Pasang Lampu Hias di Pohon Diprotes

In Metropolis
sampah lampu hias jalan
MERUSAK POHON : Tampak terlihat lampu hias jalanan yang dipaku atau dililitkan pada pohon yang berada di kawasan Jalan Margonda Raya, Selasa (29/07). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Pemasangan lampu hias menjadi daya tarik tersendiri bagi keindahan kota. Namun, tetap harus melihat ekosistem tumbuhan sebagai paru-paru kota di Depok.

Pemasangan lampu hias di pohon yang ada di sejumlah titik di Kota Depok, dengan cara menancapkan paku mendapat kecaman dari pemerhati lingkungan hidup. Salah satu Environmental Society dan Komunitas Pencinta Pohon Kota Depok, Didit memprotes keras atas tindakan tersebut.

“Kami tidak setuju dengan adanya pemasangan lampu hias di pohon, karena malah merusak pohon tersebut,” ucap Didit kepada Radar Depok.

Ada beberapa alasan kenapa pohon tidak boleh dipaku atau dirusak dan disakiti. Pohon yang dipaku membuat kambium di dalam pohon rusak, serta membuatnya rentan kena penyakit, lalu keropos, dan mati. “Kalau keropos dan mati bisa mengancam nyawa pengguna jalan,” kata Didit.

Selain itu, manfaat dari pohon sebagai sumber oksigen. Belum lagi pohon dewasa mampu menyerap karbon dioksida 48 pon pertahun dan melepaskan oksigen. Proses ini tentunya sangat mendukung keberadaan oksigen untuk pernafasan manusia.
Bahkan, pohon rindang matang bisa menghasilkan oksigen untuk sepuluh orang menarik napas selama enam bulan.

“Perilaku memasang paku pada pohon sama merusaknya dengan kebiasaan membuang sampah sembarangan atau membuang limbah ke sungai, kami nilai itu aksi keji,” katanya.

Didit melanjutkan, memaku benda di pohon dinyatakan melanggar UU RI Nomor 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Lingkungan Alam.

“Yang pasti, di sepanjang Margonda bahkan sampai di depan kantor Dinas Arsip alias dekat lapangan upacara pun semua lampu-lampu itu menggunakan paku di pepohonan. Kami dari Environmental Society dan Komunitas Pencinta Pohon Kota Depok memprotes keras hal itu,” katanya.

Dia menilai masih ada cara lain untuk mempercantik kota tanpa memaku pepohonan. Apalagi pohon peneduh di Kota Depok sudah banyak yang uzur dan jarang mendapatkan pengganti yang memadai. Hal ini sangat kontradiktif dengan salah satu program kota religius, karena ajaran religi tidak ada yang menyiksa pepohonan.

“Kalau pun ingin mempercantik kota di malam hari, masih banyak cara lain, di antaranya membenahi dan memperindah PJU, atau membuat kerangka di sekeliling pohon pelindung untuk diberi lampu warna-warni tanpa merusak pohonnya,” tandasnya.

Pemerhati lingkungan hidup meminta agar dinas terkait membongkar lampu-lampu yang dipaku ke pohon dan wajib merecovery atau merehabilitasi pepohonan itu. (rd/rub)

 

Jurnalis : Rubiakto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

bioskop masih tutup di depok

Pembukaan Bioskop di Depok Tunggu Jakarta

BELUM DIBUKA : Terlihat Cinepolis salah satu bioskop yang berada di Depok Town Square maasih

Read More...
imam budi bermasker hitam

Komisi IV Jabar Apresiasi Rusunawa Jatinegara

KUNKER : Ketua Komisi IV DPRD Jawa Barat, Imam Budi Hartono, saat melakukan kunjungan kerja

Read More...
peserta JKN KIS skrining korona

Peserta JKN-KIS Kini Bisa Skrining Covid-19

KEMBANGKAN FITUR : Sebagai badan layanan publik, BPJS Kesehatan mengembangkan fitur Skrining Mandiri Covid-19 pada

Read More...

Mobile Sliding Menu