Mengenal Bambang Warsito Pembudidaya Cupang Hias : Penuhi Kebutuhan Hidup Berkat Ikan Cupang Hias (3-Habis)

In Metropolis
ikan cupang 3
MESRA : Bambang Warsito berfoto bersama istri tercintanya yang senantiasa membantu dan mensuport segala usahanya. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Dari ikan yang hanya berukuran kurang dari 10 centimeter, Bambang Warsito bisa memenuhi kebutuhan hidup sehari–hari keluarganya. Bahkan bisa menamatkan perkuliahan ke dua anaknya.

Laporan: Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Segelas teh manis hangat dan dua gelas kopi disajikan istri Bambang Warsito untuk tamu–tamu yang datang ke kios Strain Betta Splanden.

Kualitas ikan, harga yang terjangkau, serta keramahan keluarga Bambang Warsito bak magnet yang menarik minat pembeli untuk terus berdatangan ke kios yang berlokasi di Jalan Kapitan Raya, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos.

Bambang memantik api dari korek gas untuk membakar sebatang rokok yang menjadi ciri khasnya. Tentunya sambil menyeruput secangkir kopi buatan istri tercinta.

Dia mengaku, memiliki sebuah pakan ikan khusus burayak yang original ciptaan anaknya. Pakan ikan tersebut diberi nama Vinegar Eel. Pakan khusus burayak tersebut terbuat dari cuka apel yang diciptakan sendiri oleh keluargannya.

Menurutnya, Vinegar Eel ini sangat bermanfaat bagi pembudidaya cupang yang sedang kesulitan dalam mencari kutu air sebagai pakan alami bibit ikan cupang. “Pakan buatan anak saya ini sudah bisa digunakan pada burayak usia satu hari, kalau kutu air kan harus burayak usia empat hari,” tuturnya.

Dia mengungkapkan, dari sebotol Vinegar Eel bisa digunakan untuk memberi pakan burayak selama berminggu-minggu, apalagi harga pakan ini juga termasuk murah, per botolnya dijual hanya Rp10 ribu.

“Vinegar Eel ini bisa bertahan sampai tiga minggu, dengan menggunakan pakan ini dijamin burayak cupang bisa berhasil besar sampai 80 persen” ucapnya.

Dia mengaku, berkah yang diraihnya dari budidaya ikan cupang hias ini sangat besar. Sebab, lewat kegiatan budidaya ikan bisa memenuhi kebutuhan hidup keluarganya.

“Saya ngontrak rumah ini dari kakak saya perbulan Rp1,5 juta, listrik perbulan Rp800 – 1 juta. Semua bisa saya penuhi hanya dengan budidaya cupang,” bebernya.

Tak ada target yang muluk – muluk bagi Bambang dalam menggeluti usaha budidaya ikan cupang. Baginya, asal bisa bayar sewa rumah, listrik dan makan keluarganya sehari–hari itu sudah lebih dari cukup. Tapi, rupanya Tuhan memberikan sesuatu yang lebih bagi dirinya, beberapa kebutuhan lain bisa dia penuhi lewat usaha tersebut.

“Kalau dihitung penjualan saya sebulan bisa Rp5 juta lebih, dari situ saya sudah bisa menguliahkan kedua anak saya sampai lulus. Bisa membantu mereka merasakan tamasya ke luar negeri, membantu biaya pernikahan dan pendidikan cucu saya,” terangnya.

Sebagai rasa syukurnya, Bambang tidak pernah pelit membagi ilmunya kepada siapapun. Dia selalu membuka pintu bagi orang yang mau belajar cara budidaya serta berbisnis cupang.

“Saya sering kedatangan murid–murid dari sekolah di Kota Depok yang mau belajar budidaya ikan cupang, dengan senang hati mengajari mereka tanpa memungut biaya,” imbuhnya.

Di usianya yang menginjak 60-an, Bambang masih memiliki cita–cita untuk diwujudkan. Yaitu memiliki tempat usaha sendiri. Dia tidak ingin seterusnya hanya menumpang di rumah orang.

“Saya pengen lebih maju dan punya tempat sendiri,” tutupnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu