan sekolah janganlah dilarang karena dari situ anak bisa belajar karakter kesabaran, kejujuran  dan bisa belajar bahasa Inggris, yang perlu di tekankan ke anak adalah dikesiplinan, buat aturan yang harus ditepati, ajarkan ke anak buat belajar fokus, apa itu fokus ? fokus adalah belajar yg tidak ada gangguan, ketika anak belajar, HP, TV, hand set semua di matikan, dan biarkan anak belajain komputer, pergi dengan teman’nya, karena anak akan terbiasa nantinya belajar fokus, tidak disuruh-suruh lagi. Ini hanya membagi pengalaman saya dalam mendidik 3 anak saya. (*)

You may also read!

banyak orang masker

Jika Tak Lakukan Ini, Percuma Kenakan Masker Cegah Covid-19

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM - Memakai masker menjadi salah satu langkah paling sederhana dan penting yang dapat dilakukan

Read More...
botol vaksin korona

Vaksin Covid-19 Akan Disebar ke Provinsi Ini di Indonesia

ILUSTRASI   RADARDEPOK.COM, JAKARTA - Vaksin virus Korona (Covid-19) sudah siap didistribusikan Pemerintah ke seluruh Indonesia. Menteri

Read More...

Seperti Apa Terpeka yang Dinobatkan Tol Terpanjang di Indonesia

  RADARDEPOK.COM - Jalan Tol Trans-Sumatera (JTTS) ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) tercatat masih menjadi jalan tol terpanjang

Read More...

Mobile Sliding Menu