Mengenal Bambang Warsito Pembudidaya Cupang Hias : Raih Prestasi hingga Berhasil Kawinkan Cupang Hias (2)

In Metropolis
ikan cupang 2
BANJIR PRESTASI : Bamang Warsito, pemilik budidaya cupang hias Strain Betta Splanden Indonesia, menunjukan koleksi piala yang dia raih dalam berbagai kontes ikan cupang hias. FOTO : INDRA SIREGAR/RADAR DEPOK

 

Bermodalkan ilmu yang diajarkan anaknya, Bambang Warsito kini sudah banyak menghasilkan ikan cupang hias berkualitas. Bahkan banyak di antarannya menjadi juara dalam berbagai kontes ikan cupang hias baik, di dalam maupun luar negeri.

Laporan: Indra Abertnego Siregar

RADARDEPOK.COM – Bambang Warsito, pemilik usaha budidaya ikan cupang hias bernama Starain Betta Splanden Indonesia ini, tak henti–hentinya melayani pembeli yang datang ke kios miliknya di bilangan Jalan Kapitan Raya Nomor 36 RT02/10, Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos.

Setiap hari tokonya selalu dipenuhi pembeli, dari dalam dan luar Kota Depok. Bukan hanya membeli cupang, pembeli yang datang ke sana juga untuk membeli pakan cupang seperti encu, kutu air, dan cacing sutra.

“Kami juga menjual pakan untuk ikan cupang,” kata Bambang sambil mengemas sepuluh ekor ikan cupang ke dalam plastik.

Dia bercerita, awal mula bisa menghasilkan ikan cupang berkualitas lantaran rasa penasarannya mengikuti kontes ikan cupang hias. Bermodalkan beberapa ekor ikan miliknya, kemudian mengikuti sebuah kontes pada tahun 2013.

“Aku ikut kontes Standar Nasional Indonesia (SNI), saya kepengen tau sejauh mana sih cupang yang berkualitas,” katanya.

Ia mengaku, pada tahun 2018 kembali ikut kontes di Bogor dan Bandung. Dalam dua kontes tersebut ikannya menyabet juara dua dan juara pertama. Dari sana namanya langsung melambung tinggi di kalangan penghobi ikan cupang hias.

“Di Bogor saya dapet jaura ke dua, di Bandung saya juara pertama dengan ikan yang sama, yaitu Cupang Marbel,” bebernya.

Tetapi, berkat kemenangan tersebut ikannya tidak bisa dibawa pulang ke Depok. Lantaran oleh seorang penghobi di lokasi kontes ikannya langsung ditawar dengan nilai tinggi. “Saya jual ikan itu langsung setelah kontes, seharga Rp1,5 juta,” tuturnya.

Kemudian di tahun 2017 dia menyadari peminat ikan cupang kontes mulai menurun, lantaran hobi mulai menggeser ke ikan cupang hias yang memiliki warna bervariasi.

“Karena ikan kontes udah mulai gak dilirik, saya memutuskan untuk membeli cupang hias jenis emerald seharga Rp1,2 juta. Saya kawinkan ikan itu dan berhasil menetaskan anakan. Anakannya saya jual murah Rp25 ribu perekor, lalu saya coba lagi silang dengan berbagai jenis cupang lain, sehingga terlahir lah kualitas cupang hias seperti yang saya jual saat ini,” terangnya.

Dalam sekali perkawinan ikan, dia bisa menghasilkan 300 ekor anakan ikan. Dalam sebulan dia bisa mengawinkan puluhan pasang cupang hias berkualitas, sehingga total ikan yang ada di rumahnya mencapai ribuan ekor.

“Saya menjual ikan mulai dari Kota Depok sampai Jerman,” ungkapnya. (*)

 

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu