Pemudik Idul Adha Sepi

In Metropolis
kurban di idul adha
MENUNGGU : Warga menunggu keberangkatan bus di kawasan Terminal Jatijajar, Kecamatan Tapos, Rabu (29/07). FOTO : AHMAD FACHRY/RADAR DEPOK

 

RADARDEPOK.COM, DEPOK – Libur panjang yang bertepatan dengan Hari Raya Idul Adha, tampaknya tidak dimanfaatkan masyarakat Kota Depok untuk mudik ke kampung halaman. Warga lebih banyak memilih menikmati liburan ini di Kota Depok. Hal itu terlihat dari sepinya pembelian tiket perjalanan mudik, pada Rabu (29/07).

Salah seorang agen tiket Travel di Jalan Raya Bogor, Satino mengatakan, selama Covid-19 perjalanan mudik masyarakat Kota Depok mengalami penurunan drastis.

Hal itu dikarenakan situasi Covid-19 dan pembatasan mudik pada hari raya Idul Fitri beberapa waktu lalu, berdampak pada mudik di hari raya Idul Adha.

“Sepi mas ga seperti tahun lalu, sekarang karena Covid-19 jadi sepi,” ujar Satino kepada Radar Depok.

Satino menjelaskan, hampir satu minggu menjelang hari raya Idul Adha, hanya mendapatkan pesanan tiga tiket setiap harinya dari kuota enam tiket untuk wilayah Kota Depok.

Pria yang menjual tiket travel perjalanan ke wilayah Wonogiri tersebut menambahkan, pada tahun lalu menjelang hari raya Idul Adha tiket yang dia jual selalu habis.

Terkait standar protokol kesehatan, Satino mengungkapkan, selalu menyediakan hand sanitizer dan meminta pemudik untuk menggunakan masker. Selain itu, dirinya akan melakukan pengecekan suhu tubuh calon penumpang. Apabila suhu tubuh penumpang melebih 37 derajat, Satino tidak akan menjual tiket kepada calon penumpang.

“Pas dicek suhu tubuhnya tinggi, saya tidak jual tiket karena mementingkan kesehatan penumpang lainnya,” terang Satino.

Salah seorang warga Kelurahan Sukamaju, Martono mengatakan, memanfaatkan momentum hari raya Idul Adha, bersama istri dan satu anaknya ingin memanfaatkan untuk mudik. Mengingat pada hari raya Idul Fitri tidak dapat mudik karena Covid-19.

“Apalagi saat itu bus maupun travel susah di akses Covid-19,” tutur Martono.

Saat memutuskan perjalanan mudik, Martono mengaku tidak meminta surat keterangan sehat dari puskesmas maupun klinik kesehatan. Hal itu dikarenakan, harus mengeluarkan uang yang seharusnya dapat digunakan selama mudik.

Namun dia menyakini, dalam kondisi sehat karena tidak ada keluhan atau gejala Covid-19 seperti yang diinformasikan pemerintah.

Sementara itu, saat Radar Depok mencoba konfirmasi terkait Pengamanan hari raya Idul Adha, Kakorlantas Polri Irjen Pol Istiono mengatakan, telah memastikan kesiapan kepada jajaran terkait Idul Adha. Bahkan, telah melakukan video conference yang diperkirakan pada 30 Juli, sebagai puncak arus mudik hari raya Idul Adha.

“Kami memperkirakan puncak arus mudik hari raya Idul Adha pada 30 Juli dan arus balik pada 2 Agustus,” ujar Istiono kepada Radar Depok, Rabu (29/07).

Istiono menjelaskan, telah menyiapkan 163.000 personel di seluruh Indonesia dalam pengamanan hari raya Idul Adha. Tidak hanya itu, sebanyak 15.000 anggota lalu lintas diturunkan di jalur utama, tol, dan arteri untuk antisipasi secara maksimal.

“Demikian jalur-jalur wisata akan kita siapkan,” tutup Istiono. (rd/dic)

 

Jurnalis : Dicky Agung Prihanto

Editor : Pebri Mulya

You may also read!

ulama ke idris imam

Persatuan Ulama-Habaib Depok Beri Restu Idris-Imam

DEKLARASI : Dihadiri Paslon Nomor Urut 2 dan elit partai Koalisi TAS, Persatuan Ulama dan

Read More...
penghargaan naik tingkat

Sanggar Ayodya Pala : Siswa Ujian Kenaikan Tingkat Raih Penghargaan

RAIH PENGHARGAAN : Sejumlah siswa Sanggar Ayodya Pala yang telah mengikuti Ujian Kenaikan Tingkat mendapatkan

Read More...
jatijajar repot urus administasi

Beredar Foto Spanduk ‘Ganti Lurah Jatijajar’

MUNDUR : Ketua RT dan RW, di lingkup RW2, Kelurahan Jatijajar, Kecamatan Tapos, mundur serentak

Read More...

Mobile Sliding Menu